RGu3u8BLriTwtLKTeinGPrfojNsvmeTyU6ah0e1k

Terjebak di Antara Kreativitas dan Kesehatan: Kisahku Atasi Risiko Mata Kering dengan Insto Dry Eyes.

Semua ini tentang: Kesempatan yang tak terulang, profesionalisme, kreativitas, efisiensi dan reputasi yang selalu saya junjung tinggi-tinggi sebagai fotografer yang sedang "babat alas'" menjajakan jasa atas skill yang dimilikinya.
(babat alas, menebang hutan. Dalam istilah Bahasa jawa dapat diartikan sebagai langkah mengawali, memulai atau merintis suatu kerjaan, kegiatan, atau hal lain)

***

Pagi itu mengejar waktu akad, jangan sampai telat. Kabut pagi masih menyelimuti permukaan tanah, terbentang jalan persawahan yang sempit di antara hijaunya hamparan tanaman padi dan beragam tanaman persawahan lainnya. Jalan ini tidak lebih dari sekadar jalur tanah bebatuan tajam yang terbentuk karena seringnya dilewati oleh kendaraan-kendaraan kecil seperti motor. Begitu juga sisi kanan dan kiri jalan, dipagari pepohonan rimbun yang tumbuh subur, lengkap dengan suara gemericik air saluran irigasi sawah yang mengalir membawa kehidupan bagi sawah-sawah di sekitarnya. Melewatinya, saya seperti menghirup udara segar seakan-akan saya berada di dalam terowongan hijau.

Rasanya seperti setiap langkah atau gerakan motor saya bisa menjadi risiko. Saya harus mengendalikan kendaraan dengan sangat hati-hati, khawatir motor bisa tergelincir atau terjatuh ke dalam saluran irigasi sawah yang mengalir, dan sayapun sendirian. Jalan semakin menakutkan saat pengendara motor berpapasan dari kedua arah. Dalam satu waktu ketika orang-orang berangkat ke sawah dan anak-anak berseragam sekolah merah putih tampak keluar dari perkampungan.

Kawasan Pedesaan di Parijatah Kulon, Srono, Banyuwangi

Suara gemericik air sungai samar-samar itu menjadi latar yang menambah ketegangan, ditambah dengan jalanan bebatuan tajam sehingga tidak ada ruang untuk kesalahan. Puncak perasaan lega itupun tiba, saya mulai mendengar samar-samar suara sound system lagu-lagu khas osing Banyuwangi yang memberi tanda saya telah tiba di tempat tujuan, sebuah hajatan di rumah klien yang akan saya foto.

Jalan ini menjadi bagian dari saksi bisu dari lembaran kisah perjalanan saya menjadi fotografer di kampung. Fotografer pemula yang berkarya dengan penuh semangat di mulai dari desa terpencil untuk memperbanyak jam terbangnya dalam dunia fotografi. Senjatanya yang sederhana: sebuah kamera second yang dibelinya yang ditandemkan dengan lensa fix dengan harga yang terjangkau kurang dari 1 jutaan.

***

Meskipun sering dianggap sepele oleh banyak orang (ukuran kamera mungil dengan lensa kecil yang tidak ada sangar-sangarnya), bagi saya sang amatiran, lensa fix murah ini menjadi tantangan besar yang harus saya hadapi. Bila budget sudah ada, tentu saja saya akan upgrade perangkat foto yang saya dambakan untuk memudahkan pekerjaan saya sebagai single shutter di lapangan.

Sebagai fotografer pemula yang berfokus pada acara-acara event kecil di desa, saya menyadari bahwa lensa fix membutuhkan ketelitian ekstra dalam menangkap setiap detail. Namun, saya tidak gentar. Saya melihat setiap jepretan kamera sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa kreativitas dan bakat tidak selalu tergantung pada peralatan yang mahal. Seadanya dulu aja. Hingga akhirnya saya bertemu dengan seorang kawan mbak (@zelaagitp, makeup artist) yang mempunyai tujuan sama sehingga memberi saya kesempatan untuk kolaborasi dalam sebuah pekerjaan, termasuk pada kesempatan ini.


Masalah umum yang sering saya rasakan berkaitan dengan kesehatan mata, saya mengalami mata kering bersamaan dengan waktu ketika harus memotret. Biasanya saya alami usai perjalanan yang cukup jauh menuju rumah klien dengan berkendara motor. Tidak terhindari mata saya memerah dan merasa gatal.


