EQUITY : Kenali dirimu, asuransi yang tepat dan dibutukan seperti apa?

Cerita pengalaman: Saya adalah tipe mahasiswa yang suka “motoran”. Dalam artian positif, pergi kemana-mana naik sepeda motor. Suka pulang-pergi dari kota rantauan menuju kampung halaman dengan menggunakan transportasi pribadi, sepeda motor. 

Alasanya bisa ditebak. Selain lebih cepat, dengan motor saya bisa lebih fleksibel. Fleksibel dalam mengatur perjalanan saya sendiri. Seperti: Istirahat ditengah perjalanan jika dirasa otot terasa kaku maupun berhenti sebentar hanya untuk “ngopi” di warung tepi jalan.

Berbeda dengan satu tahun pertama perkuliahan (mahasiswa baru waktu itu). Dikarenakan jarak gedung kuliah dengan kos cukup dekat, saya cukup mudah untuk wira-wiri tanpa sepeda motor (jalan kaki). Tentu, lebih hemat dan sehat to. Aktivitas pulang kampungpun cukup sering saya lakukan dari dulu, 2-3 kali dalam satu bulan. 



Lebih efisien, dibandingkan naik transportasi umum (bus) yang menghabiskan waktu hingga 4-5 jam. Lebih lama dikarenakan bis berhenti tiap terminal, sering ngetem dan jika weekend sudah dipastikan sedikit tidak nyaman karena penumpang full (melebihi kapasitas kendaraan). Inila alasan saya lebih memilih motor sebagai moda transportasi.

Pemikiran seperti itulah yang akhirnya menggiring saya untuk memiliki sepeda motor dari yang sebelumnya wira-wiri naik kendaraan umum busa dan angkot. Jadi ditahun pertama kuliah saya jalan kaki, tahun kedua naik sepeda ontel dan setelah itu saya bisa menikmati mudahnya kesana-kemari (mobilitas) dengan sepeda motor. Termasuk perjalanan pulang ke kampung halaman mengendari sepeda motor.

Hingga suatu ketika, sekitar pertengahan tahun ketiga, saya mengalami kecelakaan sepeda motor (pertama kalinya). Cukup parah. Semakin dramatis, kecelakaan tersebut terjadi dikota perkuliahan, bukan kampung halaman. 



Sakitnya luka dan (mungkin) tercampur terkejut, saya pingsan hingga tak sadarkan diri. Padahal yang terjadi sebenarnya, sudah 1 malam saya dirawat dirumah sakit dan ditemani oleh teman-teman saya hingga saya dipulangkan ke rumah (Banyuwangi). 

Sahabat adalah keluarga ketika kita berada jauh dari orang tua. Terima kasih Arga, Ari, Yusi, Lia dan teman-teman lainnya jika kalian membaca tulisan ini. Merekalah yang menemani saya ketika tak sadarkan diri (dirawat dirumah sakit) hingga membantu koordinasi dengan orang tua saya hingga keluarga saya datang ke Jember dan pulang ke Banyuwangi.

Saya hanya dirawat satu hari, karena juga merasa hanya luka-luka dan cidera siku yang tidak berarti. Lain hal, saya (sebenarnya) juga memikirkan soal biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua ketika saya harus dirawat inap beberapa hari dirumah sakit tersebut. Sedangkan tentunya saya tahu dengan kondisi ekonomi keluarga. 


Saat itu memang diijinkan untuk pulang (keluar dari rumah sakit) tapi dengan kondisi tangan diperban dan disarankan untuk periksa secara rutin. Dan jika menghendaki, bisa dilakukan operasi untuk mengembalikan tangan keposisi semula (perletakan engsel tulang siku tangan yang normal). 

Meskipun tidak mendengar langsung dari bapak-ibu, tapi saya tau bahwa operasi tersebut membutukan biaya yang cukup besar. Saya lupa dengan nominalnya. Karena sifatnya tidak urgent (plus kondisi tidak ada biaya), keluarga memilih untuk membicarakan terlebih dahulu masalah ini dirumah. Dan akhirnya sayapun dibawa pulang ke kampung halaman (Banyuwangi).



