Showing posts with label Lomba Blog. Show all posts
Showing posts with label Lomba Blog. Show all posts

#BukaReview: Modal hanya 100 ribu untuk belajar gitar ukulele, dapat ukulele apa sih?


Setiap kematian butuh peratapan. Begitu juga cinta yang telah mati. Maka lakukanlah apa yang orang patah hati lakukan. Menangis hingga tidak bisa mendengar suara kamu sendiri. Makan coklat sebanyak-banyaknya, mandi air panas hingga jarimu pucat, pergi ke cafe dengan tatapan nanar, pesan satu buah es teh manis karena kopi mungkin terlalu pahit untuk diminum disaat seperti ini - Kepada Orang yang Baru Patah Hati, Raditya Dika
Ah, barangkali saya terlalu melankolis, ketika saya merasakan patah hati yang tidak biasa seperti ini dan saya menjadi se-melow ini. Iya, pernah sakit tapi tak pernah sesakit ini. Kisah cinta yang terjalin bertahun-tahun harus berakhir begitu saja.

Satu kata mengakhiri chat yang saya terima,"Kayaknya aku gabisa bareng-bareng lagi, maaf banget". Kita yang kemudian menjadi dingin lalu mengasingkan diri satu sama lain. Satu tahun kemudian, saya mendengar kabar baik dari orang-orang sekitar saya, dia menikah dengan seseorang yang menjadi pilihannya.

Saya? Tentu saja harus lapang dada sembari sibuk mencari banyak cara bagaimana membuka lembaran baru dan melupakan semuanya. Susah juga ya ...



Sebut saja dia mawar, orang yang pernah membuat saya jatuh cinta selama bertahun-tahun. Tapi kini, dia menjadi siluet hitam dan kadang sengaja dibuat nge-blur (memudar) seperti yang sering ditampilkan dilayar kaca, televisi. 

Sejalan bagaimana saya mendeskripsikan, saya akan membuat mawar dan kenangan-kenangannya dimasa lalu memudar dari kehidupan saya. Termasuk kenangan manis saat 'menepuk-nepuk' mesra dengkul mawar dipemberhentian lampu merah, berdua berboncengan diatas motor, itu manis. Kenangan yang dulu manis nan romantis kini berubah menjadi pahit sekali..



Begitulah kehidupan, sebagaimanapun menjalin hubungan asmara bertahun-tahun tidak juga menjamin kepastian dengan orang tersebut. Bahwa tiba-tiba hubungan asmara harus berakhir, tiba-tiba harus ada yang meninggalkan dan tinggalkan. Kita bahkan tidak akan pernah tau orang yang tepat untuk kita sebelum hari akad ... 
Kepada orang yang baru patah hati. Setelah kamu bosan bersedih. Ini lah saatnya kamu mengangkat dirimu kembali. Mulailah dengan hal yang mudah. Kamu bisa mencoba mengambil gitar Dan mengambil nada-nada mayor yang bahagia. Ambil piano dan bermin soneta yang indah. Atau jika dirimu tidak bisa bermain musik. Lihatlah dirimu didepan cermin dan bersenandunglah. Lalu diantara nada-nada itu bisikan kepada dirimu sendiri. Aku pantas untuk bahagia - Kepada Orang yang Baru Patah Hati, Raditya Dika


Membuat sibuk hari-hari dengan melakukan hal-hal yang saya suka, menemukan hal baru, (dan mungkin) orang-orang baru juga yang bisa membuat saya tidak sempat lagi memikirkan kenangan-kenangan pahit dimasa lalu.

Misalnya saja jika kamu suka hal-hal dibidang tertentu, maka explore dirimu dengan hal yang menjadi kesukaanmu itu. Begitu juga dengan saya, salah satunya menyibukkan diri dengan belajar bermain ukulele. Yes, Ukulele! You make me falling in love..



Dan kali ini saya akan bercerita tentang ukulele dan cerita dibalik ukelele yang saya miliki ini. Termasuk juga pengalaman yang satu ini. Modal hanya 100 ribu untuk bisa belajar gitar ukulele dapat ukulele apa sih?

Saya tertarik dengan alat musik ukulele sejak sekitar 3 tahun yang lalu. Waktu itu saya sering pulang-pergi dari kota tempat kuliah menuju kampung halaman dengan menggunakan bus. Didalam bus seringkali menjumpai musisi jalanan (mas-mas pengamen) yang membawakan lagu menggunakan iringan ukulele. 

Dari keseringan mendengarkan bunyi-bunyian ukulele yang menurut saya 'unik' dan khas sepaket dengan suara cempreng mas-mas pengamen #miripsuarasaya (cempreng tapi bagus, beneran) itu akhirnya saya mulai tertarik dengan ukulele. Hasrat untuk membeli ukulele saat itupun ada.

