ASUS Zenfone Max M2 : Hape Gamers Tanpa gelar “Pro”, ragu nggak buat dimiliki?

“Adik’e ngambek dari kemarin di rumah le, katanya hapenya rusak trus minta hape baru. Sampeyan punya hape bekas atau murah-murahan nggak buat adike?” 

Begitulah curhatan paklik (paman) ketika bertamu di rumah saya beberapa waktu lalu. Ketika buah hatinya merengek untuk sebuah hape baru, (katanya sih) hape yang selama ini adik gunakan rusak. 


Menurut paklik juga bukan hapenya yang rusak melainkan lebih tepatnya bisa dibilang kalau hape yang adik pegang sudah jadul alias ketinggalan jaman dibandingkan teman-temannya di sekolah. Apalagi, kini adik sudah duduk di bangku SMP yang saya yakin juga membutuhkan hape lebih mumpuni untuk mengakses internet dan dunia per-gaming-an. 

Warnet kini sudah asing dipergunakan sebagai markas untuk mengerjakan tugas-tugas dan per-klipping-an sekolah. Sumber referensi tugas kini bisa dicari hanya melalui ponsel sambil leyeh-leyeh di rumah. Kirim-kirim tugas juga paperless, lewat email. Bermain social, nonton video dan mencari hiburan semuanya streaming lewat hape. Jadi ya hape yang mumpuni kini memang sangat dibutuhkan oleh semua kalangan.

Itulah muncul motto kehidupan “Mending beli kuota internet dibandingkan membeli pulsa untuk SMS maupun telepon”. "Mending nggak jajan daripada telat kuota internet". Jelas, saya pernah diusia adik dan sayapun mengerti akan kebutuhan gadget saat ini sangat menunjang untuk media belajar sekaligus hiburan.


Termasuk adik saya yang beberapa akhir ini ketahuan sudah gabung banyak grup whatshapp semenjak memiliki hape baru. Bukannya mas-mu ini kepo, tapi suara notif whatshapp itu tidak bisa bohong kalo kamu tiap hari banjir notifikasi chat whatshapp lo furgusoo dek. Haha. 

Pernah nggak? Drama seperti apa yang terjadi saat kamu merengek minta hape untuk pertama kalinya waku dulu, hayo? Lupa-lupa ingat atau lupa-lupa ingat? 

Saya dan teman-teman pasti memiliki drama yang hampir sama dalam rangka minta hape baru kepada orang tua saat kita remaja dulu. Dulu remaja tapi kini terjadi anak-anak yang beranjak remaja, adik gue (sepupu) misalnya. 

Tapi mengenang cerita seperti itu, di masa-masa itu membuat saja menjadi semakin bersyukur, jika dahulu saya hanya mentok bisa memiliki hape dengan game snake mania ‘lungsuran’ a.k.a warisan dari mbak (kakak). Dulu, saat saya kelas 1 SMP, saya memiliki hape pertama warisan dari kakak. Hape jadul dengan layar monocrome kaya lagunya tulus


Kini perjalanan panjang itu membawa saya bisa merasakan hape dengan kamera dengan pixel kamera yang mumpuni setara dengan kamera digital dan multitasking untuk apa saja. 

Dan akhirnya adik sepupu sayapun tidak lagi uring-uringan setelah punya hape baru. Begitulah kehidupan saya sebagai anggota keluarga yang begitu dekat dengan perkembangan teknologi, sungguh berisiko. 

Beresiko untuk siap ditanya-tanya tentang perkembangan teknologi, diantaranya yang paling sering seputar gadget. Ketika mereka ingin membeli sebuah gadget, saya berperan sebagai penasehat gadget di keluarga. *bhahaha (merasa berguna) 


Sebetulnya, kebanyakan dari mereka tidak menyebut secara spesifik hape yang mereka ingin beli. Jadi tugas saya yaitu menyesuaikan spesifikasi sebuah hape dengan kebutuhan mereka. Misalnya nih, adik sepupu saya tadi. 

Meskipun ia tidak menyebutkan secara spesifik hape seperti apa yang diinginkannya tapi saya begitu paham bahwa seeumuran mereka pasti sangat butuh hape untuk keperluan nge-game. 

Secara arus mobile legend, PUBG dan game kekinian masih begitu kuat untuk dimainkan, mabar bareng teman. Oleh karena itu, hape gaming adalah jenis smartphone yang paling sering saya rekomendasikan khusunya series Zenfone Max dari Asus. 

Series Zenfone max jelas memiliki kapasitas baterai yang mumpuni untuk menemani keseharian mereka di sekolah maupun ketika di rumah akhir pekan (saat di rumah). Khususnya Zenfone Max M2 yang menjadi idola bagi bagi netizen disegmen entry level.

Mana yang paling cocok untuk kamu?