Saya tidak menyesali keadaan yang saya alami saat itu sehingga pada akhirnya seperti ini. Ya, jika saat itu ada biaya kemungkinan besar, saya dioperasi saat itu juga. Bersyukur, sampai saat ini saya masih bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Normal, meskipun sedikit mengalamai penurunan kemampuan kerja khususnya untuk angkat-angkat beban berat.

Semenjak saat itu, ada perasaan tersendiri ketika melihat langsung kecelakaan dijalan raya. Dalam hati,"kira-kira apakah mereka sudah memiliki asuransi?". Begitulah asuransi sangat penting mencover kebutuhan kita. Sekaligus menjadi pengingat kembali pada waktu ketika saya mengalami kecelakaan tanpa asuransi. Dan yang paling penting dari kejadian tersebut adalah saya bisa mengambil pelajaran bahwa kesehatan itu mahal harganya.


Sadar akan hal ini, saat ini satu keluarga saya mempunyai asuransi kesehatan. Selain dilatarbelakangi oleh kejadian kecelakaan yang saya alami, ini adalah bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan investasi diri jika terjadi resiko yang menimpa.

Ya, kakak saya yang notabene (kemudian) memiliki pendapatan bulanan tetap membantu mendaftarkan kami sekeluarga, saya, bapak dan ibu. Termasuk soal tagihan premi yang harus dibayarkan setiap bulannya. Sayapun bersyukur akan hal ini :)

Pentingnya memiliki asuransi. Sayangnya, masih banyak sentimen negatif dari masyarakat akan semua hal yang berkaitan dengan asuransi. Banyak hal yang menjadi alasan mereka untuk enggan memiliki asuransi.



Bicara tentang asuransi, bagi sebagian orang masih menjadi topik yang paling dihindari. Pasti yang dibayangkan semua yang jelek-jelek. Bahkan adapula yang antipati duluan. Pemikiran seperti inilah yang perlu direvolusi dan diperbaharui bahwasana asuransi itu tidak tentang “mendoakan/mengharap seseorang mengalami musibah”. Tapi asuransi adalah kebutuhan yang bisa dikategorikan sebagai kebutuan penting.

Penipuan agen asuransi, perusahaan asuransi ‘seenak udel’ menaikkan premi tanpa pemberitahuan sebelumnya dan yang paling bikin antipati memuncak adalah sulitnya mengajukan klaim. Memang banyak begitu fakta dilapangan, harus saya akui dan saya dengarkan langsung pemaparan orang yang pernah saya dengar.

Kini, revolusi pemikiran masyrakat yang semula antipati terhadap asuransi kian terkikis. Sudah banyak diantaranya yang meng-asuransikan diri dibandingkan tahun-tahun sebelumnya (semakin meningkat).



Buktinya apa? Mereka berbondong-bondong mengasuransikan dirinya melalui program asuransi pemerintahan, sebut saja BPJS. Meskipun ya, sangat banyak diantaranya sadar akan pentingnya asurans ini setelah mereka mengalami musibah.

Asuransi pemerintahan maupun swasta merupakan pilihan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, perlu dilakukan cara khusus untuk memilih asuransi yang tepat (baik sistem maupun produk asuransi). 

Supaya apa? Menghindari kesalapahaman tentang asuransi, penipuan, sulitnya klaim dan masalah lain yang mengecewakan nasabah. Sehingga menyadarkan masyarakat secara keseluruhan bahwasannya tidak semua asuransi seperti itu.  

Pertanyaannya: Haruskan mereka memiki asuransi setelah resiko-resiko tersebut terjadi? Bukankah resiko tersebut (diatas) sudah pasti dan besar kemungkinan akan dialami oleh kita? Disinilah peranan asuransi. Bukan untuk menciptakan pikiran yang parno, tapi asuransi adalah usaha untuk menginvestasikan dirinya (berjaga-jaga dengan resiko yang akan terjadi).

