USB SanDisk OTG: Smartphone bisa dibeli lagi, data dan kenangan tak mungkin kembali

Pentingnya melakukan backup data pada smartphone - Memang sungguh luar biasa sebuah kenangan. Ketika saya menjumpai/bersalipan dengan moda transportasi umum bernama bus, kejadian pahit itu teringat kembali. Berharap tidak terulang kembali, kejadian itu hanya boleh menjadi dejavu dan pembelajaran saat ini. Gadget terbaru yang saya miliki nyatanya sudah hilang, entah kemana.

Banyuwangi-Jember adalah dua kota yang sering saya tempuh menggunakan bus. Bukan tanpa alasan, saya baru saja mengalami kecelakaan saat itu. Saya tinggal di kota Banyuwangi sedangkan kota Jember adalah tempat dimana saya menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Untuk menjangkau kedua kota saya masih mengandalkan bus umum. 

Jember dan Banyuwangi yang akhir-akhir ini heboh dan dikaitkan dengan cerita viral KKN di desa penari ini tergolong tidak jauh, hanya membutuhkan waktu perjalanan sekitar 3 jam untuk menjangkau jarak kedua kota ini. Bahkan bisa 3 jam lebih jika saya harus menunggu bus dan angkot (angkotan kota) yang seringnya ngetem untuk menunggu penumpang.

Dihari itu nasib apes terjadi, bukan soal saya harus menunggu kendaraan yang saya tumpangi ngetem. Saya lari tunggang langgang seperti maling yang kedapatan mencuri sebuah barang. Dibalik itu semua, saya sedang kehilangan sebuah barang berharga. Smartphone yang terhitung belum lama saya miliki.

Turun di terminal pemberhentian kota Jember, saya mendapati smartphone tidak ada disaku celana ataupun jaket yang saya pakai. Begitu juga inistiaf untuk menguras isi tas punggung yang sedang saya gendong tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Smartphone yang begitu berharga bagi saya harus perpindah tangan. Sekalipun jatuh, smartphone adalah barang yang sulit untuk kembali tanpa ada orang baik yang menemukannya. 

smartphone hilang, hanya kardus yang menyisakan kenangan

Smartphone yang saya dapatkan dari (sebuah usaha keras) mengikuti lomba blog demi lomba blog. Smartphone keren dari ponsel yang pernah saya miliki sebelumnya telah raib. Begitu bangganya saya memiliki smartphone dari usaha sendiri tanpa rupiah atau merepotkan orang tua, sebanding dengan rasa kehilangan. Ketika berhasil mendapatkan smartphone idaman itu rasanya bahagia banget, saat kehilanganpun akhirnya juga terasa berat dan sedih luar biasa.

Nasibku Sungguh Malang, Dataku Hilang ....
Mengingat ada smartphone berisi data yang belum sempat saya pindah ke laptop menjadikan kaki dan tangan gemetar bukan main. Data-data sekunder tugas akhir yang beberapa minggu saya kumpulkan harus ikut raib bersama smartphone itu. Ini bentuk ujian yang luar biasa.

Bus yang saya tumpangi melaju dengan cepat setelah menurunkan penumpang di terminal pemberhentian saat saya tersadar bahwa ponsel tidak berada digenggaman. Begitu paniknya saya harus segera mencari angkot secepat mungkin untuk mengejar bus tersebut. Terlalu jauh dalam laju, saya kurang mengetahui plat nomor atau perusaahan bus apa yang menaunggi bus yang saya tumpangi tersebut. Semakin kecil harapan, saya bisa menemukan bis itu kembali. 

Tidak menyerah, saya segera mencari angkot di sekitar terminal Pakusari, Jember untuk mengejar bus yang hanya terlihat bagian ujungnya saya dari pandangan saya. Saya berhasil naik angkot yang didalamnya membawa beberapa penumpang. Lagi-lagi sebuah angkot tidak jauh dari kata ngetem untuk mencari penumpang agar angkot terisi penuh.

