ASUS VivoBook Pro F570 Dimata Calon Wedding Videographer

 Otot-otot  jari tangan terasa kaku dan kebas, kadang terasa seperti paresthesia a.k.a kesemutan. Terasa geli-geli sakit untuk bergeser menggerakan tangan, kesemutan. Kira-kira setiap interval 5 menit, saya melakukan peregangan kecil di tempat.

Spot favorit, duduk di depan televisi beralaskan karpet merah bermotif bunga-bunga dengan tontonan infotainment, lagi-lagi Syahrini – Reino Barack yang tak kunjung usai. 



Hampir seperempat hari saya mengabiskan waktu di depan televisi berukuran 14 inch. Sesekali menatap layar tapi lebih dominan mendegarkan audio dari televisi saja. Saya lebih fokus memainkan jari mengedit video, televisi hanyalah peramai situasi saja. Hati? Jangan ditanya ... heuheu
***
 Editing  video berdurasi pendek menggunakan smartphone. Meskipun hanya berdurasi 1 menit tapi kenyataannya menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya. Bisa dibayangkan jika durasi lebih dari itu, bukan lagi dalam satuan jam tapi hari untuk merampngkannya.

Butuh effort yang lebih besar saat mengedit menggunakan smartphone dibandingkan laptop. Termasuk unuk video sederhana dibawah ini yang membutuhkan waktu berhari-hari dengan menggunakan smartphone juga.

video yang saya unggah diinstagram @sugatangguh beberapa waktu lalu juga diedit menggunakan smartphone

Export–Import, keluar-masuk, pindah-pindah dari satu aplikasi editing video keaplikasi lainnya hanya untuk menyempurnakan video. Belum lagi (kemarin) saya harus “mempeng” karena dikejar deadline. Jangan dibayangkan berapa banyak aplikasi yang terinstal pada smartphone saya. Sangaat banyak. Tapi untuk urusanedit video aplikasi berikut yang sering saya gunakan.


 Saya  akan mengikutsertakan video satu menit yang saya edit didepan televisi ini untuk lomba video unboxing/review. Dengan harapan saya bisa memenengai hadiah mingguan berupa uang tunai seniai 2,5 juta yang rencananya akan saya gunakan untuk memodali hobi saya ini (membeli stabilzer untuk smartphone).

Stabilizer? Itu loh, alat yang bisa bikin hasil video stabil, tidak goyang-goyang. Ini juga masih rencana kalau menang sih. Hehe.

perangkat yang menjadi andalan saya selama ini dan saya yakin akan terus bertambah :)

 Challenge  dari lomba ini yaitu bagaimana saya dapat membuat video berdurasi satu menit. Dengan ketentuan dalam minggu ini akan dipilih 2 orang pemenang yang akan mendapatkan hadiah uang tunai masing-masing senilai tersebut. Pengambilan video menggunakan smartphone, editpun demikian.

***
Oh iya, dibawah ini adalah video yang saya maksud tadi. Video durasi 1 menit yang saya edit menggunakan smartphone dan menghabiskan waktu sekitar setengah hari (belum termasuk shooting video). Dan kabar baiknya adalah .... Yes! Say menjadi nama yang disebut pertama dari dua orang yang memenangkan kontes unboxing yang saya ikuti.

video sederhana ini diedit menggunakan smartphone dan memenangkan kompetisi unboxing 1 menit

 Untuk  kesekian kalinya, hasil tidak akan pernah menghianati usaha. Rabu 20 Maret 2019 (sengaja diBold karena menjadi momen yang berkesan sih) saya mendapat notifikasi bahwa saya menjadi salah satu pemenang dari lomba video unboxing tersebut. Misi mengumpulkan perangkat untuk mendukung hobi videografi inipun semakin nyata. Selalu bersyukur dalam setiap proses :) 

Soal kemumpunian fitur software editing, banyak juga teman-teman yang menyalahkan saya untuk melakukan editing video menggunakan laptop yang memang kapasitasnya lebih mumpuni dan kaya fitur untuk mengedit video dibandingkan smartphone. Lebih cepat dan hasilnya berpeluang lebih bagus.

 Benar  sih. Saya kira ini bagian dari challenge untuk saya pribadi, memaksimalkan apa-apa (baca: perangkat) yang saya miliki agar dapat menghasilkan konten video.

Saya juga percaya, perangkat bukan satu-satunya hal yang membatasi saya untuk berkreasi, tapi tidak dipungkiri juga sedikit-banyak berpengaruh. Apalagi, sebuah laptop yang masuk dalam kategori saya harus lancar dengan 4 software dibawah ini sebagai syarat utamanya.

4 software yang wajib ada dalam laptop, sayang saat ini hanya photoshop yang ada dilaptop saya saat ini

 Meskipun  laptop pernah dipaksa terinstall beberapa macam software editing video mulai dari software ringan seperti camtasia, filmora hingga software berat seperti adobe premiere namun saya lebih nyaman dan instan menggunakan aplikasi editing video di smartphone. Untuk pemula dalam editing videopun sangat bagus.