Ketakutan dan sentimen akan asuransi akan tentu ada solusinya. Solusinya adalah kenali dirimu, asuransi yang tepat dan dibutukan seperti apa (disesuaikan dengan perekonomian keluarga). Nah, berikut ini adalah tips agar yakin memilih asuransi yang tepat dan produk asuransi seperti apakah yang memang kalian perlukan. 



Belajarlah dari pengalaman orang lain sebelum kejadian yang tidak mengenakkan itu (musibah) terjadi pada diri kita. Bukan untuk menakut-nakuti tapi pada kenyataanya kehidupan pasti ada suka dan duka yang harus kita lewati. Jadi semua ini harus kita persiapkan, bukan juga karena “ditakut-takuti” agen penjual produk asuransi ya!

Nantinya asuransi berperan sebagai proteksi saat kita terjadi musibah. Asuransi akan menghandle masalah keungan kita. Mengalihkan resiko finansial ke perusahaan asuransi. Dalam artian, kerugian yang diderita nasaba akan diambil alih oleh asuransi. Secara singkat, mengambil asuransi bukan karena “faktor pemicu resiko”. Justru dengan diambilnya asuransi adalah “adanya dampak finansial dari resiko” yang akan kita alami.


Tentu, produk asuransi banyak bentuknya. Tidak soal tentang resiko kecelakaan dan kematian saja (asuransi jiwa). Sesuaikan dengan apa yang dibutuhkan (diprioritaskan). Asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan dan lain-lain. Memang sih semuanya dirasa penting.

Tapi kembali lagi dikondisikan dengan keadaan ekonomi (kemampuan dan kesanggupan) untuk membayar premi asuransi (komitmen) jangka panjang. Jika mampu membeli lebih dari satu asuransi, silakan, bahkan itu lebih baik. 



Jika produk asuransi sudah ditentukan, harus tetap kritis untuk menentukan produk asuransi perusahaan manakah yang sekiranya sesuai. Bandingkan satu sama lain secara detail dan teliti untuk menghidari suatu hal yang tidak diinginkan (keribetan) dikemudian hari. 

Tidak kalah penting, telusuri track record perusahaan asuransi tersebut. Bisa melalui internet bahkan orang terdekat kita yang sudah lama menggunakn asuransi tersebut. Hindari memilih perusahan asuransi yang mempunyai banyak masalah dengan nasabahnya. Bisa jadi kesalahan yang dilakukan agen asuransi dan menjadikan citra buruk perusahaan asuransi sebenarnya bukanlah mencerminkah professionalitas perusahaan asuransi. Teliti!
Jangan ragu untuk mempelajari isi polis secara detail meskipun memakan banyak waktu. Tidak kalah penting, segera batalkan mengambil polis jika aturan main dirasa kurang cocok dengan kebutuhan. Terutama masalah durasi waktu dan masa jaminan. Mintalah agen untuk memberikan penjelasan atau gambaran jika kurang paham dengan isi polis. 

Harapannya, setelah membaca tips-tips diatas dengan penerapannya mampu merevolusi pemikiran masyarakat agar lebih terbuka. Disisi lain saat ini perusahaan asuransi sedang berlomba-lomba untuk berevolusi memberbaiki kwalitas pelayanan. Seperti halnya Equity Life Indonesia, usaha dalam memulai revolusi dalam asuransi jiwa di Indonesia juga sedang dilakukan. 

