Mau beli smartphone? Cek dulu kapasitas memorinya!

1 comment
Hallo, kapan terakhir kali kalian memegang smartphone?

Saya yakin sekarang sedang memegang smartphone atau baru beberapa menit yang lalu memegang smartphone. Iya kan? Coba sebut deh hal yang paling sering lo lakukan di smartphone yang membuat lo betah. Pasti salah satunya adalah foto-foto…

Terus apalagi? Pasti chatting sama mainan medsos, bener gak?! Kan kita bisa selalu update sama geng kita dan juga gosip-gosip terbaru. Coba deh sebut aplikasi chatting dan medsos yang wajib kamu install di smartphone? Whatsapp, Line, Telegram, FB, Messenger, Facebook, Twitter, Path, Snapchat,Instagram yang mana nih? Banyak banget kan pasti. Diantara kalian semua mempunyai medsos favorit masing-masing dengan berbagai alasan.

Nah, kalo kebutuhan lo seperti itu, kalau mau beli smartphone, yang musti dicek adalah kapasitas memorinya. Untuk smartphone sekelas Sony M2 AQUA, coba deh dibandingin langsung sama Huawei Y6. Baik Sony M2 AQUA (selanjutnya kita sebut SM2A aja ya, panjang bok!) dan Huawei Y6 punya penyimpanan internal yang sama. Tapi bedanya adalah SM2A cuma punya RAM sebesar 1 GB sementara Huawei Y6 punya RAM sebesar 2 GB. Artinya, kapasitas Huawei Y6 lebih besar sehingga cukup buat kebutuhan chatting.

Jadi, abis itu boleh deh dicek lain-lainnya. Berhubung kegunaan smartphone juga buat foto-foto, gue akan lebih memilih Huawei Y6. Kenapa? Ini berkat dari survey kecil-kecilan gue aja sih, menurut temuan gue ternyata hampir semua kamera smartphone Huawei hasilnya keren. Nah, kebetulan Huawei Y6 ini fiturnya pun seru-seru. Jadi rasanya nggak salah lah kalo memilih Huawei Y6. Huawei Y6 seperti apa sih? Check it out....


Tampilannya juga keren, kan?
Google Huawei Y6 sekarang juga deh!

Mampukah Kau Bermimpi

1 comment

Suatu hari, saya diberikan sebuah pertanyaan yang membuat saya berpikir sejenak. Mampukah Kau bermimpi? Dalam hati saya menjawab, bukankah setiap orang mampu untuk bermimpi, menghayalkan segala hal yang diinginkan dan mengharapkan setiap hal yang diimpikan. Lalu kenapa harus ada pertanyaan seperti. Sebelum saya menjawab, saya ucapkan satu kalimat. Setiap orang memiliki mimpi, tentu mampu jika hanya disuruh untuk bermimpi. Sayangnya, jawaban saya keliru. Ternyata setiap orang memang memiliki mimpi tapi tidak setiap orang mampu untuk bermimpi. Rata-rata, orang hanya berangan-angan, jika bermimpi maka mereka akan berusaha untuk mewujudkannya. Mereka akan memiliki cara untuk berjalan sampai tujuan dan mereka akan memiliki kekuatan yang tidak dimiliki orang lain. Seperti itulah mimpi.

Jadi, pertanyaan itu kembali di benak saya. Mampukah saya untuk bermimpi? Saya menjawabnya dengan mantap. Yap..Saya mampu bermimpi. Ternyata pertanyaan itu belum selesai, ‘jika kamu mampu bermimpi, bagaimana cara mewujudkannya’. Kembali saya terdiam. Mimikirkan jawaban yang tepat, sulit bagi saya untuk menjawabnya. Sampai saya mendapatkan sebuah inovasi bahwa saya harus memiliki tujuan yang jelas dan rencana yang matang untuk sebuah mimpi. So, saya menjawab.. ‘mulai hari ini, saya akan membuat sebuah tujuan untuk untuk mimpi saya dan saya akan menyusun rencana besar untuk mencapainya’.

Setelah itu tidak ada lagi pertanyaan dan hanya ada jawaban ‘jikalau begitu, susun rencana dengan baik dan selipkan sedikit investasi di setiap rencanamu untuk masa depan yang kamu bangun’. Lalu, muncul pertanyaan kenapa di benak saya. Seperti membaca raut wajah saya, saya langsung mendapatkan jawaban. Saat kamu bermimpi menjadi seorang designer, kamu bukan hanya di tuntun untuk bias menggambar tapi juga melihat perkembangan pasar. Lalu hal yang harus kamu lakukan adalah belajar, melihat banyak referensi, mendengarkan nasehat orang dan tentunya sekolah. Maka semua itu adalah investasi. Pendidikan adalah sebuah investasi, investasi untuk melangkah kemasa depan yang lebih baik.


Percayakan investasi Anda ke Panin Asset Management