Tiba-tiba lemot-blank-dan hasil editan seharian hilang entah kemana sudah menjadi drama yang membuat trauma ketika mengedit video di laptop. Inilah definisi sakit tapi tak berdarah.

 Tapi  setidaknya dengan fitur yang tidak selengkap software editing pro lainnya, filmora masih ramah untuk saya install di laptop. Sedangkan untuk urusan penunjangn aktivitas sehari-hari lainnya, laptop Asus yang saya miliki hampir 8 tahun ini sudah cukup mendukung.

8 tahun terakhir dengan laptop Asus A43SD untuk aktivitas sehari-hari

Dengan pertimbangan kenyamanan dan kerigkasan, editing video di smartphone dengan tujuan untuk diunggah di media sosial masih menjadi pilihan terbaik untuk saya hingga saat ini meskipun diversuskan dengan editing video via laptop yang saya miliki.

Dari kebiasaan-kebiasaan saya dalam editing video pendek ini bukan hanya sebatas hobi. Saya ingin mengeksplore diri saya lebih jauh tentang videografi. Menjadi videographer khususnya wedding adalah cita-cita saya.

 Diberbagai  kesempatan, saya juga dengan pedenya menularkan teknik-teknik dasar videografi yang tidak seberapa ini untuk orang-orang sekitar. Berkah saya untuk berbagi ilmu, sayapun semakin terpacu untuk belajar banyak lag kemudian estafet menularkan pengetahuan baru itu.

Mengenalkan videografi untuk adik-adik dalam misi  mencetak generasi yang kreatif

Kenapa Wedding Videografer? Entah, bagi saya sangat menarik dan juga sepertinya masih saja menjadi ladang yang cukup subur untuk hobi yang menghasilkan. Eh, udah usia seperempat abad, bisa dibilang cita-cita nggak sih? 

 Pokoknya  sih keinginan untuk lebih profesional dan dapat menghasilkanlah dari sebuah hobi. Keseriusan untuk menekuni hobi ini sebenarnya sudah ada sejak dulu. Cukup lama. Inspirasinya datang dari konten-konten video yang sering saya lihat diunggahan media sosial. Dan mereka keren banget! Salah satunya, Bro Dedy Mulyana youre my inspiration!

Sejak itulah menjadi obor untuk saya untuk do something ... do something .. dan mewujudkan keinginan-keinginan itu.

Saya jadi lebih banyak belajar tentang teknik-teknik videografi, melihat konten video kreator lain dan tidak membuat peluang yang ada untuk mengikuti berbagai kompetisi ataupun kontes khususnya mengikuti lomba-lomba blog untuk mewujudkan misi tersebut.

 Dengan  cara inilah saya bisa mendapatkan modal instan untuk membeli perangkat yang mumpuni untuk mendukung hobi saya ini (dari mana lagi?). Bahkan perangkat yang saya butuhkan tersebut  bisa jadi menjadi hadiah utama yang akan saya dapatkan jika saya memenangi kompetisi tertentu. 

((jangan tanya: kenapa beli kamera bekas, yo know-lah ya.. Hehe )) 

Dan lagi-lagi perjuangan berbuah manis. Saya bisa wemujudkan membeli sebuah kamera bekas dari sebuah lomba blog dan ini merupakan wishlist barang yang saya inginkan sejak beberapa tahun yang lalu. Dari situ saya masih terus berusaha untuk mengumpulkan perintilan demi perintilan perangkat yang mendukung aktivitas hobi saya ini, LAPTOP.

Penampakan logo  dan aksen warna nyentrik ASUS VivoBook Pro F570ZD nih! (cakep baaat dah)

ASUS VivoBook Pro F570ZD yang cukup menyita perhatian saya belakangan ini sejak saya mendengar namanya. Sangat menggiurkan untuk dijadikan partner dalam urusan editing karena compatibility-nya dengan sofware editing pro yang jelas saya butuhkan.

ASUS VivoBook Pro F570ZD, tidak luput dari incaran saya. Series Vivobook dengen embel-embel pro dari Asus ini tentu akan menjadikan semangat untuk mencapai tujuan lebih profesional dalam editing video dan apa-apa yang berkaitan dengan menciptakan konten ((as content creator & Blogger).


 Lalu,  seberapa menarik fitur dan spesifikasi VivoBook Pro F570ZD untuk saya dalam menunjung hobi videografi. harapan bisa lebih profesional dalam membuat konten sejalan dengan label pro yang ada pada VivoBook Pro F570ZD ini? 