Revolusi yang dilakukan Equity Life Indonesia yang dilakukan secara berkesinambungan antara lain: saluran distribusi yang diberikan untuk memasarkan produk asuransi, pengembangan produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, layanan yang diberikan kepada nasabah, menciptakan tenaga pemasar asuransi yang handal, serta pengembangan kreativitas sebagai upaya mengantisipasi pergeseran pola perilaku dan kebiasaan konsumen yang dipengaruhi oleh perkembangan zaman, teknologi dan digital.

foto.bisnis.com

Berdiri sejak tahun 1987, PT Equity Life Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri asuransi jiwa individu dan kumpulan. Rangkaian produk yang lengkap seperti Asuransi jiwa, Communities Market, Asuransi Kesehatan, Employee Benefit, Bancassurance, Asuransi Ritel. Untuk lebih tahu lengkapnya, sobat dapat melihat jenis produk-produk Equity Life Indonesia disini.

Dari uraian ditautan tersebut, sobat dengan langsung dapat memperkirakan jenis asuransi seperti apa yang dibutuhkan. Plus, informasi terkait sistem, syarat dan ketentuan yang berlaku pada asuransi yang diminati. Eits, jangan lupa ajukan pertanyaan jika dirasa ada suatu hal yang perlu diketahui melalui contact center. 


www.equity.co.id

Tingkat keterpercayaan dan kwalitas sepertinya tercermin dari banyaknya penghargaan yang telah diperoleh. Pada tanggal 16 September 2017, Equity Life Indonesia berusia 30 tahun dan berhasil meraih 9 penghargaan pada ajang Top Agent Awards yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Palembang, pada tanggal 8-9 Agustus 2017.  (lihat disini)

Kesimpulan : Ya, pentingnya revolusi asuransi untuk saat ini adalah tuntutan yang harus dilakukan oleh para perusahaan asuransi seperti halnya Equity Life Indonesia lakukan. Sebagaimana keinginan masyarakat (nasabah asuransi) bahwa mereka ingin dipermudah dalam pembelian asuransi, pembayaran tagihan premi, klaim asuransi hingga hal-hal lain terkait kemudahan, keamanan dan kenyamanan berasuransi. 

Dengan begitu, masyarakat dapat dengan mudah menyeleksi dan memilih jenis produk dari perusahaan manakah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemantapan hati. Semoga artikel ini bermakna, salam :)

My confession : Kenapa gue Harus dipilih ikut liburan ke Bali?

Tulisan ini awalnya lahir dari “komporan” tulisan-tulisan teman gue di blog yang gue temuin ketika blogwalking. Dua orang anggota blogger Jember yang sepertinya juga sedang ikutan giveaway ini. Thanks gaes, kaliah luar biasaaaaa #nadaarielnoah .... sehingga akhirnya gue tidak kehilangan kesempatan yang berharga dan keren ini.

Memang, giveaway ini sukses bikin gue deg-degan. Jadi, kali ini sudah siap membaca tulisan gue? Tulisan yang sarat akan halu (halusinasi) untuk bisa liburan segera ke Bali. Jika sanggup lanjutkan membaca tulisan ini dari awal-akhir, jika tidak sanggup ya harus disyanggupin ... hehe╭ (′▽`)╯

Sebentar, tapi melihat hadiahnya, gue semakin ragu. Semenarik itu, pasti peluangnya juga semakin kecil untuk gue. Belum lagi kalau para travell blogger juga turut berpartisipasi. Ih, ngeri ah!


Tapi teman-teman gue itu berani mencoba kok. Itu artinya gue juga harus optimis dan berani berjuang demi 4D3N liburan di Bali. Dengan dipublish-nya tulisan ini, fix! kita bertiga sama-sama sedang berjuang demi Bali. Kita bertiga sepertinya sama-sama "ngidam" liburan ke Bali kan? Semoga beruntung ya, coy! :)

Gue merasa beruntung melihat postingan info giveaway ini. Setidaknya, kali ini gue memiliki kesempatan untuk bisa mewujudkan resolusi tahunan gue untuk liburan ke Bali, pertama kalinya. Resolusi yang sudah seperti susu adik yang lupa diminum dari hari kemarin. BASI. Resolusi yang tak kunjung terwujud. B-A-L-I. I'm coming  ... (´⌣`ʃƪ)

  (Tips : gunakan earphone ya coy, suara doraemon gue ini akan lebih enak didengar loh!)