Selain itu zenfone max M1 dan M2 masih menjadi hape idaman para netizen untuk menjadi daily driver. Game mumpuni, Kamera juga oke, multitasking bisa, cukup banget deh buat dipakai sehari-hari. All in one deh.
Berkat user experience juga dari teman-teman yang sudah menggunakan series ini, mereka sangat puas dengan performa zenfone Max M1 dan M2. Jadilah ini alasan, saya berani untuk merekomendasikan smartphone untuk keperluan gaming untuk adik-adik saya dan lingkup keluarga. 

Tapi sekarang sih, karena series Zenfone Max M2 lebih baru dari series Zenfone Max M2 jujur saja saya lebih merekomendasikan untuk mereka. Secara fitur lebih baru. Tinggal pilih deh antara Zenfone Max M2 atau Zenfone Max Pro M2. Mudah bukan? 


Mudah untuk mereka yang punya budget cukup dan lebih sih ya. Tapi karena kebanyak dari adik dan keluarga saya memiliki budget yang terbatas, Zenfone Max M2 (tanpa embel-embel pro) inilah solusi terbaik. 

Hape Gamers Tanpa gelar “Pro”, ragu nggak? Cukup banget sih menurut aku sebagai pakar gadget keluarga dan kemudian menyarankan Zenfone Max M2 ini sebagai perangkat gaming dan penunjang aktivitas sehari-hari. Saya menyebut Zenfone Max M2 sebagai hape terjangkau tapi kualitas tetap terjagaKhususnya bagi pemilik budget terbatas. Hehe. Spesifikasi Zenfone Max M2 yang jadi andalan buat aku antara lain ..

sumber gambar : fonearena.com

1. BATERAI TAHAN LAMA
Ini sudah bisa ditebak, series Max sesuai dengan penamaannya menunjukkan bahwa Zenfone Max M2 ini memiliki daya jual utama yaitu baterai. ZenFone Max M2 kali ini menggunakan baterai lithium-polymer berkapasitas besar 4.000 mAh. 

Buat ngegame sendiri ataupun mabar nih, jabanin dah tanpa bingung cari senderan tembok yang ada colokan listriknya. Baterai yang diproduksi secara khusus tersebut mampu membuat ZenFone Max M2 memiliki waktu standby di jaringan 4G selama 33 hari. 


 problem yang bikin Bete saat ngegame

Selain itu, smartphone ini juga bisa menemani penggunanya menonton video selama 21 jam, berselancar di internet menggunakan WiFi selama 22 jam, hingga bermain game selama 8 jam non-stop.

Oh iya, hal-hal yang tidak menyenangkan dan biasa kamu alami saat bermain game rasanya tidak mungkin terjadi karena dengan system operasi pure Android Oreo 8.0 yang sangat ringan untuk bermain game. No lag-lag club yes!

2. LAYAR LEGA
Baterai yang powerfull juga didukung dengan layar yang melegakan. ZenFone Max M2 merupakan smartphone pertama di seri ZenFone Max yang menggunakan layar 6,3 inci all-screen 19:9 HD+ (1520x720) loh. Satu hal yang menjadi sepakat bagi kita bahwa main games menggunakan layar lebar itu memanjakan mata. 


Dengan ukuran layar tersebut, screen-to-body ratio hingga 88% sehingga dapat memperkaya pengalaman penggunaan yang menyenangkan selama menatap layar. Meski lebih ringkas, smartphone ini tampil lebih powerful dan masih mengusung baterai besar. Ingat, meskipun demen games jangan lupa managemen waktu dengan baik dan jadikan games menjadi hal yang bernilai postifi ya gaes!

3. TIDAK CEPAT PANAS
Ragu? Sangat jauh lebih baik dari series terdahulu kini series Zenfone datang dengan daya pikat yang benar-benar memikat netizen. Ditenagai oleh SoC Qualcomm Snapdragon 632 merupakan komponen pamungkas yang membuat ZenFone Max M2 punya performa tinggi tetapi hemat daya dan tidak panas.

Lalu, apakah Zenfone Max M2 ini kamu banget? ZenFone Max M2 ini cocok bagi kalian pengguna entry level yang menginginkan performa smartphone gaming untuk penggunaan sehari-hari. Keseruan mabar bareng temen dan geng kamu tidak akan terganggu deh, yakin.