Oleh karena itu sesampai di rumah klien, saya tidak langsung memotret, namun memerlukan waktu untuk rehat sejenak setelah memberi obat tetes mata. Mengistirahatkan mata sejenak hingga mata merasa nyaman dan siap untuk memotret acara klien.

Mata kering adalah kondisi di mana mata kekurangan kelembaban yang cukup, dan gejalanya dapat memengaruhi berbagai profesi, termasuk profesi fotografer atau lain-lain yang dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari.
Mata manusia dapat memproses informasi visual dengan sangat cepat. Mata dapat mendeteksi perubahan cahaya dalam waktu kurang dari 1/1000 detik dan dapat membedakan antara sekitar 10 juta warna berbeda.
Bagi saya, mata memegang peranan yang sangat penting bagi seorang fotografer. Mata adalah senjata utama untuk melihat dan merasakan dunia di sekitar. Kunci dalam menangkap momen-momen yang indah yang menciptakan karya seni visual yang memukau. Secara spesifik mata sehat membantu para fotografer dalam peranan melihat detail, mengatur komposisi, mengatur pencahayaan, menginterprestasikan warna dan lain-lain yang bisa mempengaruhi hasil foto tentunya. Sangat penting bukan?

Sekilas Tentang Mata Kering? Merah Tidak Selalu Mata Kering, Merah Bisa Jadi ...

Mata kering atau dipahami sebagai keringnya permukaan mata (keratoconjunctivitis sicca), adalah kondisi di mana mata tidak dapat menghasilkan cukup air mata. Dengan kata lain, air mata yang dihasilkan tidak memiliki kualitas yang baik untuk menjaga mata tetap lembab dan nyaman. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penuaan, penggunaan komputer/gadget yang berlebihan, kondisi medis tertentu seperti arthritis rheumatoid atau lupus, atau bisa juga efek dari penggunaan obat-obatan tertentu.


Apakah kalian salah satunya yang mengalami dampak mata kering ini? Gejala mata kering meliputi mata terasa kering, gatal, terbakar, atau seperti ada benda asing di mata. Pengobatan mata kering biasanya melibatkan penggunaan tetes mata artifisial, perubahan gaya hidup, dan dalam kasus yang lebih parah, prosedur medis atau operasi.

Prevalensi Mata Kering Menurut WHO: Mata Kering Mempengaruhi Sekitar 5-30% Populasi Orang Dewasa Di Seluruh Dunia.

Karena itulah mata kering bisa dialami oleh siapa saja. Terlihat prevalensi mata kering cukup tinggi, terutama di antara orang-orang yang tinggal di daerah yang berangin, kering, atau berdebu. Dampak mata kering juga dapat beragam dapat dirasakan, mulai dari ketidaknyamanan ringan hingga gangguan serius pada penglihatan.

Prevalensi mata kering atau sebut saja dengan gampang penyebab mata kering dapat bervariasi antara satu orang dengan orang yang lain (tiap negara juga bisa saja berbeda-beda). Di berbagai populasi tergantung pada faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, lingkungan, dan kondisi kesehatan umum. Berikut adalah beberapa statistik prevalensi mata kering yang dapat memberikan gambaran tentang sebarannya:


1. Prevalensi Umum: Mata kering adalah masalah umum di seluruh dunia. Menurut WHO, mata kering mempengaruhi sekitar 5-30% populasi dewasa di seluruh dunia.

2. Faktor Usia: Prevalensi mata kering cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Misalnya, di antara populasi lanjut usia (di atas 65 tahun), prevalensi dapat mencapai lebih dari 30%.

3. Jenis Kelamin: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami mata kering dibandingkan pria. Hal ini mungkin terkait dengan perubahan hormonal yang dialami wanita, terutama selama masa menopause.

4. Lingkungan: Faktor lingkungan seperti polusi udara, paparan sinar UV, dan paparan layar komputer juga dapat meningkatkan risiko mata kering. Prevalensi mata kering cenderung lebih tinggi di daerah dengan polusi udara tinggi dan cuaca kering.

5. Kondisi Kesehatan: Beberapa kondisi kesehatan seperti diabetes, lupus, arthritis reumatoid, dan penyakit tiroid dapat meningkatkan risiko mata kering. Prevalensi mata kering di antara individu dengan kondisi medis ini bisa jauh lebih tinggi daripada populasi umum.

6. Penggunaan Kontak Lensa: Orang yang menggunakan lensa kontak mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami mata kering karena lensa kontak dapat mengganggu produksi air mata alami mata.