Akhirnyaaaa, kesempatan yang sebenarnya gue tunggu-tunggu ini menghampiri lagi. Harapan bisa travelling bersama orang-orang baru dan tempat-tempat yang luar biasa (terutama tempat yang belum pernah gue kunjungi). Semoga kali ini gue berjodoh fudengan Bali.  (ɔ ˘⌣˘)♥(˘⌣˘ c)

Terakhir kali, gue envy karena dipameri oleh teman-teman blogger yang terpilih menjadi peserta jalan-jalan ke Lamongan beberapa waktu lalu. Astaga, gue ketinggalan info. Berharap masih ada event serupa berikutnya tapi nyatanya tidak hingga info giveaway sekece ini muncul.

Jika terkabul, lumayan kan? Mendadak jadi kolektor foto. Siap dan cukup untuk stock feeds instagram hingga akhir tahun ini. Semua post "all about Bali" for my first experience. Dan ini akan menjadi travelling terindah gue ditahun 2017 ini.

(nb: diedit sedemikian rupa bersama ke-halu-an gue)

Bytheway, ini pertama kalinya gue ikutan giveaway yang berbau travelling. Sejujurnya dari dulu gue sangat tertarik pergi travelling (suatu tempat luar pulau khususnya). Kemudian membuat tulisan-tulisan berbau travelling diblog. Biar menu (mbolang) travelling diblog gue tidak terlalu lama nganggur. 

Tau kan kalau terlalu lama dianganggurin? Sama halnya seperti hati, lama-lama akan mati rasa jadinya :) 

Tapi meskipun menu travelling (mbolang) itu terpampang nyata di blog, sampai saat ini gue masih belum juga kemana-mana lagi. Merasa berdosa. Sejauh ini hanya liburan ke tempat-tempat wisata lokal saja (terdekat), rame-rame bareng geng andalan, tapi itupun jarang. I need more travelling, I miss travelling too (soon).


(Q&A seperti diatas baru bisa gue jawab ketika gue sudah pernah menginjakkan telapak kaki  gue di Bali ya gaes)

Benar sekali, dari deskripsi diatas gue adalah pengemar travelling yang rame-rame bukan tipe solo travelling. Menurut gue, semakin rame semakin menyenangkan. Lagipula, saya belum memiliki banyak pengalaman untuk pergi travelling sendirian. Itulah alasan, kenapa saya tidak pernah sendiri ketika travelling.

Masih banyak hal yang perlu gue pelajari tentang ilmu-ilmu travelling yang (sangat mungkin) belum gue ketahui. Disini gue butuh teman yang sudah cukup berpengalaman travelling. Biar gue bisa berguru dan membentuk karakter dalam diri gue bahwa travelling itu bisa dilakukan sendiri maupun rame-rame. Mbak pungky, mau kan berbagi ilmu travellingnya? 

Gue berharap, kelak lahirlah gue yang bisa, mau dan berani melakukan solo travelling meskipun teman-teman yang lain sibuk dengan kesibukkannnya masing-masing. Gue gak perlu khawatir gagalnya rencana travelling seperti yang sudah-sudah. Tidak perlu nunggu teman ini dan itu karena jadwal tidak pernah sejalan. Tidak takut/khawatir akan, ini lah-itulah dan sebagainya.


(travelling ala gue bakalan lebih flexibel yuhuui..  )

Dambaan menyamakan skor 1-1 dengan teman-teman gue yg kemarin sudah liburan ke Bali juga ding. Gue ingin membuat keseruan jika memiliki kesempatan terpilih ikut ‘’kintil’’ mbak pungky Prayitno liburan ke Bali. Sekaligus ini akan menjadi liburan pertama ke Bali. Gue ingin menjadikan pengalaman pertama ini semenarik mungkin, ya!