Membuat penasaran jadinya saat mendengar kartu grafis dari NVDIA GeForce GTX 1050 disandingkan dengan prosesor AMD Ryzen. Ini sekaligus menjadi series ini merupakan laptop pertama dari asus yang meramu otak dan kartu grafis dengan cocoklogi seperti ini. Bingung ya? Berikut ini akan cukup mebuka mata batin #wedeeuh tentang perkawinan NVIDA  dengan AMD Ryzen.


Adapun  varian AMD yang ada pada series ASUS Vivobook Pro F570: AMD Ryzen 5 dan AMD Rizen 7. Penggabungan dua semgmen ini konon menjadikan kinerja Vivobook Pro F570 semakin mengagumkan. VivoBook Pro F570, ASUS AMD NVIDIA dalam Satu Laptop.

ASUS VivoBook Pro F570 Ryzen 7 juga dijual eksklusif di JD.ID, melalui mobile site di https://m.jd.id/camp/asus-f570zd-r7591t-316210179.html atau desktop site di https://www.jd.id/campaign/asus-f570zd-r7591t-3162.html

Audio Sonic Master yang  melegkapi Vivobook Pro F570 semakin memuat saya yakin meminang laptop ini karena pastinya yahud dalam urusan mutimedia hingga gaming. Sekedar mendengarkan musik, nonton film maupun youtubean menjadikan lebih menyenangkan. Menciptakan suasana yang lebih hidup karea Sonic Master yang ada menghasilkan audio yang jernih dan mantap.


Wah, ada yang nggak biasa nih! Pertama kali hal yangmenjadi perhatian saya etika melihat logo ASUS pada Vivobook Pro F570. Dari biasanya logo ASUS berwarna silver, pada series ini tiba-tiba mencolok berwarna hijau kebiru-biruan.

Ternyata warna seperti ini disebutnya lightning edges. Warna biru mengkilat dengan paduan brush finish pada logo dan pinggiran pada seluruh body membuat laptop ini eye catching alias tjakep pas dilihat karena kesan elegannya dapet.


Fitur fingerprint sensor juga tidak absen dari Vivobook Pro F570 ini. Sama halnya dengan fingerprint yang ada pada smartphone, fungsi dari fitur ini aka mempermudah sekaligus mempercepat login.  Tidak usah ketik-ketik password saat login. Apalagi dengan support windows Hello keamanan pun bisa terjamin.

***

 Nah,  poin yang jadi strength dari laptop ini adalah soal baterai. Jika sedang dibawa kerja atau aktivitas diluar ruangan, faktanya colokan listrik itu tidak selalu ada. Dan pasa Vivobook Pro F570 ini memiliki fitur 3x masa pakai baterai lithium-ion. 

Dengan teknologi pengisian cepat, baterai yang rendah dapat diisi hingga 60 persen hanya dalam 49 menit. Jadi aktivitas dalam ruangan atau outdoor (dibawa saat travelling misalnya) bakal merasa lebih tenang dengan daya tahan baterainya.


Kalau sudah begini, dengan baterai yang bisa diandalkan kira-kira aktivitas apa yang bakan ketolong banget dengan adanya vivobook pro F570 ini. Main sosmed dilaptop seharian, otak-atik software dilaptop buat asah skill, nge-dota atau nonton drama korea girls .... sampe puas pas weekeend? 

 Tidak  diragukan lagi. Perangkat lunak yang ada telah dioptimalkan untuk memberikan visual terbaik di kelasnya. Grafis cukup baik dapat teman-teman dapatkan dengan laptop ini. Berdasarkan pengujian Medcom.id dengan memainkan empat game pada Vivobook F57 sebagai berikut.


 Kesimpulannya:  Untuk bermain game kasual seperti DOTA 2 dan CS: GO dan juga game AAA seperti Assassin's Creed Odyssey dan Far Cry 5 bisa dilakukan dengan lancar meskipun dengan pengaturan grafis yang tidak terlalu tinggi. Tapi cukuplah buat saya, mengingat laptop ini memang bukan menyasar khusus untuk eksekusi game berat atau spesialis laptop gaming.


Ngegames atau nonton memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi penggunanya. Panel Full HD dengan teknologi tampilan lebar, dan teknologi layar ASUS Splendid memberikan warna yang lebih kaya, lebih dalam dan lebih akurat - untuk semua jenis konten. Bisa nih, diagendakan nobar di malem minggu buat para jombs (read: jomblo-jomblo galau saat musim hujan tiba).


Ini fitur empat mode tampilan: Normal, Vivid, Eye Care dan mode Manual, yang dapat diakses dengan satu klik. Teknologi ASUS Tru2Life Video secara cerdas mengoptimalkan setiap piksel dalam bingkai video untuk meningkatkan ketajaman dan kontras sebesar 150% sehingga kualitas gambar mengesankan dan tampak sempurna

 Semakin  yakin kalau laptop ini layak untuk dipinang bagi kita-kita yang kerjaannya mantengin laptop mulu. Meskipun dipakai dalam durasi yang lama, suhu laptop akan terjaga. Lihat juga nih, Ada konektivitas ultra-cepat dengan Wi-Fi 802.11ac dual-band untuk kecepatan 6x lebih cepat dari 802.11n. Wiiih.