Bagaimanapun bentuknya saya menunjukkan rasa cemas yang luar biasa, angkot melaju dengan kecepatan konstan sambil mencari penumpang, sangat lambat. Akhirnya semua kendaraan berhenti di lampu merah, saya memutuskan untuk turun dan naik bus didepan angkot tersebut untuk melanjutkan perjuangan mengejar bus yang saya tumpangi yang saya kira akan behenti di terminal pemberhentian berikutnya di kota Jember, Tawang Alun.

Akhir perjuangan pencarian smartphone yang berisi data penting itu ...
Akhinyaaaaaa saya berhasil menemukan bus yang saya tumpangi, hanya berbekal ingatan dengan wajah kondektur bis. Saya langsung masuk kedalam bus yang jumlah penumpangnya jauh berbeda saat saya menumpanginya. Semua bangku terisi penuh, dan saya tidak menemukan smartphone tergeletak atau jatuh dibawah kolong kursi. Maklum, otak saya tidak merekam apapun selain itu. Kebetulan saya juga tidak mendapatkan karcis yang sebenarnya bisa saja saya gunakan untuk menelusuri bisa yang saya tumpangi tadi.

Semakin menjadi drama, saya tidak lagi mencari smartphone didalam bis yang sedang berhenti. Bus tersebut terus melaju membawa penumpang. Tentu, sebelumnya saya sudah mengutarakan apa yang telah terjadi kepada kondektur bahwa saya telah kehilangan sebuah smartphone dengan harapan memperoleh bantuan untuk mencari smartphone yang saya rasa kemungkinan besar masih berada di dalam bus.
Sayapun tidak lantas mendapatkan bantuan. Kondektur hanya bilang, ”ya dicari saja lah mas ditempat duduk sampeyan tadi terus coba di misscall”. Kondektur kembali menjalankan pekerjaannya menarik ongkos dari penumpang.
Tiba-tiba, ada seorang ibu-ibu yang sudah berbaik hati meminjamkan telepon genggamnya untuk saya pakai melacak smartphone yang sedang saya cari. Tak sedikitpun dering telepon saya temukan, smartphone sepertinya sudah dalam posisi tidak aktif. Segala upaya saya lakukan didalam bus untuk menemukan smartphone kembali, hingga saya tidak sadar sejauh mana saya sudah melaju bersama bus yang saya tumpangi. 

***
Saya bingung, saya menyerah, saya rela diturunkan ditengah perjalanan dengan hasil nihil, begitu juga data-data penting penelitian tugas akhir didalamnya lenyap. Wajar jika tetes kering sungguh marah kepada saya, karena data penelitian tersebut saya kumpulkan hingga berminggu-minggu.

Saya tidak ingin makan dan minum apapun sekalipun tenggorkan saya terasa kering dan perut keroncongan (padahal didalam tas, ibu sudah memberi bekal dan air minum dari rumah). Saya masih duduk disebuah lincak (kursi panjang dari bambu) di depan sebuah warung sambil menerima kenyataan yang ada, saya kehilangan smartphone. Saya harus mengumpulkan kembali data sekunder diantaranya berupa video dan foto yang diambil saat penelitan dilapangan hilang. Ya, semua harus dimulai dari 0 lagi.

Smartphone bisa dibeli lagi, data dan kenangan tak mungkin kembali. Segera Cadangkan! 
Sungguh mengerikan kehilangan sesuatu dimana kita penuh perjuangan dalam mendapatkannya,. Kasus yang saya alami ini tidak lagi terfokus pada nilai dari smartphone tapi beralih pada data-data penting yang ada didalamnya yang keberadaannya lebih penting dari apapun termasuk harga smartphone itu sendiri. Tentu problem kehilangan data pada smartphone itu sangat 'lumrah' terjadi pada siapa saja bahkan banyak orang telah mengalamninya. 
Melihat hasil survei ini saya kemudian berkaca pada diri sendiri bahwa memang betul back-up data secara berkala sangat diperlukan. Pengalaman yang menjadi alasan, saya selalu berusaha membackup data-data penting disetiap kesempatan.  USB SanDisk OTG: Smartphone bisa dibeli lagi, data dan kenangan tak mungkin kembali 

Dokumen, video, foto dan data apapun itu untuk meminimalisirkan resiko hilang/terhapusnya data. Begitu lahirlah pedoman hidup ((#ceilaaaah)), apapun data yang saya miliki harus segera saya backup/cadangkan sebelum berganti hari dan berpindah dengan project lainnya.