Namun waktu demi waktu berlalu, saya memiliki gitar akustik. Tidak, saya tidak membeli gitar akustik dan mengurungkan membeli gitar ukulele. Tetep kok. Bedanya Gitar yang menjadi wishlist beberapa tahun lalu terpenuhi begitu juga ukukele yang menjadi wishlist di tahun ini, terwujud.


Gitar akustik ini merupakan hadiah dari salah satu lomba blog yang saya menangi. (dalam hati) "yaudah lah buat apa beli ukulele belajar main gitar dulu aja kali ya". Akhirnya saya menunda untuk membeli ukulele. Lagipula, budgetnya belum ada sih. 

Tapi kalu tertarik banget dengan ukulele dan ngebet banget bisa memainkannya yaitu beberapa bulan terakhir ini. Kebetulan ada budget untuk membeli ukulele, yaudah deh beli. 

Karena budget yang ada juga tidak banyak (read: sedikitnya pake banget) saya sengaja mencari ukulele yang murah tapi bagus. Emang ada wak? Ada dong, inilah hasil saya kepo sana-sini akhirnya menemukan ukulele murah tapi layak untuk digenjreng. Bukan kaleng-kaleng ...

Ukulele yang sama seperti aku miliki ini bisa teman-teman beli di Bukalapak seharga 85 ribu. (ukulele seharga 65 ribu + tas ukulele 20 ribu). Ketik aja Gallery Music Semarang. Tuh kan ada!


Eh, ini bukan endorse atau tulisan beriklan dari toko tersebut ya, karena ditulisan saya kali ini akan menceritakan honest review tentang ukulele yang saya beli waktu lalu.

Bagian dari feedback juga karena toko dimana saya beli ukulele terpercaya dan berkwalitas. Begitu ... *eh kalau ntar diendorse, nggak nolak ding.. 

Tapi, saya beli ukulele tidak begitu saja. Sebelumnya saya dibuat bingung karena jenisnya banyak banget dan saya "0" (nol) tentang ukulele. Solusinya... 

Browsing sana-sini, lihat video-video ukulele trus kebetulan nemu seseorang diinstagram yang jago main ukulele dan dibagian badan ukulele bertuliskan sticker nama toko ukulele.

Ini loh mas-mas yang jago ukulele itu dan memainkan ukulele yang sama dengan yang saya beli. Keren mas! Ukulele yang kita miliki sama, cuman senar yang dipakai untuk ukulele dia  sudah diganti menggunakan senar raket (warna-warni).




Sebuah kiriman dibagikan oleh Aldy Prass (@aldyprass97) pada

Loh emang bisa pakai senar raket? Justru jika diganti dengan senar raket suara yang dihasilkan menjadi lebih 'kencring' (apa ya ini bahasa indonesianya). Pokoknya menurut saya lebih 'easy listening' dan mirip dengan nada asik yang dimainkan oleh musisi jalanan gitu.

Setelah auto fokus dengan sticker yang tertempel pada body ukulele, sotomatis deh, eh otomatis.Saya mencari toko tersebut. Ketemu tokonya-Lihat ulasan toko dari pembeli-yakin- trus order deh. Setelah barang saya terima (tepat waktu), ukulele benar-benar bagus meskipun murah. 


Meskipun seharusnya dengan harga 85k, saya mendapat item ukulele, tas, pik gitar, tapi kenyataannya barang yang saya terima minus tas gitar. Sempat ingin komplain kepada seller dan minta pengembalian dana untuk tas ukuele tapi tidak jadi. 

Setelah ngobrol dengan seller ternyata item tas habis stock sedangkan uang pengembalian sudah diselipkan dibalik alamat pengiriman (tanpa konfirmasi sebelumnya).. Good seller sih ini... 



Merk ukulele apa? Sepertinya ini produk buatan lokal gaes, karena dibagian badan gitar ukulele tidak ada label apapun. Begitu juga bagian dalam di rongga resonansi yang biasanya memuat label/lobo/merk sebuah gitar. Bagus nih, meskipun buatan lokal kualitasnya bagus.

  Bodi Ukulele  : Terbuat dari triplek sih, bukan kayu (solid). Tapi untuk takaran harga under 100k ini worth it banget. Tentu, head dan neck terbuat dari kayu 
  Senar  : Tanpa digantipun senar sudah enak untuk dimainkan, tapi kalau diganti dengan senar raket menurut saya jauh lebih enak didengar
  Tuner  : Plastik, seperti gitar akustik pada umumnya
  Fret  : Baja, biasanya yang lebih bagu terbuat dari kuningan sih.