Kamu yang gamers, hobi streaming video, dengerin musik, bahkan jika kamu adalah seorang blogger/konten kreator, Zenfone Max M2 ini bisa banget mendukung hobi kamu tersebut. Sedangkan untuk spesifikasi lengkap lainnya yang mungkin menjadi fitur yang paling dicari bisa teman-teman lihat dibawah ini ...

sumber gambar : yahyakurniawan.net


ZENFONE MAX M2 SPECIFICATION

Color
Midnight Black, Space Blue, Meteor Silver
Capacity
Internal storage
eMCP 32GB / 64GB
MicroSD card
Supports up to 2TB
Google Drive
100GB free space (1 year)
Weight and Dimensions
Weight: 160 grams
Display
6.3-inch HD+ (1520 by 720) IPS display
88% screen-to-body ratio
Front 2.5D curved glass
Capacitive touch panel with 10 points multi-touch
Processor
CPU : Qualcomm® Snapdragon™ 632 Mobile Platform with 14nm, 64-bit Octa-core Processor
GPU : Qualcomm® Adreno™ 506
Memory
3GB / 4GB / 6GB
Main Rear Camera
13MP, F1.8 aperture, 26mm equivalent focal length in 35mm film camera, Phase-detection autofocus, LED flash
AI Photography : AI Scene Detection in 13 types: people, food, dog, cat, sunset, sky, green field, ocean, flower, plant, snow, stage, text
Camera modes : Auto, Beauty, Portrait, Pro, HDR, Sports, Night, 9 various filters
Second Rear Camera
2MP, Depth sensing
Front Camera
8MP, F2.0 aperture, 26mm equivalent focal length in 35mm film camera, Softlight LED Flash, Face recognition unlock
Camera modes : Auto, Beauty, Sports, Night, 9 various filters
Video Recording
4K UHD (3840 by 2160) video recording for main rear camera
1080p FHD video recording at 30 fps
720p HD video recording at 30 fps
3-axis electronic image stabilization for rear camera
Take still photo while recording video
Audio
Speaker
5-magnet speaker with NXP smart amplifier for louder, deeper and less distorted sound effect
Audio Output
Audio CODEC integrated into PMIC
NXP smart amplifier
Microphone
Dual microphones with ASUS Noise Reduction Technology
FM Receiver
FM radio
Wireless Technology
WLAN 802.11 b/g/n; support Wi-Fi direct
Bluetooth 4.2
Navigation
GPS, AGPS, GLONASS
SIM Cards
Triple slots: Dual SIM & one microSD card
Slot 1: 2G/3G/4G Nano SIM Card
Slot 2: 2G/3G/4G Nano SIM card
Slot 3: Supports up to 2TB microSD card
Both SIM card slots support 3G WCDMA / 4G LTE network band. But only one SIM card can connect to 4G LTE service at a time.
VoLTE / VoWiFi support
VoLTE / VoWiFi varies by region, please check compatibility with local carriers.
Sensor
Rear fingerprint sensor (0.3 seconds unlock, supports 5 fingerprints), Accelerator, E-Compass, Gyroscope, Proximity sensor, Ambient light sensor
Battery
4000mAh with fast charging
Up to 33 days 4G standby
Up to 35 hours 3G talk time
Up to 22 hours Wi-Fi web browsing
Up to 21 hours video playback
Up to 8 hours Garena Free Fire
Operating System
Stock Android™ Oreo™


Regards,
Pemuda sedikit akal, banyak rindunya.

AXE Deodorant Body Spray : Senjata Ganteng Saat Beraktfitas Seharian

Wangi badan dulu bukanlah hal yang mendapatkan perhatian dari para pria. Itu dulu deh, sekarang masalah bau badan merupakan masalah yang besar untuk semua orang, termasuk pria.


Bau badan harus terontrol meskipun aktivitas padat setiap hari. Jangan sampai orang sekitar kita protes dengan masalah ini. Tidak ingin kan?

Bahkan kini hal tersebut tidak boleh lagi menjadi alasan. Tampil ganteng meskipun berakitfitas seharian adalah tantangan besar untuk para pria.

Orang-orang di sekitar pria, terutama perempuan sudah pasti mengidamkan wangi badan yang memikat sehingga hari-hari menjadi lebih berwarna dan membuat betah beraktiftas disekitar kita. Jomblo terus-terusan akibat bau badan? Serem kan...


Memang setiap orang memang memiliki bau badan yang khas. Namun bau badan yang cenderung tidak sedap akan menganggu orang-orag sekitar. Penyebab bau badan adalah kelenjar keringat.

Keringat dihasilkan oleh dua kelenjar penting dalam tubuh yaitu kelenjar accrine dan kelenjar apokrin. Kelenjar accrine adalah tempat di mana kelenjar bening dan tidak berbau dihasilkan sejak bayi. Sedangkan kelenjar accrine menghasilkan keringat yang berguna untuk menurunkan suhu tubuh pada waktu tertentu.

Sedangkan bau badan yang tidak sedap berasal dari kelenjar apokrin. Kelenjar ini letaknya jauh di dalam kulit. Biasanya kelenjar ini ada pada bagian-bagian lipatan tubuh seperti ketiak.