Berapa banyak data yang tersimpan pada smartphone?
Berkutat dengan data digital menjadi hal yang tidak terpisahkan dikehidupan saya sehari-hari, mahasiswa sekaligus blogger. Sejak dahulu modul-modul pembelajaran, tugas-tugas, ujian hampir semua dilakukan secara digital. Begitu juga dengan seorang blogger, kemanapun kita pergi dokumentasi adalah hal yang wajib. Foto dan video adalah calon konten.

Konten yang kita abadikan saat ini, sangat mungkin bisa kita gunakan pada kemudian hari. Hingga saya menulis artikel ini, 60% dari total storage 128GB pada smartphone sudah terpakai. Sebagian besar adalah data berupa video dan foto.

Keberadaan smartphone sedikit demi sedikit mengurangi peran sebuah laptop. Meskipun fungsi laptop masih belum juga tergantikan oleh smartphone secanggih apapun. Sudah menjadi hal pasti bahwa nilai kepraktisan saya peroleh saat menggunakan smartphone.

Sebut saja trend beinteraksi melalu sosial media, menciptakan foto-video, kirim-kirim file, edit-edit konten video-foto lebih praktis dan mudah dilakukan dengan smartphone. Aplikasi-aplikasi pendukung juga telah diciptakan pihak pengembang untuk mempermudah aktifias. Semua tersedia untuk smartphone. Berdasarkan hasil survey Western Digital yang saya dapatkan, 97% responden mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam keseharian mereka loh.
Perusahaan inovasi teknologi Western Digital Corp belakangan baru saja menerbitkan hasil studi tentang kebiasaan pengelolaan data selular masyarakat Indonesia yang berjudul “ Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey”. Studi yang melibatkan 1.120 responden dari 6 kota besar ini menemukan bahwa kehilangan data merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi pengguna smartphone.
Smartphone warna purple blue dengan media penyimpanan 128GB inilah yang menjadi tumpuan dibalik konten-konten yang saya ciptakan hingga saat ini Dengan media penyimpanan lega, saya cukup leluasa menyimpan banyak foto dan video. Aplikasi yang saya install untuk mengolah foto dan video pada smartphone juga sebanding, luar biasa banyak. 

Tidak sia-sia, media penyimpanan lega ini tak jarang menjadi jembatan untuk banyak teman-teman menitipkan file mereka pada smartphone yang sama ketika berada dalam suatu liputan acara yang sama. Menebar manfaat, mengumpulkan kebaikan hehe. Syukurlah, smartphone yang lagi-lagi saya dapatkan dari sebuah lomba blog ini tidak hanya berguna untuk saya sendiri, bisa membantu teman-teman menyimpan data liputan sementara. Sekaligus, menjadi tukang foto dadakan sih. sebenarnya Hehe.

Masalah baru kadang muncul, ketika smartphone terasa berat dan tingkat responsfitas berkurang saking banyaknya file yang tersimpan pada smartphone. Tindakan spontan (seperti biasanya) harus saya lakukan, memindahkan file yang tersimpan pada memori smartphone lalu laptop.

Lalu bagaimana jika saat itu tidak membawa laptop? Terpaksa saya hapus file-file lama yang tidak begitu penting untuk melegakan media penyimpanan. Hal ini tanpa pikir panjang harus cepat saya lakukan untuk tidak melewatkan momen yang akan saya abadikan.

Padahal sebenarnya kan #DibuangSayang dan pasti, file-file yang kamu campakkan ini suatu saat bakal kalian sesalkan karena sudah sengaja dihapus dari smartphone pas lagi butuh-butuhnya. Itu sih dulu, sejak ada USB Sandisk OTG kebiasaan menghapus file tidak terjadi lagi. Kecuali file tersebut benar-benar tidak terpakai.   