Oh ya, selain gitar ukulele dengan warna standart seperti yang saya miliki, menariknya teman-teman bisa memilih ukulele versi karakter yang tersedia. Tapi sayang, karakter belum bisa custom. Ukulelenya  Lucu ih, kaya kamu :) 


Tapi kalau teman-teman punya budget yang cukup, bisa juga pilih jenis ukulele yang dibanderol dengan harga diatas ukulele yang saya beli. Secara fisik terlihat lebih solid dan keren, tapi soal kwalitas yang didapat (mungkin) bisa lebih bagus juga. Sifatnya subjektif yekaaan ...

Awalnya dengan modal 100 ribu saya psimis bisa mendapat ukulele yang enak buat dimainin. Urusan desain nomor kesekian, toh jika kurang enak dipandang mata nanyinya juga akan saya akali dengan tempelan-tempelan sticker. 

Lha wong ukelele yang sedari awal saya taksir karena desainnya yang keren pooool itu dibanderol degan harga 3 kali lipatnya. Berikut penampakan ukulele yang saya beli dengan harga 65 ribu ...


Jadi soal desain urusan belakangan deh, semoga barang yang saya beli dengan harga 65 ribu itu tidak banyak mengecewakan. Minimal harus sama dengan deskripsi yang ditulis dibawah produk dietalase lapak, itu aja sih.

Untuk item gitar ukulele yang saya beli ini saya beri nilai 4/5. Dengan harga yang 'remeh' tapi kwalitas tidak bisa di-'remeh'-kan. Bagus. Meskipun bahannya dari triplek dan enteng tapi nyatanya kwalitas tidak bisa di-enteng-kan.

Bermain ukulele itu sama halnya memainkan alat musik lainnya, harus sabar, telaten dan berlatih secara continue (berkelanjutan).

Jangan seperti saya.. meskipun terhitung punya ukulele sekitar satu bulan tapi, 2 minggunya ukulele ketinggalan di rumah dan tidak saya bawa ke kos. Jadi ya, ulang lagi dari awal ceritanya. Chord yang saya pelajari sebelumnya lupa lagi :(

Okelah, diluar cara (skill) main ukulele saya yang masih acak-acakan, suara yang dihasilkan dari ukulele ini menurut saya bagus. Lebih bagus dari ekspektasi saya dengan ukulele harga 65 ribu-an. Btw, maapin yak karena suara yang ala kadarnya dan skill main ukulele masih kaku :D



Yakali, minggu pertama sibuk hafalan chord/kunci ukelele kemudian beberapa minggu kemudian tidak menyentuh ukulele sama sekali. Trus kapan bisa main ukulele? Nah ini dia nih, step by step cara belajar ukulele  ..
  • Harus punya ukulele, pinjam juga tidak apa-apa sih (disarankah punya sendiri) 
  • Bagi kamu yang belum mengenal/memegang ukulele, kenali dulu bagian-bagian dari ukulele 
  • Stem (stel) ukulele agar nada pas! 
  • Pelajari dan berlatih chord/kunci dasar 
  • Belajar strumming/genjreng 
  • Berlatih perpindahan cord dengan cepat, tepat dan cekatan 
  • Belajar variasi petikan/genjrengan (ini saya belum bisa *hiks). Tiap genre lagu beda-beda ya gaes, ada pop, dangdut pantura-an, jazz, keroncong dsb. 
Eh, sebentar. Masih amatiran, nggak masalah kan? Jika nantinya ada yang kurang tepat atau saran untuk saya agar lebih baik lagi dalam memainkan ukulele boleh banget, seneng banget malah. Oh iya, sempat tadi saya mereview (diatas) tentang ukulele dengan bagian-bagiannya, jika teman-teman belum paham bagian-bagian (anatomi) ukulele dapat lihat gambar dibawah ini ya..


Cara stem yang paling mudah yaitu menggunakan applikasi yang bisa didownload di playstore (android user). Mungkin kalau buat iOS bisa dicari di apps store dengan aplikasi yang serupa yak!

Untuk stem chordnya menggunakan GBE. G (senar 3), B (senar 2), E (senar 1). Pemberian nama senar dimulai dari bawah ya ...


Stem menggunakan aplikasi tuner smartphone adalah cara yang paling praktis dan instan dibandingkan dengan cara stem manual yang mengandalkan feeling pemain. Dengan acuan chord GBE pada masing-masing senar (seperti diatas tadi) tinggal disesuaikan dengan aplikasi tuner. Bisa juga, jika smartphone teman-teman lagi lemot dan tidak memungkinkan install apps, teman-teman bisa tuning lewat website ini.