Banyaknya sih di ketiak, karena ketiak memiliki pori-pori yang cukup besar untuk mengeluarkan keringat. Kelenjar akan berekresi bersama bakteri yang berperan dalam proses pembusukan. Oleh karena itu timbul bau badan yang tidak sedap


Cara menghilangkan bau badan? 3 metode yang bisa teman-teman terapkan sebagai cara menghilangkan bau badan diantaranya yaitu dengan memanfaatkan bahan - bahan alam sekitar kita seperti daun sirih, temulawak, daun jambu biji dll yang diolah sebagai ramuan atau dioles begitu saja.

Cara praktis juga ada. Salah satu cara yang paling mudah dan modern yaitu dengan menggunakan produk-produk yang tinggal pakai saja. Mudah ditemukan di toko atau modern market.

Mulai dari deodorant, body spray, parfum dll yang dapat mengurangi bau badan. Saya menggunakan AXE Deodorant bodyspray misalnya. Sudah pernah menggunakan varian bodyspray yang satu ini?


Dari masalah pria ini, AXE Indonesia mempersembahkan parfum yang disesuaikan dengan berbagai karakter dan aktivitas pria setiap hari. Saat ini saya menggunakan AXE deodorant body spray. Deodorant aman dengan kwalitas terjamin. 

Jadi kali ini saya akan mereview produk yang mulai minggu lalu saya pakai. Untuk mendapatkan produk ini menurut saya sangat mudah alias bisa ditemukan di toko-toko terdekat. Ya, seperti produk-produk AXE lainnya, produk AXE Body Spray bisa saya jumpai di supermarket dimana saya tinggal.

Padahal saya tinggal di kota sedang. Jadi sudah pasti teman-teman dapat membeli produk ini di toko/mini market/supermaarket yang ada di kota teman-teman tinggal. Yes, AXE Body Spray ini lah yang jadi andalan gue saat ini.


Dengan memilik wangi tahan lama, pengharum tubuh dari AXE yang saya gunakan ini memuat saya semakin percaya diri. Beraktifitas dan berinteraksi dengan banyak orang sepanjang hari. Tanpa teman dekat protes akan bau badan. Hehe.

Selain wangi yang menurut saya cukup strong tapi menyegarkan, saat pemakaian sensasi dingin saya rasakan begitu menyemprotkannya ke badan. Memang sih ini terasa cocok banget untuk saya karena bentuknya yang spray ini. Jadi ya praktis, tinggal semprot saja.


Apalagi AXE yang bisa saya gunakan juga sebagai penganti deodoran (saat berpergian lupa bawa atau kondisi tertentu) ini memiliki kemasan yang terbilang cukup unik. Lubang spray akan tampak dan disembunyakan hanya dengan memutar bagian tutupnya. Kesimpulanya sih, AXE Body Spray juga aman saya gunakan sehingga cocok jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang.


ASUS Zenbook UX391UA : Teman traveling yang sedang kami semogakan besama dari Pesisir Pantai Boom Banyuwangi

Sabtu, 13 Januari 2019 

Mas Jadi pulang kapan?
Mas, besok jadi liburan kemana?
Mas, besok action cam-nya dibawa ya?
Mas, besok berangkat jam berapa?
(dan banyak pertanyaan lainnya melalui pesan whatshapp)

16:30 WIB: Sore menjelang malam dalam keadaan sedikit terburu-buru di kejar gelapnya malam yang datang, saya pulang. Derasnya hujan sesekali disertai angin kencang yang menyebabkan macet akibat pohon tumbang disekitar gunung gumitir bukanlah alasan, saya tetap pulang. 

Jangan sampai terlalu malam tiba di rumah, karena orang rumah pasti "merebus" saya. Begitulah kekhawatiran orang tua, saat malam hari anak laki-lakinya ini masih diperjalanan.


Macet berjam-jam akibat pohon tumbang di Gunung Gumitir, Jember - Banyuwangi

Saya bergegas meninggalkan kota Jember untuk pulang ke Banyuwangi karena besok jam 07.00 WIB pagi saya memiliki janji. Janji untuk liburan bersama adik-adik di Banyuwangi untuk mengisi hari liburan sekolah. 

Bukan dalam rangka liburan sekolah ding, karena hari-hari ini mereka sudah masuk sekolah. Jadi liburan kali ini sebenarnya adalah pengganti liburan yang diundur karena saat liburan sekolah (mereka) kemarin, saya dan pengajar lainnya terlalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ini soal hutang liburan bareng mereka, gitu. Hehe

Seperti biasa, ini merupakan agenda tahunan yang kami adakan. Liburan bersama adik-adik didik di sekolah minggu. Meskipun terlaksana bukan di hari liburan sekolah, kali ini kami memanfaatkan liburan weekend untuk liburan singkat. Ya, ketemunya itu.

Waktu yang pas, kita sama-sama bisa untuk liburan bersama diakhir pekan. Dan saya bisa pulang ke kampung halaman, Banyuwangi, tapi keesokan harinya bukan sore itu.