Lawan malas backup data smartphone pakai SanDisk Ultra Dual OTG!
Masalah utama yang menjadi akar permasalahan yaitu menumpuknya data yang tersimpan pada smartphone. Tidak hanya file yang berhubungan dengan multimedia (foto dan video) tapi juga semua file yang sumbernya dari hasil download. File yang bersumber dari whatshaap adalah salah satu pendonor file terbanyak. Microsoft, pdf, mp3, mp4, jpg dan serba-serbi lainnya.

File apapun rasanya sekarang dikirim melalui whatshaap ya. Whatshapp adalah media sharing populer untuk android, AirDrop adalah andalan bagi pengguna smartphone berbasis iOS. 

Suatu ketika, Barulah menyesal saat tiba-tiba muncul notifikasi memori penuh saat sedang asyik- mengabadikan momen. Lagi-lagi penyesalan datangnya belakangan. Seringkali momen seperti ini banyak diantara teman-teman saya mengalaminya.

Meskipun demikian proses backup data tetap saya lakukan secara rutin, karena semakin banyak file pada media penyimpanan smartphone membuat tingkat multitasking/kinerja smartphone semakin berkurang alias melambat.

Buka aplikasi kamera sambil buka aplikasi lainnya atau saat berpindah-pindah buka aplikasi kemudian aplikasi tidak responsive-crash-hang-tidak bisa dijalankan sama sekali-kehilangan momen yang ingin diabadikan dong. Sedih... Gejala-gejala laipun juga dialami ketik memori penyimpanan smartphone semakn mendekati limit.

RESIKO BAGI SI TUKANG MALAS BACKUP  DATA SMARTPHONE 
1. LEMOT 
Berkurangnya responsivitas alias LEMOT merupakan akibat dari penuhnya memori (media penyimpanan) pada smartphone. Akibatnya pengindexan terjadi secara berkala pada sistem. Pada proses ini prosesor dan RAM bekerja dengan ‘ngoyo’ pada sistem. 
2. MACET 
Setiap aplikasi yang dijalankan pada smartphone membutuhkan ruang untuk file temporary dan cache. Semakin terbatas ruang untuk eksekusi file tersebut maka gejala macet, lag, hang atau force close (aplikasi keluar sendiri) akan muncul. 
3. PANAS 
Berhubungan dengan proses read and write aplikasi, ketika membuka aplikasi akan tercipta data cache dan temporary. Ketika memori penyimpanan terbatas, lagi-lagi kinerja diambil oleh prosesor dan RAM secara signifikan. Kondisi suhu yang meningkat drastis ini juga menyebabkan baterai cepat berkurang/rusak. 
4. RESTART SENDIRI
Sesaknya memori dengan data yang disimpan akan memyebabkan ponsel menahan beban berlebihan, akibatnya tiba-tiba restart dengan sendirinya. Ngeri banget kan? Ketika sedang proses rendering video durasi lama tiba-tiba restart dan harus mengulanginya dari awal. 
5. BOOTLOP 
Sama halnya dengan tiba-tiba restart, ponsel tiba-tiba restart dan stug di kondisi tertentu (berhenti di logo) atau ketika ponsel muncul pemberitahuan seperti “Sayangnya aplikasi telah terhenti” secara sering. Jika demikian, sekaligus mengkonfirmasi bahwa cepat atau lambat akan berhubungan dengan tukang service. Siap ganti kompenen ponsel dengan harga mahal? 

Sedangkan faktor lain, kejadian horor seperti kehilangan data akibat hilang/terhapus juga selalu membayangi. Bahkan kekhawatiran rusaknya data untuk project bisa diminimalisir jika kita memiliki backup data tersebut pada media penyimpanan lainnya.

Untuk teman-teman yang mengandalkan smartphone dengan kemampuan penyimpanan yang terbatas, saya punya tips nih agar storage pada smartphone bisa teman-teman gunakan semaksimal mungkin dan menjaga smartphone tidak lemot.