Misal: ketika yang distem adalah senar E, maka sambil petik senar paling bawah-sambil lihat aplikasi dan pastikan bahwa note E berwarna hijau dan tepat berada ditengah-tengah (jarum).

Biasanya, ini bisa dilakukan player yang sudah pro main ukulele dan saya tentu belum bisa melakukan stem dengan cara manual seperti ini. Jadi ya, pilih yang paling mudah dan instan-instan aja deh ..
Jika gitar ukulele sudah stem, selanjutnya yaitu belajar kunci/chord dasar seperti diatas. Saya juga masih memperlancar perpindahan chord dasar ini kok dengan cara menyelaraskan dengan lagu-lagu yang memiliki chord sederhana. 

Dari sini sekalian saya bisa koreksi apakah chord yang saya petik sudah sesuai dengan nada lagu yang saya mainkan. 

Dimulai dari kebiasaan menjumpai musisi jalanan di dslam bus kemudian saya juga banyak inspirasi lain yang membuat saya optimis untuk belajar gitar ukulele.

Diantaranya para youtuber ukulele yang videonya selalu saya tonton beberapa akhir ini. Youtubers nieche ukulele ternayata ada loh, tentu ini akan mempermudah saya dalam belajar gitar ukulele

Tidak hanya para cowok, ada juga cewek-cewek yang jago bermain ukulele dan memperlihatkan kepiawaiannya dalam bermain ukulele melalui channel youtubenya.

Tidak pelit ilmu, selain menunjukkan keahliannya masing-masing mereka juga membagikan tutorial-tutorial bermain ukulele step by step. Kayaknya aku perlu belajar main ukulele juga sih ini ....


Masa sih nur? Kata-kata mbak netizen menggiring saya untuk belajar musik, kali ini gitar ukulele. Saya belajar ukulele secara otodidak melalui tutorial yang saya tonton di youtube agar menguasai alat musik yang satu ini dan biar ganteng. Huehehe



Makanya harus belajar dong! Ya Mogimana lagi, karena orang-orang disekitar sepertinya tidak ada yang bisa memainkan alat musik yang satu ini termasuk bapak saya juga sendiri kaga bisa ... *nahloh jadi ya belajarnya 'mempeng' hanya lewat video-video youtube gitu...

Awalnya (waktu itu tuh) saya bermain ukulele awalnya coba-coba. Setelah dicoba-coba "kok enak", Akhirnya keterusan deh sampai sekarang.

Genjreng-genjreng sendiri gitu sambil lihat tutorial di youtube. Bahkan ukulele ini selalu saya bawa ketika travelling atau sekedar kumpul-kumpul bareng teman gitu. Bisa main kagak sih, yang penting kan sombong pede aja dulu.. hahaha *peace* ....... *love* & *gaul*


Jadi bermain musik itu tidak hanya sebatas mempengaruhi emosi, hiburan (include: pengalihan dari patah hati), mencairkan suasana, nembak cewek gombalin cewek aja. Tapi dibalik itu semua belajar/bermain musik membawa manfaat psotitif loh, sahabat...

  1. Meningkatkan koordinasi tubuh  
Dengan bermain musik koordinasi tubuh menjadi semakin baik. Misalnya saja ketika saya belajar ukulele maka antara mata, jari dan otak akan saling bekerja dan membentuk koordinasi. 

Semakin terlatih maka jari jemari akan semakin lihai untuk berpindah dari satu chord ke chord lain atau melakukan variasi-variasi petikan yang spontan.

  2. Melatih konsentrasi, ketekunan dan kesabaran  
Seringkali saya merasa iri dengan mereka-meraka (yang saya lihat di youtube). Mereka begitu lihai memainkan alat musik.

Tapi akhirnya saya menyadari bahwa kemahiran mereka dalam memainkan alat musik tidak terlepas dari konsentrasi dan ketekunan dalam berlatih. Tidak ketinggalan, faktor kesabaran dalam menjalani ‘proses’ berlatih akan mempercepat dan membawa suasana positif dengan apa yang kita inginkan.

  3. Mengenal musik dan lagu daerah  
Ada banyak sekali genre dan jenis musik/lagu daerah yang bisa dipelajar. Yes, Indonesia adalah negara yang kaya dan terdiri dari beragam suku, budaya, bahasa. Hal ini sangat memungkinkan kita untuk mengenal musik/lagu dari daerah/bahasa dari daerah lain diseluruh pelosok Indonesia dan seluruh dunia.
  4. Menumbuhkan kreativitas  
Kok bisa? Dengan bermain musik, otak kanan akan semakin terasah. Dengan begitu, kreativitas akan terus berkembang. Terasah untuk memahami setiap detail alat musik yang sedang dimainkan, mencoba mencitakan kreasi dan inovasi musik/lagu. 