Nanti akan beda cerita lagi. Bukan lagi teman-teman gue yang bawain oleh-oleh pie susu dari Bali untuk gue. Tapi nanti (gue kepilih nememin mbak pungky ke Bali) pasti giliran gue yang akan bawakan pie susu bali untuk kalian guys. Jangan khawatir ♉(˘♢˘)♉

Apa dan kenapa gue harus dipilih oleh mbak Pungky untuk nemenin maen ke Bali? Selain alasan (curhatan) yang sudah saya sampaikan melalui soundcloud diatas. Banyak hal yang ini gue lakukan di Bali. Aji mumpung yes, mumpung diajak jalan-jalan gratis sama mbak pungky dan Bali funky maksudnya. Mumpung ada teman blogger serunya juga. Mungkin juga kita bisa collabs bikin sesuatu project di Bali gaes. 

Disana nanti gue pengen bikin vlog atau biki konten videography yang akan gue posting dipostingan selanjutnya. Satu kalimat, “Mbak pungky ...Mbak pungky ... , gue bisa diajak seru-seruan bareng di Bali lo ~(˘▾˘)~”

(ngapain hayo, ngapain enaknya? share ide dikomentar dong)

Meskipun belum pernah bertemu dengan mbak yang satu ini (mbak pungky), yang gue tau (sepertinya) mbak pungky jago bikin boomerang ya? Gue bisa diajak collab bikin boomerang juga kok mbak. Hehe (usaha). 

Oh iya, suka dangdutan nggak mbak? Boleh juga lo, nanti kita dangdutan bareng dengan iringan lagu via vallen/nella kharisma yang lagi hits sekarang di pantai ya mbak. Hehe. Khusus yang ini gue pengen nantang mbk pungky dan teman-teman lainnya joget dangdutan sambil menikmati sunset di Bali yang terkenal itu. Syedaap! Oh iya, Mbak pungky ... nanti ajarin variasi gerakan boomerang ya kalau ketemu? Hehehe.
                                              ~(˘▾˘)~  ~(˘▾˘)~  ~(˘▾˘)~  ~(˘▾˘)~  ~(˘▾˘)~
(Boomerang Beach Be Like  ~(˘▾˘)~. nb: lebih enak ditonton sambil diputerin lagu dangdut, cobain!)

Masalahnya gue belum pernah menginjakkan kaki di Bali. Oleh karena itu dengan bantuan internet, gue mencoba mencari spot-spot instagramable yang ingin gue kunjungi pas berada di Bali. Sudah termasuk soal romantisnya sunset bali seperti di ftv–ftv tentunya. Hehe.

Tapi bingung juga sih, ternyata banyak sekali pilihan tempat wisata keren yang ada di Bali, ya! Oke, kali ini akan gue ringkas menjadi 20 tempat yang gue (ponakan hamish daud) ingin kunjungi terlebih dahulu. Omaigaaaaat .... itu karena saking banyaknya tempat keren yang bisa dipilih di Bali. 



Tadinya gue mau bikin 10 tempat ter-gue-banget. Tapi akhirnya gue tulis 20 obyek wisata yang "gue-banget" gaes. Dipilih menggunakan perasaan yang menurut gue memang punya 1 alasan yang sama untuk mendeskripsikanya, yaitu ins-ta-gram-able. Riset ini diambil dari sosmed dan om google ye \__~(˘▾˘~)). 

Harap bersabar, kalian hanya cukup lihat-lihat gambarnya aja ya (ntar kalo kesampaian ke tempat-tempat ini, gue bakal bikin tulisan khusus yang lebih spesifik tentunya). Kemudian wajib jawab dikomentar, manakah diantara 20 foto ini yang paling ingin kalian kunjungi gaes. 20 tempat atau spot instagramable yang gue maksud (idam-idamkan) itu antara lain:


Kira-kira kalian suka tempat yang mana gaes? Oh iya, katanya mbak pungky nggak mau sendirian kan ke Bali? Sisain satu slot yaaak ... °\(^▼^)/°