Pukul 04.00 WIB (pagi) saya mengulangi perjalanan lagi dari Jember ke Banyuwangi akibat macet parah yang terjadi sore itu. 

Saya tiba di Banyuwangi dengan tas yang berisi laptop dan berkakas untuk travelling, seperti biasa laptop selalu ada di dalam tas.

Saya memutuskan untuk balik arah kembali ke kota Jember meskipun sudah dapat separuh perjalanan (daripada bermalam dan kedinginan ditengah hutan Gumitir). Dan tiba di Banyuwangi pukul 07.00 WIB lebih 15 menit dari keberangkatan kita liburan  bersama. 

Saya tiba di rumah, menyempatkan mengecek notif whatshapp yang dari tadi berbunyi, rame sekali tapi senggaja tidak saya buka karena masih di perjalanan. Ketika saya masih bersiap-siap untuk menuju titik kumpul, merekapun seakan memberi kode sudah "ready" untuk berangkat liburan melalui pesan di grup whatshaap. 

Lalu saya mandi? Tidak sempat, toh sebelum berangkat perjalanan dari kota Jember saya sudah mandi kok. 


Foto yang dikirimkan adik-adik lewat whatshapp = kode agar saya buru-buru berangkat menuju titik kumpul. Oke, Shiyaaap!

Tidak hanya sekedar liburan bareng tanpa makna. Kali ini saya akan memberikan materi konten kreatif kepada mereka di lokasi kunjungan tempat wisata. Inilah sebenarnya yang membuat mereka sangat antusias, begitupun saya sebagai pengajar. 

Dan hal itu terlihat dari beberapa hari sebelum hari-H, mereka selalu mengirim pesan melalui whatshapp agar saya bisa ikut liburan bersama mereka.

Dari perjalan Jember - Banyuwangi, selain laptop alat-alat ini berada didalam tas saya saat travelling. Laptop, memang menjadi barang yang jarang saya tinggalkan ketika travelling selain smartphone. 

Jika smartphone mungkin tidak lagi dipertanyakan alasannya kenapa harus dibawa, berbeda dengan laptop. Barang yang terkesan membebani diperjalanan dilihat dari bentuk dan bobot untuk sebagian besar orang ketika perpergian.

Alat-alat sederhana pendukung fotografi dan videografi ini pasti saya bawa ketika travelling. Ini loh yang ada didalam tas yang saya gendong tadi ...

Beda orang, lain cerita. Tidak bagi saya. Berpergian keluar kota dan kegiatan travelling yang membutuhkan waktu lebih dari setengah hari saya pasti akan membawanya.mungkin sudah menjadi kebiasaan juga, bepergian tanpa menggendong laptop itu seperti ada yang ganjil. 

Meskipun laptop yang saya miliki standart (pemakai mahasiswa) dan tidak lebih bagus (baca: series asus jadul) dibandingkan dengan laptop jaman sekarang, ada beban tersendiri ketika saya harus meninggalkannya perpergian atau travelling. 

Muncul rasa khawatir jika harus meninggalkan laptop dengan dokumen-dokumen dan file yang ada didalamnya. Kaya gini parno bukan sih?



Alasan lain, dengan segala pertimbangan saya sebagai blogger dan influencer memiliki kewajiban dan 'task' yang harus saya kerjakan. Hal-hal yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan perangkat smartphone, melainkan laptoplah yang hanya bisa menghandle pekerjaan-perkerjaan tersebut. 

Tugas dan pekerjaan sebagai mahasiswa, influencer, blogger dan juga konten kreator yang membuat saya tidak mungkin pergi tanpa membawa laptop. Terang saja, Deadline selalu mengantui.


Tidak terkecuali ketika liburan bersama adik-adik. Saya dapat menunjukkan gambar/video/musik/powerpoint dan mengajarkan tutorial banyak lainnya yang lebih ramah jika menggunakan laptop. Nonton film sambil gegoleran di atas tikar di pepohonan dekat pantai juga sih ini. Hehe

Kemanakah kami liburan? Ada 2 tempat yang akan kami kunjungi, pertama: Air terjun Jagir dan kedua: Pantai Boom Banyuwangi. Kedua lokasi wisata ini akan kami gunakan sebagai tempat untuk praktik langsung visual class yang akan saya kenalkan kepada mereka. 

Kali ini berupa teknik fotografi dan videografi sederhana menggunakan ponsel. Tidak dipungkiri semua dari mereka telah memiliki ponsel daripada laptop.

Dengan mengendarai mobil sewa, kami rombongan menuju tempat wisata pertama, air terjun jagir pada pukul 08.00 WIB dan hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam kami tiba di wisata alam air terjun jagir.