  5. Mempertajam ingatan  
Bermain musik tentu harus menghafal chord dong. Bisa sih dengan melihat/membuat contekan chord, tapi akan lebih terlihat luwes jika memainkannya 'selow' tanpa contekan chord. 

Hal ini terasa banget bagi pemula seperti saya, belajar menghafal chord, melakukan perpindahan chord dan menghafal lirik (memainkan ukulele sambil nyanyi) adalah sebuah tantangan.


Positif impact-nya, Kebiasaan dalam mengingat ini secara tidak langsung akan terbawa diaktivitas lain diluar bermain musik, kegiatan belajar mata pelajaran misalnya.

Tuh kan, aku sudah #BukaReview dan cerita banyak hal seputar Gitar Ukulele. Kira-kira ada juga tertarik main ukelele juga nggak ya? atau ada alat musik lain yang ingin kalian kuasai?




Pemuda Sedikit Akal,
Banyak Rindunya ..

Sejak ZenFone Max Pro M1 hadir menggoda gamers, Sejak itu juga saya tergoda untuk meminang dan menjadikannya sebagai Alat tempur gaming #Limitlessgaming



Saya adalah golongan orang-orang yang asing dalam urusan gaming, game konsol maupun offline lainnya, itu dulu sebelum game online booming seperti sekarang (belum ada sih dulu itu). Tak terkecuali game online yang marak setelah masa itu, saya juga. Masa-masa ini saya rasakan ketika duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, dimana game konsol seperti PS 'laku banget' dikalangan kita. 


Begitu juga ketika berada di bangku SMA, jarang (sekali) saya download game dan kemudian benar-benar memainkannya. Sekali-duakali main kemudian meng-uninstallnya, begitu seterusnya. Oh iya, jangan juga iseng bertanya soal game, tentu saya tidak banyak mengetahuinya. 

Sama seperti kebanyakan orang yang asing dengan dunia game, mendefinisikan game itu adalah sesuatu yang lebih membawa ke hal yang negatif, buang-buang waktu saja. Lagi-lagi, jika pada umumnya teman-teman mengatasinya stress dan kepenatan dengan bermain game maka tidak dengan saya. Saya lebih memilih menonton video atau film.

Adakalanya (banyak sih), seseorang yang sudah hikmad memainkan game rawan melalaikan aktivititas lainnya. Everytime gaming, seperti kecanduan gaming.


Niat nge-game satu jam, molor menjadi 2 jam. Nge-game sudah 2 jam, molor lagi jadi 3 jam. Begitu seterusnya hingga tak terasa bermain game sudah satu harian. Alarm pertanda game harus diakhiri yaitu ketika tiba-tiba emak gamers marah-marah karena game membuat mereka lalai kewajibannya. 

***

Saat SMA saya lebih memilih belajar-belajar-dan belajar untuk mempertahankan prestasi di sekolah. Dulu katanya game bikin "kurang pintar", game itu bikin boros, game itu bikin males beraktivitas, game itu membuat anti sosial dan banyak hal lain yang juga saya percaya sehingga saya tidak berani dan membatasi untuk mencoba masuk dalam dunia gaming.

Hingga memasuki bangku perkuliahan, pandangan saya terhadap game mulai berubah. Dulu saya yang anti dengan dunia game perlahan lunak dengan dunia game. Lebih banyak mengetahui game, juga karena teman-teman sekitar (lingkungan) memainkannya. Games itu dapat menjalin persaudaraan ..

Begitulah, Game itu seperti pisau bermata dua, bisa menimbulkan dampak positif dan negatif. Bahkan banyak sekali manfaat dari memainkan game yang sekaligus dapat menghapus pandangan negatif saya tentang game.

Sebenarnya, jika antara main game dan aktivitas lain ter-management dengan baik, bermain game bukanlah masalah. Yang menjadi masalah yaitu ketika seseorang sudah mengenal dunia game, maka mereka akan rawan memiliki management waktu yang baik karena seringnya lalai untuk menyelesaikan aktivitas lain.

Boleh nge-game tapi jangan tinggalkan kewajiban yang lainnya ya gais!

Belum lama istilah “Mendadak gamers”-pun muncul ketika game-game keren dari berbagai pengembang bermunculan. Virus “mendadak gamers” ini dialami oleh orang-orang yang sebelumnya asing dengan dunia gaming. Singkatnya, demam ini saya rasakan sejak kemunculan game yang bernama “mobile legend”. 