Teknologi ASUS IceCool menggunakan kontrol kipas cerdas, pipa panas tipis dan desain cerdas untuk menciptakan sistem pendinginan yang efisien sehingga menjaga suhu permukaan palm rest rata-rata di bawah 36°C - lebih rendah dari suhu tubuh. Seperti ini nyaman kan?

Ada nggak sih diantara kalian sangat jeli banget saat memutuskan untuk membeli sebuah laptop, bahwa keberadaan konektivitas adalah faktor yang sangat penting.

 Seperti  sepele sih, tapi tidak sepele lagi jika nantinya kita dihadapkan pada sebuah situasi. Tawaran terbaik lagi-lagi dipamerkan oleh ASUS VivoBook Pro F570 dengan berbagai port yang ada sehingga memudahkan dalam perkara konektivitas.


Anyway busway, sudah cukup menceritakan Asus Vivobook Pro F570 ini yang terasa cocok untuk keseharianku. Cocok menggantikan laptop Asus lamaku warna putih itu. Salah satu resolusi laptop yang bisa mendukung hobi sekaligus memungkinkan saya untuk belajar/menguasai beberapa software pro lainnya selain editing video karena saya kira ini mumpuni untuk hal ini. 

Ya kan masih sama, gue tuh pengen banget jadi wedding videografer.  Jadi ini review versi saya, ASUS VivoBook Pro F570 Dimata Calon Wedding Videographer. Ah,  VivoBook Pro F570  nais ((sok inggris))..... 

Question: Harapan kamu, misalkan diberi kesempatan untuk ganti laptop, upgrade laptop gitu. Laptop seperti apa yang kamu inginkan. Alasannya kenapa juga dong? Yayaya

Ragam Jenis Senyawa yang Wajib Dipenuhi Kebutuhannya untuk Bumil


Kebutuhan nutrisi untuk wanita hamil pada dasarnya memang jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak hamil. Hal ini dikarenakan selain untuk menunjang kebutuhan gizinya sendiri, maka ada janin di dalam kandungan yang nutrisinya juga harus terpenuhi, sehingga nantinya bisa tumbuh kembang secara optimal. 

Sehingga tidak jarang jika seandainya bumil juga mengkonsumsi multivitamin ibu hamilpaling lengkap yang banyak dijual di apotek, karena terkadang konsumsi beberapa sumber makanan saja memang tidak cukup untuk memenuhi nutrisi mereka.


Diantara asupan nutrisi yang paling dibutuhkan oleh bumil, yaitu:

  1. Zat besi, penting untuk pembentukan sel-sel darah merah, apalagi kebutuhannya saat hamil menjadi begitu tinggi.
  2. Asam folat, senyawa yang satu ini memiliki peran yang sangat besar dalam pembentukan sel-sel tubuh janin, sehingga nantinya ia bisa tumbuh dan juga berkembang secara sempurna, menurunkan resiko janin cacat.
  3. Kalsium, berguna di dalam pembentukan tulang dan juga gigi, juga bagus dalam menjaganya agar tetap kuat.
  4. Vitamin D, bekerja untuk mengoptimalkan kinerja dari senyawa kalsium, yaitu memperkuat tulang dan juga gigi.
  5. Kolin, berguna menjaga tekanan darah wanita hamil sehingga tetap terkontrol dan bisa melahirkan secara normal.
  6. Vitamin C, bekerja untuk mengoptimalkan penyerapan senyawa zat besi yang sangat dibutuhkan tubuh, juga berguna untuk meningkatkan sistem imuns.
  7. Iodium, menjaga kesehatan kelenjar tiroid, mencegah bayi lahir cacat seperti pada masalah pertumbuhan, cacat mental maupun gangguan pendengaran.
  8. Seng, senyawa ini berguna dalam pembentukan otak bayi dan juga untuk memperbaiki sel-sel tubuh dari ibu hamil. Senyawa tersebut juga sangat berguna di dalam menghasilkan energi.

Sebenarnya senyawa-senyawa tersebut memang dapat dijumpai dari berbagai macam bahan makanan, namun terkadang jumlah yang dikonsumsi tetap kurang, apalagi pada trimester pertama dimana wanita hamil sering kali mengalami gejala seperti mual dan muntah, maka akan menurunkan asupan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. Sehingga dianjurkan untuk mengkonsumsi multivitamin ibu hamil denganDHA tinggi, cari produknya lebih mudah di Go Apotek.

Semoga bermanfaat.


Resolusi Travelling 2019 : RedDoorz & Ukulele is My Best Mate To Travelling



Location:  De Djawatan Banyuwangi, Hutan Fangorn mirip di film The Lord of The Rings 

 Sedari  lima tahun yang lalu, kita sering main bareng. Sejak lima tahun yang lalu, kita sering pergi ke tempat-tempat yang kita inginkan dan rencanakan. Bahkan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan kita menyusun planning iu dengan semangat. Itu merindukan ..

