Cegah dan tuntas atasi maag dengan suplemen asam lambung Colidan

5 comments
Belajar dari pengalaman orang-orang sekitar memang penting sekaligus sangat diperlukan. Tentu, pengalaman tidak hanya bersumber dari diri sendiri tapi juga bisa diperoleh dari orang lain, teman misalnya. 

Mahasiswa, tidak sedikit dari kita (termasuk saya) sering menyepelekan hal-hal tertentu. Terlihat sepele tapi akibatnya besar. Salah satunya menyepelekan gaya hidup yang ujung-ujungnya menyerang kesehatan. Begitu juga dengan para workaholic yang rentan memiliki keluhan kesehatan.
Kesehatan itu sangat penting dan tidak ternilai dengan apapun. Khususnya bagi mahkluk-mahkluk perantauan seperti kami (mahasiswa) yang jauh dari orang tua. Apa-apa harus dilakukan sendiri, teman-teman kitalah sekaligus menjadi orang tua. Merekalah yang mengantar kita berobat, minta tolong untuk membelikan makanan ketika sakit dan sebagainya.

Alasan mainstream yang menyebabkan mahasiswa seperti sibuk nugas (mengerjakan tugas kampus), sibuk kegiatan, pekerjaan lain hingga menyebabkan lupa makan hanya demi mengejar target. Ada yang memiliki pengalaman yang sama?

Pesan : Memperbanyak teman itu tidak ada ruginya sama sekali sob. Jadilah seseorang yang menyenangkan dan suka berinteraksi dengan orang-orang baru.

Ya, misalnya dari kasus diatas (ketika kita sakit) teman-teman kitalah yang bisa kita andalkan selain pacar. Sedihnya lagi kalau tidak punya teman dekat bahkan pacar sob, sedihnya seperti wafer. lapisaaaan! T.T (curhat tipis-tipis)

Jika mendekati tanggal tua, kita harus mejadi cerdik untuk mengatur uang di dompe a.k.a Mengurangi pola makan. Imbasnya, pola makan yang tidak teratur ini diperparah dengan gaya hidup lain yang rawan menyebabkan mahasiswa stress dan akhirnya.... droop say!

Kekebalan tubuh akan menurun dan cerita tamatnya kita hanya bisa terguling diatas kasur kos-kosan. Menyedihkan .... Memang sih, kebutuhan energi masing-masig orang berbeda. Tetapi besarnya kebutuhan energi dan komposisi makanan sehat wajib diperhitungkan untuk melakukan aktivitas harian.
                   
Memang dunia perkuliahan tidak seindah yang digambarkan di tv-tv yang sempat saya bayangkan dahulu. Kuliah, jatuh cinta dikampus, lulus, mendapat pekerjaan dan menikah dengan teman kampus. Tidak seideal itu ya sob!

Oh iya, penyakit maag juga berhasil menjadi salah satu penyakit yang mempunyai relasi paling dekat dengan mahasiswa. Menurut banyak orang, mahasiswa mempunyai sakit maag itu biasa. Biasa karena sering mempeng saat nugas, mager (malas gerak) ketika mengerjakan tugas, bahkan alasan klasik seperti mengurangi pola makan dari kebutuhan makan ideal 3x sehari dengan alasan supaya hemat. Hemat dan belum dapat transferan dari orang tua beda tipis ya sob, hehe.


Begitu juga dengan saya yang sempat merasakan perihnya penyakit maag ini beberapa waktu lalu. Hingga sekitar 2 hari saya cukup terbengkalai dalam kegiatan perkuliahan. Melewatkan beberapa matakuliah dan keteteran menyelesaikan tugas-tugas kampus banyaknya ‘segunung’. Bagaimana tidak, selain merasa perih pada perut, rasa mual dan kepala pusing menambah sensasi tak tertahankan.

Sekarang sakit maag, beberapa hari kemudian bisa saja kambuh kembali. Ya, penyakit datangnya tak menentu. Apalagi saat menyadari saya telah makan makanan yang menjadi musuh dari maag hingga menyebabkan penyakit maag saya kambuh. Dimana tantangan terberatnya adalah menghindari makanan yang pedes-pedes.