Ketika saya berada di Cafe, orang-orang sibuk main ML alias mobile legend. Diruang tunggu stasiun orang-orang main mobile legend, diparkiran pasar ketika saya mengantar ibu belanja juga mendapati orang-orang yang juga menunggu sedang main mobile legend, everywhere and everyone playing mobile legend. 


Markas anak-anak mobile legend, sebuah warung dengan wifi kenceng yang (kebetulan) tepat berada di depan kos

Bagaimana tidak termakan arus 'mendadak gamers'. Lingkungan sekitar, baik cewek, cowok, tua, muda sangat antusias dengan game online mobile, seperti Mobile Legend dan PUBG.

Facebook, twitter, instagram dan platform yang saya akses memuat konten-konten yang bertema mobile legend dan PUBG. Youtube dimana saya sering mencari hiburanpun juga telah dipenuhi dengan video-video mobile legend. Creator-cretar baru gaming bermunculan ...

Game bukanlah musuh besar bagi saya. Memang benar, segala sesuatu yang ada didunia ini pasti ada sisi positif dan negatif. 

Dan akhirnya, sayapun berani untuk terjun didalamnya dan berusaha untuk menadapatkan hal-hal positif tersebut dari bermain game. Oh ya, dampak positif berikut tidak dipungkiri memang didapat kebiasaan kita bermain game.

 1. Memberi rasa bahagia  
Bermain game memang seru dan menyenangkan. Keseruan itu bertambah ketika kita mabar alias main bareng teman-teman kita. Sejenak stress dan masalah-masalah kehidupan yang sedang kita hadapi akan terlupakan. Setelah pikiran fresh, semangat kembali memulai aktivitas yang lainnya. 

 2. Belajar bahasa Inggris  
Pada umumnya game yang saat ini kita mainkan menggunakan single bahasa yaitu bahasa inggris. Atau beberapa pilihan bahasa salah satunya yaitu bahasa inggris sebagai bahasa Internasional. 

Jika game tersebut dapat diubah dalam bahasa Indonesia hendaknya tetap menggunakan bahasa inggris agar kita juga terbiasa dengan bahasa inggris sambil mempelajarinya. 

Game yang dikembangkan oleh developer luar negeri akan luwes ketika mengunakan bahasa inggris. Dan menjadi aneh saat diubah dalam bahasa Indonesia. Pernah merasakan seperti ini kan? 

 3. Melatih team work/ber-organisasi  
Kecakapan ini secara tidak langsung akan kita dapatkan saat memainkan game yang sifatnya bekerja sama dalam team. Masing-masing pemain akan menjalankan perannya masing-masing dalam game tersebut.

Satu sama lain akan bahu-membahu untuk mencapai satu kata, yaitu kemenangan. Oh iya, dengan game pula kita akan bertemu dengan orang-orang baru.

 4. Belajar sabar & pantang menyerah  
Memang sih, seringkali kita tidak bisa menahan emosi dan ketegangan saat berada dalam tekanan. Tapi dengan ini, kita dapat mengambil hal yang sifatnya positif yaitu dengan sebisa mungkin menahan emosi. Yes, emosi-lah dengan cara yang anggun dan elegan. Hehe. 

 5. Belajar mengatur strategi  
Saat memainkan game secara tidak langsung kita akan terbawa dengan situasi yang ada dan sekaligus mampu membaca situasi yang sedang dihadapi. Sehingga otak kita akan memikirkan berbagi strategi yang bisa dilakukan dalam permainan.

 6. Peluang mendapat penghasilan 
Berkembangnya e-sport menjadi peluang buat para gamers untuk mengasah skill bermainnya dengan mengikuti berbagai turnamen dalam berbagai kesempatan dengan hadiah yang menarik. 

Selain itu game juga bisa menjadi ladang buat para kreator konten video streaming. Misalnya saja memanfaatkan platform youtube yang sangat memungkinkan ter-monitize.
Lama-lama akan terbiasa dan terbentuk mental tangguh dan positif. Semua ini akan terasa dalam hal menambah tingkat kreativitas dan ketangkasan kita dalam menghadapi masalah-masalah yang terjadi, termasuk dalam penyelesaian masalah kehidupan sehari-hari.
Dear Asus Indonesia, kalian istimewa bagi kami. Telah menghadirkan inovasi berwujud smartphone gaming ramah kantong seperti apa yang kita mau selama ini.

Kata-kata ini juga mewakili teman-teman saya yang notabene “doyan gaming”/“maniac gaming”/“gamers squad”/ apapun itu istilahnya yang selama ini mendambakan perangkat game tangguh tapi harga terjangkau.