Bahkan empat taun yang lalu juga, kita gemar motoran bareng (read: berboncengan dua-dua) untuk mengunjungi pantai-pantai di Banyuwangi, Jawa Timur. Dari pantai yang belum pernah kita kunjungi hingga pantai yang sebenarnya sudah berkali-kali kita kunjungi. Memang kita tim pantai bukan tim gunung.


Nggak bosen? Gimana ya, sering bertemu bahkan tidak bosan. Kebersamaan dalam persahabat menurutku tidak akan pernah membosankan. Jikapun mulai mencium aroma-aroma kebosanan artinya kamu harus mulai mewarnai persahabatan tersebut dengan melakukan apa yang belum pernah kalian lakukan bersama. 


 Misalnya : pergi ke suatu tempat yang belum pernah kami datangi, melakukan hal-hal baru bersama yang nantinya akan mengajarkan kita arti persahabatan. Kita sering melakukan perjalanan bersama karena satu sama lain sepeti saling ketergantungan. Istilahnya “Nggak ada loe, nggak rame”, ungkapan yang tepat diantara persahabatan kita.

Kita selalu travelling bareng kemanapun kita pergi bahkan hanya sekadar nongkrong di malam minggu. Kita juga sering patungan (iuran) daripada traktiran. Persahabatan yang sederhana namun satu sama lain saling melengkapi. 


 Begitu  juga ketika travelling, saya lebih terbiasa travelling rame-rame dibandingkan bepergian sendiri seperti sebelumnya. Ah, terasa sepi, tidak semangat, kurang asik, ganjil bahkan Kekhawatiran yang selalu menghantui  saat saya travelling seorang diri. Dan seperti ini pernah saya rasakan, tidak enak.

Mungkin ini menjadi alasan, begitu banyak tempat-tempat yang belum saya kunjungi di negeriku Indonesia ini. Saya terlalu cupu soal travelling. Tidak mempunyai wawasan luas untuk menceritakan tempat-tempat yang sudah saya kunjungi dengan alasan begitu tempat yang pernah saya kunjungi. Saya kalah telak soal travelling ..

 Dibalik  itu semua, sampai sekarang saya masih menyelipkan harapan dan keinginan: selain ingin menjelajahi pesona negeriku ini lebih jauh diusia ¼ abad ini, saya ingin merasakan travelling ke luar negeri seperti pengalaman beberapa teman-teman saya. Saya belum pernah ..

Melalui tulisan-tulisan bercerita mereka di blog yang cukup sering saya baca. Keinginan besar yang ingin saya wujudkan di tahun 2019 ini untuk bisa merasakan travelling keluar negeri.

Sayangnya, 1 tahun belakangan menyadarkan saya akan suatu keadaan dimana saya dan teman-teman perjalanan diwaktu lalu sulit untuk dapat menciptakan cerita perjalanan bersama lagi. Sebab waktu yang terbatas dan masing-masing diantara kita memiliki kesibukan yang berbeda.

 Kesibukan  - kesibukan layaknya manusia lain yang sudah menginjak usia 25 tahun dengan segala pertanggungjawaban didalamnnya.

Kuliah, kerja, sibuk menata kehidupan termasuk masalah perjodohan adalah gejolak usia 25 tahun. Semua ini membuat saya semakin psimis untuk melakukan perjalanan bersama (a.k.a rame-rame) dengan formasi yang sama seperti biasanya. Bisa dan mungkin saja sih, tapi entahlah kapan kita bisa travelling bareng bareng lagi ((semoga)) J


Lakukanlah perjalanan hidup kita meski sendiri. Kita tidak perlu berlama-lama menunggu orang datang dan mengajak kita pergi. Kita tidak perlu membuang waktu untuk seseorang yang belum tentu mau kita ajak jalan bersama. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri. - Suara Cerita
Meskipun seringkali rindu cerita perjalanan bersama teman-teman, kali ini lebih pada berserah, apa boleh buat.  Kita menentukan arah jalan kehidupan kita masing-masing dalam kesibukannya. Di tahun 2019 ini harus ada perubahan pada diri saya. Saya tidak boleh bergantung kepada orang lain dalam urusan traveling. (Wadidaw, plegmatis banget ya seperti sesi Q&A pemilihan puteri Indonesia whehehe)

 Jika  saya terus menunggu teman travelling, kapan bisa bisa menjelajahi indahnya alam ini? Bahwa, cerita perjalanan tidak harus menunggu orang lain, saya akan memulainya cerita perjalanan mulai dari diri sendiri dan saat ini.