Padahal, penyakit maag sebenarnya bisa dicegah loh sob! Ingat tidak ada asap kalau tidak ada api, jadi kita harus mencari apinya dulu. Eh, penyebabnya maksudnya. Apa saja yang bisa menyebabkan penyakit maag hinggap di tubuh kita. Lalu, jika sudah mengetahuinya, tugas kita selanjutnya adalah meng-hin-darinya.



Dari kejadian ini, saya lebih banyak mencari tahu tentang penyakit maag. Berkaitan dengan makanan dan minuman apa saja yang harus saya dihindari dan juga banyak hal lainnya. Tujuannya hanya satu, agar saya tidak merasakan (lagi) sakit yang disebabkan oleh monster yang bernama maag. 

Eh, tapi dengan mempunyai pengetahuan cukup tentang seluk beluk penyakit maag ini juga, saya mengusahakan agar orang-orang sekitar saya menerapkan pola hidup yang sehat dan agar tidak merasakan penyakit maag seperti saya.

Ya, cukup pengalaman saya. Lebih baik tidak sakit dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk berobat. Lebih enak jika kita gunakan uang tersebut untuk kegiatan yang menyenangkan, misalnya makan bakso bareng gitu, setuju?


Terutama untuk teman-teman kuliah yang belum merasakan sakit maag, sungguh perihnya sakit maag lebih dari patah hati. Oleh karena itu, saya ingin mengajak teman-teman dan pembaca tulisan ini untuk berlomba-lomba anti tumbang (sakit). Anti dengan penyakit yang kata banyak orang identik dengan mahasiswa (maag). Siapa yang jarang sakit, dia yang menang ya sob! Trus hadiahnya apa? Hadiahnya kesehatan tentu hehe ...


Membahas lagi soal penyakit maag disebabkan oleh adanya bakteri Helicobacter Plori yang bersarang di dalam lambung. Tepatnya hidup berada dibawah lapisan selaput lendir dinding bagian dalam lambung. Bakteri ini dapat menyebabkan peradangan pada dinding lambung. Adakah cara praktis dan obat sakit maag paling ampuh? Jawabannya bisa sobat temukan, setelah membaca tulisan ini ya...  let's go!

Gejala umum dari sakit maag tidak hanya seperti apa yang telah saya rasakan (perih pada perut, mual dan pusing). Tetapi ada beberapa gejala umum lainnya seperti: sulit tidur, suhu badan naik, keluar keringat dingin, tidak nafsu makan (anoreksia) hingga pendarahan dan menimbulkan resiko kematian.


Memang benar, penyakit maag yang saya alami saat ini disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur. Hal ini membuat saya kapok dan akhirnya menyadari pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Jauh lebih baik dari sebelumnya. Jelas, pola hidup sehat sangat diperlukan untuk menghindari berbagai macam penyakit (maag salah satunya).

Tapi jika sudah terlanjur merasakan sakit maag, bagaimana cara mengobatinya?

Karena saya bertempat tinggal dipedesaan, mungkin salah satunya bisa diobati dengan obat-obat bikinan sendiri (tradisional). Seperti kunyit dan rebusan daun jambu biji yang biasa orang-orang buat ketika mengatasi sakit maag. Tetapi beda lagi ketika saya berada di perantauan (kuliah). Saya lebih mengandalkan obat modern yang bisa saya beli di toko obat atau modern market. Alasannya mudah didapatkan dan tentu saya tidak perlu kerepotan untuk membuat ramuan tradisional tersebut. 








Sahabat maag kemasan praktis ini memiliki harga yang ekonomis dan terjangkau. Sekitar Rp. 30.000 (kemasan hijau) dan Rp.60.000 (kemasan biru). Ya, hanya berbeda pada fucoidan yang dikandungnya sob.


5 comments :

  1. Colidan emang membantu banget buat mengatasi asam lambung, saya pun sudah membuktikanya

    ReplyDelete
  2. Colidan emang suplemen lambung yang ampuh mencegah sakit lambung datang, saya sudah membuktikanya

    ReplyDelete
  3. Itu telur puyuh sambelnya bikin rahang ane getar gan! yummyy jd pengen..

    ReplyDelete
  4. Wah, colidan ini cocok banget buat peminum kopi kayak aku Mas..
    Btw, aku selalu suka dengan pewarnaannya.. Sukses ya?

    ReplyDelete