Jujur, leganya media penyimpanan smartphone kadang justru menjadikan semakin malas untuk memindahkan data ke laptop. Toh, memori penyimpanan smartphone masih lega kan. Nanti-nanyi saja lah, repot kalau harus buka laptop, tarik ulur kabel data, belum lagi cari colokan listrik jika laptop seperti milik saya yang tidak bisa digunakan tanpa terhubung dengan sumber lisrik.

Semua menjadi alasan untuk menunda proses pencadangan/backup data. Jika bisa ditarik kesimpulan dengan menggunakan satu kata, penyebab malas untuk mencadangkan data smartphone adalah “MALAS”. Dan ketika memiliki USB OTG SanDisk, sudah pasti proses pencadangan data menjadi semakin cepat, mudah dan praktis. Jika tidak, siapkah kamu menangis berhari-hari ketika mendapati file penting pada smartphone tiba-tiba hilang atau terhapus?
USB OTG SanDisk ini rupanya menjadi andalan banyak orang. Tidak hanya saya pribadi, banyak orang mengandalkan USB OTG SandDisk sebagai produk terbaik untuk transfer dan backup data secara praktis.
Begitulah ketenaran SanDisk, produknya yang beragam, memiliki kwalitas baik dan banyak digunakan oleh banyak orang termasuk orang-orang disekitar saya bahkan didukung penuh dengan garansi produk. Ngomongin soal USB OTG #SanDiskAPAC yang mempermudah banget dalam hal transfer/backup data saya masih punya satu wishlist yang belum terbeli nih yang kompatible dengan iphone. Namanya iXpand Mini Flash Drive.

Kalau kalian sudah pakai produk SanDisk apa aja? Atau punya rencana membeli salah satu produk terlaris dari SanDisk? Begitu mudah menyebutkan kata “SanDisk” saat sedang mencari produk flasdisk, kartu memori dll karena produk bisa ditemukan dimana-mana. Pembelian secara online maupun offline.
Semakin dimanjakan saat bisa menggunakan voucher gratis ongkir dan berbagai promo yang disediakan dari Official Store SanDisk di Shopee. Selain original tentu teman-teman akan mendapatkan produk bergaransi resmi.

Udah deh, tinggal tunggu USB OTG SanDisk atau pesanan produk SanDisk lainnya sambil rebahan saja di rumah. hehe. #SanDiskAPAC #DibuangSayang.

DISKUSI: Berdasarkan survei dari studi yang dipublikasi oleh Western Digital diatas, kamu termasuk golongan pengguna smartphone yang paling banyak menyimpan data apa nih? Kalo aku sih video, karena aku lagi suka banget bikin video pendek gitu di instagram. Hehe...

Mudah, cepat dan aman proses transfer dan backup dengan USB SanDisk, masih bikin kamu malas dan menunda backup? Akibatnya serem banget loh...

Lebih Mudah dan Murah Sewa Mobil Saat Travelling Loh!

Beberapa minggu yang lalu saya bersama mas Fery (blogger kota Malang) menjalankan rencana yang sudah beberapa hari sebelumnya sudah kita rencanakan. Travelling di kota Surabaya. Saya berangkat dari kota Banyuwangi sedangkan mas Fery berangkat dari kota Malang. 

Kami berdua bertemu di Kota Surabaya tepatnya di rumah HOS Tjokroaminoto, Surabaya. Jadi, mas Fery memang sudah datang terlebih dahulu dengan kereta api yang ditumpanginya sedangkan saya masih berada di perjalanan menggunakan kereta api juga.

Dilihat dari jarak tempuh yang dilalui, saya membutuhkan waktu beberapa jam lagi untuk menuju stasiun pemberhentian kota Surabaya, Stasiun Gubeng. Oleh sebab itu mas very ditemani mbak Dinda Nurma (blogger kota Surabaya) untuk berkunjung ditempat wisata sejarah rumah HOS Tjokroaminoto di hari pertama. Oh iya, sekaligus tempat ini menjadi tempat yang kita kunjungi di kota surabaya di hari yang pertama.