Saya yang sebenarnya tidak pede melakukan perjalan sendiri ini harus mulai belajar membuat cerita perjalanan sendiri disaat saya tidak bisa travelling bersama mereka. Beda dimensi ruang dan waktu maka cerita perjalanan yang didapatkan akan berbeda.


 Begitu  juga dengan siapa-siapa orang yang kita ajak dan kita temui diperjalanan akan memberikan cerita perjalanan yang berbeda. Halo, salam kenal. Jika suatu saat kita bertemu dijalan, jangan sungkan untuk menyapa, mari kita membuat cerita perjalanan J

Ya, 2019 I’m ready to be solo traveller. Ini menjadi salah satu resolusi saya di penghujung tahun 2018. Sembari ternginag-ngiang kata pembakar semangat dari para traveler expert yang sering saya dengar: Indonesia itu Indah, Jangan diam di rumah aja. 

Toh, salah satu hal yang saya khawatirkan ketika solo travelling yaitu tempat bermalam/menginap  terselesaikan dengan hadirnya  RedDoorz . Ya karena saya termasuk dalam golongan traveller yang on budget. Hehe

 Sekarang  sudah tau kan resolusi travelling saya di tahun 2019 ini? Ya, dengan alasan-alasan ditulisan ini, saya ingin menjadi solo traveller ((travell blogger)). Kemudian menceritakan apapun pengalaman/cerita perjalanan yang telah saya dapatkan melalui foto-foto dan tulisan blog. Siap jadi solo traveller? Simak tips berikut juga ya ...

Selengkapnya baca di  8 tips solo traveller pemula

Selanjutnya, teman perjalanan bukanlah menjadi alasan terbesar bagi saya untuk memulai cerita perjalanan. Karena diperjalanan saya pasti menemukan orang-orang baru yang akan mengajarkan saya banyak hal. Finally, RedDoorz & Ukulele is My Best Mate To Travelling ..


1. Berkuda di Bromo
Pesona bromo tiada henti membuat saya jatuh cinta. Saya tidak pernah bosan melihat foto-foto di instagram yang diambil di kawasa bromo atau berlatar belakang gunung bromo. 

 Sejauh  ini melihat pesona bromo dari gambar dan foto-foto yang seliweran di timeline instagram, sedangkan untuk mewujudkannya saya merencanakannya dipertengahan tahun ini untuk travelling ke gunung bromo. Ya, anak pantai juga ngi merasakan menjadi anak gunung sih.


Pun dengan saya, saat ini saya sedang seng-senengnya belajar membuat video cinematik ala-ala traveller seperti diatas. Hal ini membuat saya terasa menggebu-gebu untuk mewujudkan tujuan travelling ke gunung bromo sesegera mungkin, meskipun seorang diri. Kukira spot-spot kere di bromo ini meghipnotisku..

sumber : instagram/haibromo

Ada spot-spot idaman yang ingin saya datangi ketika di Bromo, salah satunya spot untuk menikmati sunrise. Spot ini dapat ditempuh dengan dua alternatif yaitu dengan berjalan kaki atau sewa kuda untuk mencapai puncak bromo.

 Ini  nih sebenarnya yang saya maksud, berkuda dalam artian mengelilingi kawasan bromo dengan menunggangi kuda sewa dan tidak lupa mengabadikan momen ini dalam bentuk foto dan video. 

sumber : instagram/haibromo

Dan foto-foto d atau video berkuda ini bisa saya bagikan untuk teman-teman melalui media sosial. Menambah sangar feed instagram saya sebagai seorang traveller blogger di tahun 2019 ini. Eh, solo travelling dapat banyak foto bisa? Jelas bisa dong. Coba deh baca artikel di website  RedDoorz , disana juga saya bisa menemukan inspirasi travelling.

2. Travelling in Thailand/Vietnam [Soon]
Jika saya harus menunjukan list destinasi travelling yang ingin saya knjungi, maka tidaklah sedikit deretan list yang saya tunjukkan. Saya rasa lebih banyak tempat yang saya kunjungi daripada tempat yang sudah saya kunjungi. Bromo adalah salah satu tujuan utama travelling yang ingin saya wujudkan di pertengahan tahun 2019 ini.

 Lalu  bagaimana dengan travelling keluar negeri? Saya ingin menjelajahi negara-negara di Asia terlebih dahulu daripada negara-negara selain Asia. Negara-negara destinasi tujuan yang mudah dijangkau ataupun cocok untuk taveller pemula seperti saya ini. Dua negara yang ingin saya kunjungi diantaranya thailand dan vietnam. Dua negara ini membat saya menggebu bikin passport loh ... hehe

 Sumber : blog.reddoorz.com/Phi-phi Island

Thailand : Berawal dari kebiasaan saya suka nonton drama atau film yang berbau thailand. Kemudian membawa saya kepo lebih jauh tentang Thailand. Termasuk soal destinasi wisata yang ada di negara Thailand.