Loket masuk wisata air terjun Jagir. HTM Rp.5000/orang

Meskipun usia kita terpaut cukup jauh, bersama mereka saya merasa bukan menjadi seperti pengajar untuk mereka. Lebih tepatnya, mereka adalah murid-murid yang saya anggap seperti sahabat sendiri, tempat sharing, tempat berbagi pengetahuan, sekaligus teman semangat untuk beribadah bersama. 

Sejak mereka berusia 5 tahunan, saat saya dan mereka sama-sama menjadi peserta didik dan kini ketika saya berubah mejadi salah satu tenaga didik untuk mereka, kami sering bersama-sama.

Saat mereka memiliki event penting, saya juga menyempatkan untuk menghadiri kegiatan mereka dan selalu memberikan support meskipun kenyataanya saya sibuk.

Perform adik-adik saat membawakan tari jejer gandrung, tari khas Banyuwangi setelah satu bulan latihan. 

Saya sebagai pengajar untuk menularkan ilmu dan pengetahuan untuk mereka membuat saya untuk selalu belajar sesuatu yang baru untuk ditularkan. Let's do something, Let's do something selalu terngiang di kepala. 

Inilah alasan kenapa setiap 2 mingu sekali saya harus pulang dari kota rantau perkuliahan jember – banyuwangi dan menempuh perjalanan sekitar 3 jam menggunakan motor, tidak lain bagian dari kewajiban saya sebagai tenaga pengajar disela-sela kesibukan saya di kampus.

Itu artinya setiap 2 minggu sekali harus ada ilmu baru yang akan saya bagikan kepada mereka. This is challenge for me!

Eh, teman-teman sudah pernah ke air terjun jagir, banyuwangi belum? Kali ini saya akan pamer menunjukkan keindahan dan kesegaran air terjun jagir, Banyuwangi melalui foto-foto yang sempat kami abadikan kemarin. Jika teman-teman ingin tau tentang air terjun Jagir, saya sudah menulisnya disini

Sambil memberi materi tentang fotografi di tempat wisata air terjun jagir. Saya mempersilakan adik-adik untuk memotret sesuai dengan arahan yang saya berikan sebelumnya.

Beginilah enaknya, dapat praktek secara langsung apa-apa yang telah saya berikan kepada mereka tentang fotografi, tepatnya dasar-dasar fotografi dimana saya juga otodidak mempelajarinya melalui internet. Learning to sharing.


Setelah beberapa contoh hasil potret saya tunjukkan, kali ini saya ganti alih menjadi modelnya :p 


 Jembatan ini merupakan salah satu spot favorit untuk foto di air terjun Jagir, Banyuwangi


 Belajar foto grup dan berekspesi dalam sebuah foto


fail, maunya mereka bikin levitasi sih katanya hehe

Sebagai pemuda, cara-cara seperti ini tidak lain mewujudkan misi saya yaitu mengajak dan membuat mereka, anak-anak indonesia kreatif! Sekalipun itu hanya konten-konten yang akan mereka upload di media sosial. Apalagi usia-usia mereka yang saat ini begitu dekat dengan sosial media.
Bisa dibilang saat ini zamanya "dikit-dikit upload, dikit-dikit upload" sehingga tepat bila inilah saatnya saya mengajari mereka tentang konten kreatif. Untuk sementara konten kreatif yang dibuat melalui smartphone, tapi keinginan saya tidak berhenti hanya dari sini saja untuk mengajak pemuda lainnya untuk kreatif termasuk menciptakan konten kreatif menggunakan laptop.
Eh, foto air terjun Jagir mana? Ada dong. Meskipun liburan telah usai, air terjun Jagir pada saat kami datangi masih saja ramai. Hari itu weekend, jadi pengunjung berbondong-bondong menuju wisata air terjun jagir. Sedikit beruntung, pasalnya kami datang pagi-pagi, jadi tempat masih kondusif untuk digunakan foto-foto.





Setelah menghasilkan banyak foto ditempat yang pertama ini, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata yang kedua, pantai boom Banyuwangi. Tidak begitu jauh memang, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai pantai boom dari air terjun jagir. Kami meninggalkan wisata air terjun Jagir sekitar pukul 12.30 WIB.

Sambil menikmati semilirnya angin pantai boom, seketika membuat saya berandai-andai. Jika saya memiliki laptop se-mantap Asus Zenbok SUX391UA apa yang akan terjadi pada diri saya?

Sudah menjadi hal tentu saya akan menjadi semakin terpacu untuk menciptakan konten kreatif dan kemudian ilmu kreatif itu  bisa saya tularkan kepada pemuda-pemuda lainnya.

Seakan mengetahui keinginan terbesar dari saya diawal tahun 2019 ini, materi siang hari itu saya tutup dan kemudian dibalas oleh salah satu dari mereka dengan kalimat, "Wah, semoga mas punya laptop baru jadi biar bisa ajarin bikin animasi kaya' dalang pelo atau kaya' si_nopal  ya?".