ZenFone Max Pro M1 ini sebagai smartphone gaming idaman yang terjangkau tapi dibekali dengan spek gaming banget.

Mengusung tagline #Limitlessgaming bahwa ZenFone Max Pro M1 diperuntukkan untuk pecinta games tak terbatas, termasuk didalamnya game-game berat dengan grafis yang tinggi. Ini sih, kategori smartphone gaming idaman.


Performa oke, game apa saja libas, baterai jumbo dan tentunya harga yang terjangkau. Dan memang spesifikasi sperti ini memang “gaming” banget. Trend smartphone gaming yang kami (gamers) butuhkan ditengah-tengah menariknya game mobile yang ada saat ini.

Faktanya, smartphone yang saya miliki bukanlah smartphone dalam kategori yang bisa install banyak aplikasi (storagenya kecil). Jika menginstall sebuah aplikasi, ya terpaksa aplikasi lainnya harus ada yang dikorbankan. Melelahkan sekaligus menjengkelkan sih ini.

Apalagi jika merelakan beberapa aplikasi yang sebenarnya sama-sama penting. Tak jarang juga, smartphone 'bukan gaming' yang saya miliki ini tiba-tiba hang, tiba-tiba ngelag. Kuncinya ya sabar, meskipun kadang nggak sabar ... Hehe. Maap..


Selain itu juga gampang panas meskipun hanya digunakan beberapa menit sehingga smartphone mudah sekali menguras daya baterai saat digunakan main game.

ZenFone Max Pro M1 ini adalah idola baru. Series dari ZenFone yang ditujukan khusus untuk gamers. Khususnya bagi kami yang merasa sulit mewujudkan dan membeli smartphone dengan label “gaming” yang pada umumnya dibanderol dengan harga yang tidak murah (read: harga selangit).
Hadir sebagai solusi, inilah 3 variasi ZenFone Max Pro M1 yang bisa gamers pilih. ZenFone Max Pro M1 RAM 3G/32GB seharga Rp2.199.000, Rp2.799.000 (4GB/64GB), Rp3.299.000 (6GB/64GB). 
Semuanya worth it untuk gaming, sekalipun varian terendah dari ZenFone Max Pro M1 ini saya rasa sangat cukup untuk saya miliki dan saya gunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Berbagai gaming dapat dilahap dengan baik. Begitu juga dengan buka-tutup task lain.

Dan tak terkecuali, saya juga menginginkan smartphone gaming dikelas menengah seperti ini untuk mendukung aktivitas gaming sehari-hari. Bermain game lancar layaknya teman-teman yang memiliki smartphone mumpuni untuk bermain game.

Bagi saya, 3 fitur menarik ini cukup mewakili ZenFone max Pro M1 sehingga mampu menggoda saya yaitu: 1. Baterai Jumbo 5000mAH 2. Prosesor Snapdragon 636 3. Layar Lega 6'' dengan rasio 16:19 dengan sisi lengkung 2,5D
Bagaimana sih rasanya memiliki hape gaming? Saya ingin menjawab dan merasakan pertanyaan yang membelit saya selama ini. Bahwa diimajinasi saya, memainkan game di smartphone gaming pastinya berbeda dengan ketika kita memainkan game pada smartphone non-gaming.


Tapi sekarang bukan menjadi imajinasi lagi, smartphone gaming ZenFone Max Pro M1 bisa didapatkan dengan harga terjangkau.
Smartphone flagship mungkin bisa menjalankan game dalam setting grafis tinggi namun belum tentu nyaman untuk diajak bermain dalam waktu yang lama ..
Dengan memiliki smartphone ini, saya bebas main game kekinian apa saja dengan lancar dan tanpa ngelag meskipun game kelas kakap (berat) karena diperkuat dengan prosesor octa-core mutakhir Qualcomm Snapdragon 636 

Chipset juga sudah menggunakan CPU berbasis Qualcomm Kryo yang juga dipakai pada chipset flagship loh!


Layar yang lebar dengan pegangan tepi 2,5D (melengkung) membuat aktivitas gaming nyaman dipegang dalam waktu yang cukup lama. Tidak lain juga, penggunaan material metal dipadukan plastik pada sisi atas, bawah hingga tepian membuat smartphone ini nyaman dipegang.

So, dipastikan juga saya bisa multitasking dengan banyak task ketika menggunakan ZenFone Max Pro M1 apalagi urusan multimedia. Install beberapa game berat mah juga kuat!

Dengan baterai berkapasitas 5000 mAH jelas saja membuat saya semakin jatuh cinta dan "ngebet" memiliki ZenFone Max Pro M1 untuk menjadi teman berkelana seharian. 