 Sejalan  dengan banyaknya cerita atau pengalaman teman-teman blogger yang travelling ke Thailand membuat saya penasaran dan berandai-andai merasakan liburan ke Thailand. Khusunya pantai-patai dan pulau indah yang ada di Thailand.
Phi Phi Island merupakan pulau yang sangat terkenal dengan keindahan pantainya dan menjadi sangat populer setelah digunakan sebagai lokasi syuting film The Beach yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio. Hamparan pasir putih dan jernihnya laut biru menjadikan perpaduan yang sempurna untuk Anda yang ingin menikmati liburan layaknya di hawai.
Lalu Vietnam? Negara yang terletak tidak jauh dari Thailand ini jga membuat saya kepincut. Konon, biaya berlibur/travelling ke vietnam terbilang murah transport dan juga makanan disana. Surga banget kan? Dan setelah saya telusuri wisata Vietnam, vietnam memililiki banyak sekali tempat wisata keren yang “saya banget”. 

 Menurut  saya, saya lebih prefer melakukan traveling ke vietnam daripada singapore, malaysia yang sudah mainstream di kunjungi sebagai tujuan travelling bagi banyak orang Indonesia. Bener-bener vietnam keren banget. Ini nih salah satunya ..

sumber : Instagram/nois7, Ban Gioc, Cao Bang, Vietnam

Sebagai solo traveller yang (baru) debut di tahun 2019 ini, baik traveling di wilayah Indonesia atau luar negeri membuat saya harus banyak belajar & membaca referensi traveling dari para traveller. 

 Membaca  buku-buku traveling, tulisan pengalaman travelling di blog hingga bertanya langsung pada orang-orang tertetu yang memiliki pengalaman traveling khususnya di tempat yang akan saya tuju.

Oh iya, baru saya ketahui jika RedDoorz tidak hanya ada di Indonesia saja tapi juga beberapa negara seperti Singapura, Filipina dan Vietnam. So, penginapan sih aman di kantong selama ada RedDoorz.


 Jadi , apa-apa yang berkaitan dengan travelling baik solo travelling maupun group travelling selayaknya harus saya persiapan saat dengan baik agar dapat mengeksplore destininasi tujuan dengan puas dan maksimal. sehingga dengan itu kemungkinan-kemungkinan apa saja yang sekiranya akan saya alami ketika travelling dapat dihindari.

Rasa penat dengan aktivitas sehari-hari membawa saya travelling sejenak ke kota gandrung, Banyuwangi Jawa Timur. Banyuwangi dengan julukan Paris Van Java ini memiliki banyak destinasi wisata keren yang sudah tidak asing bagi para traveller. Hayo siapa nih yang belum pernah ke Banyuwangi?

Sabtu, 2 Maret 2019 pukul 13.00 WIB kita tiba di penginapan

 Meskipun  hanya liburan 2 hari di akhir pekan, travelling singkat  ke Banyuwangi ini sangat membawa suasana positif bagi saya. Menyegarkan dan menenangkan pikiran.

Kebetulan kali ini saya tidak sendirian karena saya travelling bersama kawan saya sehingga lebih seru ketika bisa mengunjungi beberapa tempat wisata di Banyuwangi hanya dalam waktu 2 hari saja. Emang cukup?

 Tidak  sih. Dua hari tidaklah cukup untuk mengeksplore berbagai spot wisata seru dan kece yang ada di kota Banyuwangi. Kali ini kita mengunjungi 3 tempat, antara lain: Pantai Boom, Pantai Watu Dodol, Pantai Cacalan (foto instagam diatas) dan Air terjun jagir.

Oleh karena itu pertimbangan memilih tujuan wisata yaitu lokasi wisata yang tidak jauh dari penginapan RedDoorz near Stasiun Karang Asem, Banyuwangi. dan juga lokasi wisata yang searah dengan jalur pulang.

Situasi Sekitar RedDoorz Near Karang Asem, Banyuwangi #MadeBySmartphone

 RedDoorz  selalu bisa menjadi andalan karena selain harganya yang sangat terjangkau fasilitas beserta keamanan yang diberikan sejauh ini sangat baik. Mulai dari linen yang bersih, kamar mandi bersih, perlengkapan mandi, televisi, air mineral dan wifi gratis dan ini merupakan 6 guarantee service dari RedDoorz


Nah, buat teman-teman yang ingin berlibur ke kota Banyuwangi. Berikut ini review RedDoorz yang kita pilih sebagai tempat penginapan minggu lalu saat di Banyuwangi. 