7. Penggunaan Gawai Digital: Penggunaan yang berlebihan dari gadget/gawai digital seperti komputer, smartphone, dan tablet dapat menyebabkan sindrom mata kering digital, yang semakin umum terjadi di era digital saat ini.

Oleh karena itu, dengan adanya informasi ini bisa memahami faktor-faktor risikonya dan diharapkan dapat membantu dalam pencegahan dan penanganan mata kering secara efektif.

Risiko Mata Kering Jika Tidak Diatasi Dari Sudut Pandang Fotografer

Ini seperti masuk dalam sesi curhat dengan dunia fotografi yang saya geluti. Sebagai fotografer, ada beberapa aktivitas yang memaksa untuk berlama-lama menatap layar, antara lain: mengedit foto, edit video, mengelola foto, penyusunan layout/album foto dan promosi dan hal-hal lainnya.


1. Mengedit Foto: Proses pengeditan foto membutuhkan ketelitian dan perhatian terhadap detail-detail kecil. Fotografer dapat menghabiskan banyak waktu untuk mengatur warna, kontras, kecerahan, dan detail lainnya agar foto terlihat sempurna.

2. Penyusunan Album Foto: Fotografer yang bekerja untuk menyusun album foto atau portofolio juga akan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk memilih dan menyusun foto-foto terbaik secara artistik dan menarik.

3. Pemasaran dan Promosi: Fotografer yang melakukan pemasaran dan promosi melalui media sosial atau situs web juga akan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengelola konten, memposting foto, dan berinteraksi dengan pengikut.

4. Mengelola Situs Web atau Portofolio Online: Fotografer juga perlu menghabiskan waktu untuk mengelola situs web atau portofolio online dimedia sosial, termasuk mengunggah foto, memperbarui informasi, dan menjawab pertanyaan dari klien atau calon klien.

It's work! Bagaimana saya promosi, mengajak kolaborasi dan pamer hasil kreatif melalui media sosial yang saya miliki.

5. Pengeditan Video: Bagi fotografer yang juga membuat video, proses pengeditan video juga membutuhkan waktu yang cukup lama, terutama dalam hal memotong klip, menambah efek, dan menyelaraskan audio.

6. Mengelola dan Menyimpan Foto: Fotografer juga harus menghabiskan waktu untuk mengelola dan menyimpan foto-foto agar tetap terorganisir dan mudah diakses.

7. Belajar Upgrade Skill : Seperti saya, fotografer pemula wajib hukumnya untuk terus belajar ilmu baru untuk semakin memperbaiki kualitas diri. Bagaimana saja yang berpijak di atas kaki sendiri dengan hobi yang saya geluti ini tidak menjadi halangan saya dapat belajar melalui internet tentang banyak hal terkait fotografi.

Semua aktivitas ini membutuhkan fokus dan konsentrasi yang tinggi, sehingga fotografer seringkali harus berlama-lama menatap layar untuk menyelesaikan tugas-tugas ini dengan baik.

Beberapa Faktor Dalam Aktivitas Fotografer yang Dapat Meningkatkan Risiko Mata Kering.

Dalam aktivitas fotografi, terutama bagi seorang fotografer yang sering menghabiskan waktu berjam-jam di depan kamera, risiko mata kering dapat menjadi masalah serius. Mata kering disebabkan oleh kurangnya produksi air mata atau kualitas air mata yang buruk, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, iritasi, dan bahkan kerusakan pada mata.


Beberapa faktor dalam aktivitas fotografer yang dapat meningkatkan risiko mata kering antara lain:

1. Lama Waktu Menatap Layar: Fotografer sering kali harus menatap layar kamera atau komputer dalam waktu yang lama untuk mengedit foto atau meninjau hasil pemotretan. Hal ini dapat mengurangi frekuensi berkedip, yang penting untuk menjaga kelembaban mata.

2. Paparan Cahaya: Terlalu lama berada di bawah sinar matahari atau cahaya lampu studio juga dapat mengurangi kelembaban mata.

3. Dehidrasi: Saat seseorang fokus pada pekerjaan, seringkali lupa untuk minum cukup air. Dehidrasi dapat mengurangi produksi air mata yang cukup.

4. Kualitas Udara: Lingkungan yang berdebu atau ber-AC dapat membuat mata lebih cepat kering. Merokok: Rokok dan asapnya dapat mengiritasi mata dan mempercepat penguapan air mata.