Perangkat yang ampuh untuk teman travelling tanpa ribet dan was-was dengan keberadaan suatu obyek yang bernama "colokan listrik".  Luar biasa, baterai tahan seharian lebih!


Pasti dong, sebagai hape gaming sudah dipastikan ZenFone Max Pro M1 ini mampu menjalankan multitask dengan baik karena memiliki spesifikasi yang tangguh dan mumpuni. Yes, smartphone yang diperuntukkan khusus untuk gaming saya belum pernah merasakan memilikinya.

Sepertinya dari beberapa kriteria hape gaming yang saya tulis diatas, ada satu yang saya rasa kurang di ZenFone Max Pro M1 ini.. yaitu pengisian daya yang cukup lama (ini murni pendapat saya sih). Tapi kalau soal desain, ini mah bagi saya cakeup!!


Dari data yang saya dapat dari elppas.com menyebutkan bahwa pihaknya telah menguji durasi charging bahwa charging dari low batt 1% hingga 100% dalam waktu sekitar 3 jam. Rinciannya sebagai berikut:
  • 15 menit = 16%
  • 30 menit = 31%
  • 1 jam = 52%
  • 1 jam 30 menit = 64%
  • 2 jam = 75%
  • 3 jam = 100%
Eh tapi, mengingat baterai jumbo 5000mAH yang dimiliki, rasanya hal ini bukanlah hal yang akan mengagalkan ZenFone Max Pro M1 menjadi hape gaming idola saya. Dengan durasi pengisian diatas sebanding dengan lamanya penggunaan baterai (awet banget) sih. Btw, di website dinyatakan bahwa Zenfone Max Pro M1 ini sudah fast charging. 

Oh, jangan-jangan karena saya belum pernah memiliki smartphone dengan kapasitas baterai jumbo seperti 5000mAH ini, jadi terkesan proses chargingnya lama. ((bisa jadi)) Hehe

Yes, bagi saya jika saya mencari smartphone gaming, soal kamera menjadi urutan yang ke-((sekian)) setelah fitur-fitur utama yang harus "gaming banget". Hehe ...
Dan soal kamera saya tidak akan membicarakan banyak hal. Satu kata: Cukup. Karena saya belum mempunyai unitnya, tentu saya juga sudah puas kepoin hasil-hasil fotonya. Dengan resolusi kamera yang ditanamkan (gede), foto-foto yang dihasilkan jelas bagus dan mumpuni. Terutama jika obyek mendapat pencahayaan yang cukup.


Nah, untuk beberapa spesifikasi dan fitur yang belum saya sebutkan sebelumnya dapat teman-teman lihat dibawah ini ..

HargaRp2.199.000 (3GB/32GB), Rp2.799.000 (4GB/64GB), Rp3.299.000 (6GB/64GB)
Platform
ChipsetQualcomm Snapdragon 636
CPUOcta-core 1.8 GHz
GPUAdreno 509
Sistem OperasiAndroid 8.1 Oreo
Memori
RAM3 GB, 4 GB, dan 6 GB
Internal32 GB dan 64 GB
EksternalmicroSD up to 256 GB
Bodi
Dimensi159 x 76 x 8,46 mm
Berat180 gram
Slot SIMDual SIM (Nano SIM Card) + MicroSD Card
Layar
TipeIPS LCD
Ukuran6 inci
ResolusiFullHD+ (2.160 x 1.080 piksel)
Kamera
Belakang16 MP + 5 MP (6GB/64GB), 13 MP + 5 MP (3GB/32GB dan 4GB/64)
Depan16 MP (6GB/64GB), 8 MP (3GB/32GB dan 4GB/64)
VideoFullHD @30fps
FiturPixelMaster 4.0, Beauty, Auto with HDR, Selfie Panorama, GIF Animation
Jaringan
DataGSM / HSPA / LTE
WLANWi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, WiFi Direct, hotspot
BluetoothYa
GPSYa
NFCTidak
Lainnya
Sensorfingerprint (rear-mounted), face recognition, accelerometer, proximity, compass, ambient light
USBmicroUSB 2.0
Jack audioYa
Baterai5.000 mAh

Jadi, jika dilihat dari spesifikasi, apakah smartphone gaming ini cocok buat kamu? Yah kalau saya sih, Sejak ZenFone Max Pro M1 hadir menggoda gamers, Sejak itu juga saya tergoda untuk meminang dan menjadikannya sebagai Alat tempur gaming ((amin)). Yes, predikat yang menurut saya juga cocok untuk ZenFone Max Pro M1 yakni "Mid-Class Killer" for #Limitlessgaming. 




Salam,
Pemuda sedikit akal,
tapi banyak rindunya