Hmm.. Tantangan membuat konten animasi? Saya spontan mengernyitkan dahi sambil mengimbanginya tersenyum, bahkan dalam hati saya berkata ((bisa nggak ya)) kalau sejauh ini saya belum mengenal/belajar animasi seperti itu. Saya timpali dengan kalimat : Doakan saja :)

Seketika saya iyakan saja, saya anggap mereka sedang mendoakan saya untuk hal itu, segera memiliki laptop yang mumpuni untuk install software berat, software animasi :)

Belajar teknik menciptakan konten visual (foto dan video) melalui video youtube sebelum praktik. Laptop Asus A43SD yang saya miliki dan gunakan sehari-hari

Seperti sebelumnya, sebelum praktik materi tentang fotografi dan videografi saya selalu memberikan materi. Tidak hanya di tempat wisata yang pertama kami kunjungi tetapi juga materi lanjutan yang saya berikan ketika berada d tempat wisata yang kedua Pantai Boom, Banyuwangi.

Bedanya, di tempat wisata yang kedua ini adik-adik belajar untuk membuat video sederhana dengan teknik-teknik bagi pemula (juga). Oh iya masih sama, selain foto-foto yang saya bagikan ditulisan ini, video dibawah ini juga merupakn video yang dibuat dan diedit melalui smartphone.


Sedangkan sebagian dari mereka masih tercengang gara-gara saya bercerita sedikit tentang Asus Zenbok UX391UA senilai 26 juta ini dengan segala ke-super-annya. Lalu, apa saja yang membuat Asus Zenbok SUX391UA ini terpampang nyata untuk dimiliki?
First impression untuk bodynya keren bwaanget! Tapi apakah ketipisan body ini menjadi nilai jual yang paling utama dari ASUS Zenbook UX391UA? 

Tentu tidak, banyak fitur dan spesifikasi yang menjadikan laptop ini juara dikelasnya bahkan hingga dilabeli dengan harga 26 juta? Gais, udah pernah pegang laptop seharga 26 juta? Jujur, saya belum pernah, sekalipun laptop diatas 10 jutaan. Inilah keunggulan ASUS Zenbook UX391UA :

Jika doi akhir-akhir ini tidak bisa bikin nyaman, berbeda dengan ASUS Zenbook UX391UA  yang jago bikin pengguna nyaman. Layar LED backlight tidak menyilaukan bahkan tidak memantulkan cahaya saat digunakan di luar ruangan.



ASUS Zenbook UX391UA bekerja ekstra dengan engsel ErgoLift eksklusif, menjadi mahakarya teknik yang dirancang secara otomatis yang memiringkan keyboard ke posisi mengetik yang paling nyaman. Kemiringannya telah dihitung dengan cermat sehingga dapat meningkatkan kinerja pendinginan dan audio pada laptop. 



Ngebahas Layar, ASUS Zenbook UX391UA menggunakan layar NanoEdge ultra-high dengan bentang 13,3 inci sehingga menghasilkan warna dan detail yang hidup hingga 331 ppi. Resolusi layar full HD 1920 x 1080 ini emang mantap banget buat nonton video atau webcam-an dengan rekan kerja maupun dengan sahabat. 

Soal suara yang dihasilkan emang mantap. Immersive Harman Kardon audio. ZenBook ini memiliki dua speaker stereo berkualitas tinggi dan efek suara surround yang menyelimuti dan menghasilkan audio berkualitas bioskop. Memastikan volume maksimum dengan distorsi minimum untuk suara yang kuat dan jernih. Ini memanjakan anak-anak bioskop, sungguh.

Eh, pemilik ASUS Zenbook UX391UA juga tidak perlu khawatir saat laptop ini dibawa saat travelling (outdoor), tanpa drama cari colokan listrik ASUS Zenbook UX391UA bisa bertahan hingga 13,5 jam. 

Pernah dengar belum fast charging juga berlaku pada laptop ini. Dengan teknologi fast-charge memungkinkan teman-teman mengisi ulang ZenBook S hingga kapasitas 60% dalam waktu 49 menit saja.Wagelasih ...

Ngomongin laptop jatuh dan terbentur saat dibawa-bawa, laptop a43sd yang saya miliki sudah terjatuh 3 kali. Pertama, jatuh saat turun dari angkot. Kedua, jatuh saat kecelakaan berkendara. Ketiga jatuh beberapa hari lalu saat teman membuka bagasi mobil dan tas laptop ada didalamnya. Untung dari ketiganya tidak ada kerusakan yang berarti.

Meskipun dari fisik sedikit tidak enak untuk dilihat tapi fungsi dari laptop itu sendiri masih berjalan dengan baik. Saya beruntung, hakekatnya laptop yang saya miliki bukanlah laptop standart militer seperti ASUS Zenbook UX391UA

ASUS Zenbook UX391UA inilah yang sebenarnya memiliki predit tahan banting ((terbanting saat tidak sengaja misalnya)). Pengujian untuk laptop inipun sudah dilakukan. Ultratough: military-grade durability. 