5. Usia: Seiring bertambahnya usia, produksi air mata cenderung menurun. Fotografer yang lebih tua mungkin lebih rentan terhadap mata kering.

6. Kesehatan Umum: Gangguan Kesehatan Terkait Mata: Beberapa kondisi kesehatan mata, seperti blefaritis (radang kelopak mata), konjungtivitis (peradangan konjungtiva), atau sindrom mata kering, dapat menyebabkan mata kering.

7. Penyakit Autoimun: Beberapa penyakit autoimun seperti arthritis reumatoid dapat berkontribusi pada mata kering. Ya, hal ini mengingatkan saya dengan hal yang pernah diceritakan dan alami oleh mbak Enzy Storia (artis ibukota) waktu lalu diberbagai media dengan pengalamannya didiagnosis sakit autoimun seperti ini.

8. Efek Samping Obat: Beberapa jenis obat, seperti antihistamin dan obat tekanan darah tertentu, dapat memiliki efek samping yang menyebabkan mata kering.

Untuk mengurangi risiko mata kering, penting bagi fotografer untuk menjaga kesehatan mata dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan yang baik untuk mata, dan menggunakan tetes mata atau lensa kontak yang sesuai. Selain itu, juga harus memperhatikan kondisi lingkungan kerja dan mengatur pencahayaan yang sesuai untuk mengurangi ketegangan mata. Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, fotografer dapat terus menghasilkan karya yang indah tanpa harus mengorbankan kesehatan mata.

Air Mata: Cairan Ajaib yang Menyelamatkan Mata Anda

Fungsi Air Mata: Air mata adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar air mata di sekitar mata. Air mata memiliki beberapa fungsi penting dalam menjaga kesehatan mata, antara lain:

  • Pelindung: Air mata membantu melindungi mata dari debu, kotoran, dan benda asing lainnya dengan membilas mata secara teratur.
  • Pelumas: Air mata membantu menjaga kelembaban dan kenyamanan mata dengan melumasi permukaan mata saat berkedip.
  • Nutrisi: Air mata mengandung nutrisi penting seperti protein, garam, dan enzim yang mendukung kesehatan jaringan mata.
  • Antibakteri: Komponen air mata memiliki sifat antibakteri yang membantu melawan infeksi dan menjaga kesehatan mata.
Memahami lebih jauh sebagai tambahan informasi yang tidak kalah penting yaitu komponen air mata yang tidak hanya sederhana tapi begitu komplek. Komponen Air Mata: Air mata terdiri dari tiga lapisan utama: lapisan air, lapisan minyak, dan lapisan mukus. Lapisan air mengandung air, garam, dan protein. Lapisan minyak diproduksi oleh kelenjar meibomian di kelopak mata dan membantu mencegah penguapan air mata. Lapisan mukus diproduksi oleh sel-sel mukus di mata dan membantu air mata menyebar merata di permukaan mata.

Nah, dari sinilah bisa kita tarik keterkaitan bahwa mata kering menjadi bagian dari gangguan system air mata. Gangguan Sistem Air Mata: Gangguan pada sistem air mata dapat menyebabkan mata kering atau iritasi mata. Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk produksi air mata yang tidak mencukupi, kualitas air mata yang buruk, atau masalah dengan saluran air mata yang mengalirkan air mata dari mata ke hidung. Gangguan pada sistem air mata dapat diatasi dengan menggunakan tetes mata buatan atau dengan melakukan tindakan medis lainnya, tergantung pada penyebabnya.

Gejala Mata Kering Berikut Ini Sangat Perlu Dikenali Loh.

Seorang fotografer yang sering bekerja dalam waktu yang lama di depan layar atau kamera cenderung rentan mengalami gejala mata kering. Gejala-gejala yang dialami dan bisa dirasakan antara lain:

1. Mata Pegal/lelah: Sensasi lelah atau berat di mata setelah bekerja dalam waktu yang lama. Fotografer seringkali harus fokus pada detil gambar dan melihat melalui lensa kamera untuk waktu yang lama. Ini dapat menyebabkan ketegangan mata dan rasa pegal.

2. Mata Sepet: Kurangnya kelembaban dapat membuat mata terasa sepet atau berat. Fotografer mungkin merasakan kesulitan dalam membuka mata secara penuh.

3. Mata Kering: Salah satu gejala utama mata kering adalah rasa kering atau terasa seperti ada pasir di mata. Pekerjaan fotografer yang melibatkan penggunaan layar monitor atau lensa kamera untuk waktu yang lama dapat meningkatkan risiko mata kering.