Sesuai rencana kami akan menghabiskan waktu 2 hari untuk mengunjungi beberapa tempat di kota Surabaya. Jika estimasi waktu dan penginapan di hari pertama sudah bisa ditentukan, tidak dengan tujuan wisata yang ingin kita kunjungi. Di museum kita juga segera merencanakan tujuan wisata berikutnya. Dan pada hari kedua mbak Dinda Nurma tidak turut berkeliling di Kota Surabaya.

Intinya sih, dua hari yang kita miliki jangan sampai terbuang sia-sia. Mumpung sedang di Surabaya rasanya ingin sekali explore tempat-tempat bagus dan instagramable. 

Begitu mudah nya menemukan destinasi tempat-tempat yang akan dikunjungi berikutnya. Selain berpedoman dengan internet ponsel digenggaman, dihari pertama di kota Surabaya kita ditemani oleh mbak dinda nurma yang notabene asli Surabaya. Jadi bisa lah, sedikit banyak tanya tentang destinasi tujuan berikutnya. Enak ya kalau punya teman diberbagai kota hehe...

Jadi selama dua hari travelling di Surabaya, hilir mudik kami dari dan menuju tempat tujuan mengandalkan ojek dan taksi online. Meskipun hanya dua hari saja, pengeluaran melebihi budget perkiraan. Jika saat itu penginapan selama dua hari tidak begitu memberatkan karena kami memaanfaatkan diskon dan kode promo, begitu juga dengan konsumsi. Kita hanya belanja seperlunya dan makan masih dengan nasi bungkusan. Hehe. 

Nah, tidak dengan transportasi dari satu lokasi wisata menuju lokasi wisata lainnya, transportasi pulang dan pergi harus diperhitungkan. Faktanya, setelah dihitung-hitung memang pengeluaran paling banyak ada pada transportasi. Bisa dijadikan sebuah pengalaman sih ya, saat travelling bersama teman baiknya menyewa mobil daripada mengantungkan transportasi pada ojek dan taksi online. 

Alasannya sudah pasti untuk menekan budget transportasi. Selain itu rasanya juga lebih leluasa dan menyenangkan saat travelling rame-rame bersama teman atau keluarga dibandingkan saat menggunakan layanan ojek atau taksi online. Kebersamaan lebih terasa gitu .... 

***
Jika saat travelling teman-teman memutuskan untuk menggunakan mobil sewa tentunya harus tetap waspada ya. Sewa mobil Jakarta, TRAC adalah pilihan yang tepat. Aman, terpercaya dan cara pemesanannya juga gampang karena bisa dilakukan secara online (website, aplikasi TRAC). Tidak hanya tersedia sebagai Rental Jakarta, TRAC sudah tersebar lebih dari 50 kota di Indonesia dan bisa diandalkan saat butuh rental kendaraan.

Oh iya, teman-teman nantinya juga bisa memilih mau menyetir sendiri (self drive) atau sewa mobil sekaligus driver (chaffeur service). Pilih jenis kendaraan yang ingin disewa, durasi sewa, dan lain-lain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Soal keamanan? Jangan khawatir, pengguna jasa sewa TRAC dilindungi dengan proteksi asuransi dan jaminan kondisi armada yang dipastikan prima dan siap untuk digunakan. Begitu juga dengan keberadaan Customer Assistance Center 1500009 selama 24 jam sebagai pusat informasi, bantuan atau pemesanan yang menjadikan banyak orang semakin yakin untuk menggunakan jasa sewa mobil TRAC.

Tidak hanya terbatas pada penyedia sewa kendaraan kategori mobil beraneka ragam jenisnya saja ya teman-teman, TRAC juga menyediakan berbagai kategori jenis kendaraan lainnya, misalnya Bus dan sepeda motor. Wah, semakin asik ya! Misalnya saja saat travelling bersama satu teman saja, saya tidak perlu menyewa mobil dong karena sewa motor lebih tepat.

Butuh sewa kendaraan? Ingat TRAC dong ... Bisa lebih murah dengan promo khusus saat transaksi melalui aplikasi. Yuk segera download aplikasinya di smartphone!