ZenBook S memenuhi standar militer MIL-STD 810G yang sangat menuntut untuk keandalan dan daya tahan, menjalani serangkaian uji yang mencakup pengujian g untuk operasi di lingkungan yang keras termasuk ketinggian ekstrim, suhu dan kelembaban. Laptop ini juga telah lulus tes laptop internal ASUS yang jauh melebihi standar yang ditetapkan oleh industri.

Mana ada Zenbook yang tidak cantik? Ya, saya salah satu pengagum series zenbook. Separuhnya karena saya banyak terpengaruh oleh konten kreator yang juga banyak menggunakan series zenbook dalam proses mebuat konten. 

Keanggunan, kecanggihan dan desain adalah 3 faktor ciamik yang ada dan menjadi khas zenbook. Jujur saja, saya yang untuk apapun lebih suka dengan warna hitam kali ini kepincut dengan pilihan warna rose gold pada ASUS Zenbook UX391UA ini
Ada 2 pilihan warna untuk series Zenbook UX391UA. Skema warna Deep Dive Blue dan Rose Gold yang keduanya sama-sama mewah dan cantik. Keindahan yang ingin ditunjukkan semakin nyata tatkala lampu latar keyboard berwarna emas beserta lid sewarna ditambahkan sebagai sentuhan akhir. 

ZenBook S tidak hanya mencuri perhatian – namun stylenya juga memikat yang melihat. Sangat menggoda ketika kita gunakan untuk photo session yang melibatkan laptop saat travelling. Berburu konten makin instagramable sih ini kata orang-orang.

Satu hal pertama yang ingin saya lakukan uji coba yaitu performa seberapa cepat ASUS Zenbook UX391UA  dapat saya gunakan untuk merender video di sotware Adobe premier atau after effect. 

Dengan tagline dibidang performa, No fuss, no drama seberapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk render dibandingkan dengan laptop yang saya miliki saat ini. #sekedarmembayangkan punya Zenbook UX391UA ini ...


ZenBook S UX391UA dibekali komponen hardware kelas atas. Begitu juga dengan konsumsi daya yang rendah. Sudah tentu segala sesuatu pekerjaan kita yang kita sambi alias cicil saat traveling akan dengan cepat dan seefisien mungkin terselesaikan, tanpa ribut-ribut atau drama.

Pada ASUS Zenbook UX391UA tertanam prosesor Intel Core i7-8550U berkecepatan 1,8 GHz dengan yang dapat dipacu hingga 4,0 GHz. Kecepatan prosesornya juga didukung oleh RAM LPDDR3 dengan kapasitas hingga 16GB. Inilah alasan utama no drama-drama club. 

Sementara media penyimpanan menggunakan PCIe SSD dengan kapasitas 512GB agar pengalaman penggunaannya lebih optimal dan ngebut. Travelling kuy, produktif kuy!

Drama sebelum traveling yaitu barang bawaan yang seabrek-abrek meskipun sudah berusaha tidak membawa ini-itu, mengurangi barang bawaan. Menyusun barang sedemikian rupa kadang juga tidak banyak membantu. Belum lagi kebingungan untuk menempatkan laptop di dalam ransel. 

Maka ukuran laptoplah yang mutlak menetukan apakah ransel yang kita bawa dapat berbagi ruang dengan barang bawaan yang lainnya.

Mungkin, beberapa teman belum tau jika ASUS Zenbook UX391UA memiliki ketipisan yang lebih kecil dari macbook. Bobot 1 kg (ultralight) dengan ketipisan 12,9 mm (ultrathin) akan menyisakan ruang rangsel untuk dapat diisi dengan barang bawaan lain ketika travelling.

Fitur ini memiliki sebutan One-touch access with Windows HelloOne-touch access with Windows Hello. Fungsinya apa? Jika sebelum-sebelumnya mengetikkan kata sandi saat masuk windows sekarang lebih mudah. Mengakses ZenBook lebih mudah dan lebih aman berkat teknologi Windows Hello dan sensor sidik jari yang terpasang di touchpadnya.



Dengan keunggulan ASUS Zenbook UX391UA yang saya ceritakan ini, saya menyatakan siap untuk menjadikan ASUS Zenbook UX391UA ini menjadi bagian dari kisah saya, kehidupan saya. Sebagai teman travelling dan berkegiatan sehari-hari. Sebagai teman yang siap ketika menerima challenge dari waktu ke waktu dalam mencipta konten kreatif, agar saya jauh lebih kreatif  dari sekarang :)

#LiburanASikDenganLaptopASUS #2019PakaiZenbook #AsusxMiraSahid 


Salam hangat,
Pemuda sedikit akal,
Banyak rindunya :)