Aku bisa kok diajak collabs seru-seruan selama 4 hari 3 malam di Bali. Mantai, rafting, cycling, trekking dan seru-seruan di Bali semua “aku avaliable” pokoknya. Sekian, tulisan yang penuh kehaluan ini, semoga kita bertemu di Bali :)

Mau lagi dong, Blog Coaching Clinic Bersama Blogger Perempuan di Jember

Jauh-jauh dari kota Jakarta ke daerah hanya untuk beberapa jam saja, kemudian kita berpisah ke alam masing-masing. Datang dari Jakarta, ya pulang ke Jakarta. Begitu juga teman-teman blogger yang berasal dari bondowoso-Jember dan sekitarnya kembali ke alamnya masing-masing. Kita kapan ketemu lagi?


Hari itu rasanya siang datang terlalu cepat, tidak dengan jodoh! *eaaa. Tiba-tiba selesai menyantap makan siang Greenhill Hotel & Convention Center Jember, kenyang, loh-kok sudah pada pamitan pulang. Sebenarnya saya 'ngarep' masih ada segmen-segmen berikutnya setelah kekenyangan ini. Kayaknya enak deh, udah kenyang, seru-seruan sharing ilmu bareng dan diakhiri dengan renang bareng (belum cobain kolam renang sih, aku pengen sih). 

Apa karena aku datang telat, waktu terasa sangat cepat ya? Tapi untungnya acara belum dimulai. Nah baru beberapa menit setelah aku 'melancarkan nafas' karena baru sampai lokasi acara Blog Coaching Clinic Bersama Blogger Perempuan mbak-mbak dari Blogger perempuan memasuki ruangan.

Ada sedikit drama menuju lokasi sih. Masalahnya adalah .... meskipun sudah lama ada di Jember, tempat yang memiliki kolam renang yang instagramable ini aku tidak begitu paham lokasinya. Nggak punya paket internet, pulsa habis pula saat itu. Untunglah, tepat dibagian depan lokasi ada kios pulsa jadi aman (Terima kasih mbak counter pulsa). Yaelah, cukup sudah kesusahan dihari itu.  Rasanya pengen mandi dikolam renang Greenhill Hotel & Convention Center Jember, tepat disebelah ruangan yang bikin seger itu sebelum acara dimulai ...

(mau ih, kesini lagi! #kode)

Semua ini gara-gara telat bangun. Tepatnya, sudah bangun pagi-setrika baju-jogging bentar kemudian pulang ke kos- kok ngantuk-tiduran- kebablasan sampe jam 8 pagi baru bangun. Padahal kan, kita rencananya berangkat bareng dari rumah mbak Prita menuju TKP sekitar jam 7 pagi. Alamat deh, gw ditinggal yang lainnya. Ps : Jangan 'nyambi' tidur jika mepet dengan aktivitas berikut yang mau dikerjakan ya.

Pesan dan kesannya setelah mengikuti Blog Coaching Clinic Bersama Blogger Perempuan apa mas? (pura-pura ada yang tanya).

Kurang durasi acaranya (pasti), seneng ketemu lagi dengan teman-teman blogger yang lama tidak ketemu kopdar, teman-teman baru yang baru juga belajar blogging dan seneng bukan maen bisa ketemu mbak-mbak blogger hits Djakardah yang berbagi ilmu blogging gratis.

(Sebelum materi pertama diberikan, sesi perkenalanpun wajib hukumnnya)

Oh iya, sebelumnya saya tau dan hanya bisa melihat mbak-mbak keren ini di gambar foto blognya masing-masing. Tapi akhirnya, kemarin bertemu langsung dan sempat juga foto bareng. Sudah tau ke-popularan orangnya didunia maya (blogosfere- kemudian ketemu langsung dengan orangnya). Happy endinglah ...