Tampak Depan

Samping Kiri Dengan RedDoorz Box

 Receptionist

Ruang tunggu di depan receptionist

1 Kamar RedDoorz dekat receptionist


 3 Kamar RedDoorz di depan receptionist

Tampak kamar RedDoorz dari ruang tunggu


Gazebo yang letaknya center - belakang

Kamar berukuran 4 meter x  3,2 meter

 Kamar mandi ukuran 1,5 meter x 1,5 meter

 Interior kamar mandi 

 Fasilitas Lengkap + Shower air panas/dingin

 Kondisi fasilitas sangat baik

Peletakan pendingin ruangan yang pas & berfungsi dengan baik

Televisi jernis dan stop kontak yang mumpuni


Sebelah Kanan: Tempat parkir dilihat dari kamar sewa RedDoorz no.7


Sebelah Kiri: Deretan kamar RedDoorz dilihat dari kamar sewa RedDoorz no.7

 Jadi , fasilitas yang terbilang lengkap dari RedDoorz near karang Asem Station ini saya dapatkan dengan harga yang sangat murah yaitu Rp.128.000. Tanpa diskon biasanya sewa kamar ini senilai 150 ribu-an. Penasaran dengan kamar yang sudah saya sewa kemarin? Simak video room tour berikut  ..


Jangan lupa teman-teman juga bisa menggunakan kode promo NEW20 untuk mendapatkan diskon 20% untuk transaksi pertama di aplikasi RedDoorz loh. Ini sih murah banget!!! Apalagi jika patungan dua orang, jadi ya cuma 50 ribuan aja. Kaya' aku ...heuheu ..


 Beruntungnya , receptionist sekaligus pengelola RedDoorz Near Karang Asem Station sangat ramah (bapak, ibu dan para pegawainya). Kita (bapak, ibu dan kami) ngobrol banyak hal saat bertemu cek-in maupun check-out.

Lagi-lagi bahasan yang sangat menarik karena kita sharing mengenai penggunaan media digital sebagai sarana komunikasi sekaligus promosi termasuk dalam pengelolaan RedDoorz dimana bapak sebagai pengelola dan saya sebagai pengguna aplikasi RedDoorz yang kali ini mendapat diskon dengan transaksi menggunakan aplikasi.

Tak lupa juga, fasilitas apa-apa yang tertera di aplikasi saya cocokkan dengan kondisi kamar yang sebenarnya (setelah saya tiba dilokasi).  Foto-foto dan informasi yang trtera di aplikasi sama dengan kondisi sebenarnya. Wifi yang kencang, TV yang nggak semutan dan lainnya yang itu tuh, informasi yang tertra di Red Box di halaman RedDoorz.

6 guarantee service RedDoorz

Menurut bapak pengelola (pemilik properti) yang terlihat masih sedikit canggung, ini berbeda dengan tamu pertama (sebelumnya) yang menggunakan situs pihak ketiga ketika booking kamar RedDoorz near Karang Asem Station. Kalau saya transaksi langsung dari aplikasi RedDoorz  dan baya tunai di tempat.

Kerjasama yang terjalin antara pemilik properti dengan RedDoorz yang terbilang masing baru (baru kemarin, jumat) dan keesokan harinya (sabtu) saya singgah di RedDoorz tersebut. Pantas saja RedDoorz di lokasi yang saya ambil ini baru muncul di aplikasi RedDoorz (hari-hari sebelumnya tidak muncul di aplikasi RedDoorz).

 Menurut  bapak pengelola, meski sedikit masing canggung dengan teknologi tapi sedikit demi sedikit akan belajar. Sembari ibu pengelola keluar masuk ruangan dan kemudian menyodorkan saya sebuah formulir untuk saya isi sebelum penyerahan kunci kamar.


"Ya, RedDoorz disini baru buka hari Jum'at kemarin, dan kalo nggak salah mas-nya ini tamu kedua yang menginap disini"-ujar bapak pengelola RedDoorz Near Karang Asem Station saat kami melakukan check-in. 

 Fyi , teman travelling saya ini memberi kabar yang menyedihkan sih hari terakhir kita di Bayuwangi: Dia yang 2 bulan terahir ini selalu siap menemani traveling kemudian harus hijah ke Bali karena urusan pekerjaan. Namanya juga solo traveller, travelling sendiri harus siap dong ... ((iya...iyaa). Yes, next RedDoorz & Ukulele is My Best Mate To Travelling ....

Hari terakhir kita ketrungan (read: main ukulele) bareng

 Semoga  tulisan ini bermanfaat, apalagi buat teman-teman yang ingin travelling ke Banyuwangi dengan menggunakan moda transportasi kereta api. RedDoorz yang sudah saya review ini letaknya dekat dengan stasiun Karang Asem, Banyuwangi loh ..

Waiya, ada advice paling menarik saya temukan di dalam kamar RedDoorz. Melalui tulisan blog ini saya juga mengajak teman-teman (semuanya tanpa terkecuali, tinggal di bumi ini) untuk mendukung campaign #SaveOurEart

Sering lihat advice ini ketika bermalam di Redoorz tuh kaya nempel di kepala gitu ya. Mau buang sampah inget advice ini, mau mandi inget juga, bahkan kalau mau keluarpun selalu inget buat matiin sumber energi, lampu penerangan misalnya. Good job nih, RedDoorz...