Salam kenal dan terimakasih juga untuk teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu (gak hafal namanya satu-satu ding). Pokoknya, kalian luar biasa .... Diblogger Jember kita belajar bareng ya teman-teman. Tentang blogging, pertanyaan sekonyol dan sereceh apapun jangan malu untuk ditanyakan. Balik lagi ke-pasal pertama, kita semua belajar bareng :) 

Oh iya, aku suga (pake baju kemeja putih). Salam kenal. Itu loh, kemarin yang memberi pertanyaan pada mbak Shintaries (narasumber 1 sekaligus founder blogger perempuan) itu loh. Pertanyaan tentang drama naik-turunnya DA dan PA blog kita #sombooong..:p (catet nomor induk mahasiswa saya ya bu.. wkwkwk)


Nggak ding, aku ini sebenarnya dibuatkan dan disuruh menanyakan pertanyaan yang dibuat mbak Rohma. Padahal aku ini sebenarnya pemalu dan pendiam loh mbak. Tapi mengingat kesempatan (mungkin) tidak datang dua kali, mumpung ada narasumber yang berpengalaman dalam bidangnya akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya. Khusus ini, pertanyaanya murni dari saya, karena pertanyaan mbak rohma sudah terjawab, iya kan mbk?


Jadi nilai DA dan PA itu sangat penting untuk blogger seperti kita. Nilainya ada direntang 1-100 tergantung kepopuleran blog dimata google. Punya blog dan pengen tau nilai DA-PA blog kalian? Klik www.checkmoz.com/ dan masukkan url blog maka akan muncul nilai DA-PA kalian. Simpelnya DA-PA ini untuk apa sih? 

For information aja sih buat teman-teman yang tertarik dengan dunia blogging, bahwa ngeblog atau blogging itu kompleks. Tidak hanya kita belajar berbicara dan menyampaikan informasi atau berbagi pengalaman dalam bentuk konten yang kita masukkan blog. Tapi dari kegiatan blog juga, kita bisa mendapatkan sesuatu (baca: job review atau sebagainya).

Bentuknya ada yang review produk diberi produk, hingga review produk yang diberi fee lebih dari yang sudah saya sebutkan diatas. Tidak hanya reviw produk aja, ada yang namanya job CP (content placement), campaign social media yang terhubung dengan teman-teman blogger lainnya dan banyak ke-komplek-an lainnya yang akan menyimpulkan menjadi blogger yang tekun itu berfaedah sekali. Coba deh pas nganggur googling ... biar makin semangat kaya aku dulu sih. hehe.

Job-job itu tentu akan teman-teman dapatkan ketika terhubung dengan teman-teman blogger yang tersebar diseluru penjuru Indonesia. Berkat ketekunan untuk membrandingkan diri dengan apa yang bisa kalian berikan melalui blog juga. Disini, seringkali tawaran job itu dipatok berdasarkan nilai DA-PA, khususnya DA. Sebuah job hanya bisa dilakukan oleh blogger yang mempunyai blog dengan DA minimal xx (sekian). Lain hal, beda blog dengan nilai PA, fee yang didapat juga berbeda. 

Semua tentang ini dan beberapa hal lain seperti, branding dan memaksimalkan blog juga disampaikan oleh Blogger Perempuan. Intinya: Terus belajar dan maksimalkan apa yang ada. Flasback lagi nih, dulu saya maju-mundur ngeblog, tapi semenjak bertemu dengan teman-teman blogger Jember semuanya menjadi semakin mudah dan membuka mata bahwa ngeblog itu memang perlu ditekuni. Semoga demikian juga dengan teman-teman yang baru belajar blog :)



Sekali lagi, terima kasih kepada tamu yang datang dari jauh, mbak Shintaries, mbak Almazia dan mbak-mbak dari Blogger Perempuan lainnya (lupa lagi). Juga teman-teman yang sudah datang diacara Blog Coaching Clinic Bersama Blogger Perempuan. Semoga kita bisa bertemu lagi dimoment yang pas (pas sama-sama ada waktu, karena saya percaya kita semua sama-sama sulit menyatukan rasa, waktu ding). Bye :)