4. Sensitivitas Terhadap Cahaya: Mata kering dapat membuat mata lebih sensitif terhadap cahaya, yang dapat menjadi masalah jika fotografer sering bekerja di lingkungan yang sangat terang.

5. Iritasi dan Merah: Mata kering dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan pada mata. Ini dapat mengganggu kenyamanan dan fokus fotografer saat bekerja.

6. Mata Terasa Gatal atau Terbakar: Sensasi terbakar atau gatal yang tidak nyaman pada mata. Menahan tangan untuk mengucek dan menganggu konsentrasi ketika memotret adalah level kesabaran ekstra.

7. Mata Berair: Meskipun terasa kering, mata dapat juga mengalami produksi air mata berlebihan sebagai respon terhadap iritasi. Tapi sering dikira berkaca-kaca mau nangis karena disangka fotografernya baper sama pengantinnya ya :)

8. Penglihatan Kabur: Penglihatan dapat menjadi kabur atau tidak fokus karena kurangnya kelembaban pada mata. Bekerja ekstra dengan dua matanya, mata sendiri dan mata lensa kamera. Sungguh menguras energi bagi fotografer yang harus dua kali harus mencari titik focus.

Ya, intinya gejala mata kering dapat memengaruhi kenyamanan dan kinerja seorang fotografer banget sih ya. Oleh karena itu, penting bagi fotografer untuk mengenali gejala-gejala ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan atau penanganan yang tepat untuk mencegah masalah mata kering yang lebih serius.

Pencegahan Risiko Mata Kering POV Fotografer

Untuk mencegah mata kering, seorang fotografer dapat mengambil langkah-langkah praktis berikut:

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, seorang fotografer dapat menjaga kesehatan mata dan mencegah mata kering saat menjalankan aktivitas fotografi. Seiring bertambahnya usia, produksi air mata cenderung menurun. Fotografer yang lebih tua mungkin lebih rentan terhadap mata kering.

***

Dengan memperhatikan dan mengurangi faktor risiko tersebut, seorang fotografer dapat menjaga kesehatan mata dan kenyamanan saat menjalankan aktivitas fotografi. Tidak kalah penting dan perlu digaris bawahi bahwa wajib melakukan konsultasi dengan dokter mata jika gejala berlanjut atau memburuk. Dokter mata dapat memberikan diagnosis yang tepat dan menyarankan perawatan yang sesuai. Itulah jalan terbaik yang wajib dilakukan teman-teman.

Tujuan tulisan ini sesungguhnya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan risiko mata kering. Khususnya berbagi pengalaman berharga yang dihadapi oleh seorang fotografer dalam menjalankan aktivitas, serta pentingnya penanganan yang tepat untuk mencegah masalah kesehatan mata ini.

Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang menyebabkan mata kering dalam konteks fotografi, diharapkan para fotografer dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mata saat bekerja.

Risiko Mata Kering Jika Tidak Diatasi: Bagaimana Dampaknya pada Kualitas Pekerjaan Fotografer?

Mata kering dapat memiliki konsekuensi yang signifikan terhadap hasil akhir fotografi dan kreativitas seorang fotografer. Beberapa dampaknya antara lain:

1. Ketidaknyamanan: Gejala mata kering seperti rasa gatal, kering, dan terbakar dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan. Fotografer yang mengalami ketidaknyamanan ini mungkin sulit untuk berkonsentrasi dan bekerja dengan baik.

2. Kurangnya Ketajaman Detail: Mata kering dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau tidak fokus, sehingga fotografer mungkin kesulitan untuk melihat detail-detail halus dalam foto. Hal ini dapat mengurangi ketajaman dan kejelasan foto.

Salah satu contoh kesalahan foto akibat mata tidak fokus dalam mengatur pengaturan lensa (shutter speed) dan kecerahan (ISO) pada menu kamera. Foto kurang tajam/foto blur.

3. Kurangnya Ketepatan Warna: Mata kering juga dapat mempengaruhi persepsi warna seseorang, sehingga fotografer mungkin tidak dapat melihat warna dengan akurasi yang diperlukan. Hal ini dapat menyebabkan warna dalam foto terlihat pudar atau tidak sebagaimana mestinya.

4. Kesulitan Mengatur Pencahayaan: Mata kering dapat membuat fotografer lebih sensitif terhadap cahaya, yang dapat mengganggu kemampuan diri untuk mengatur pencahayaan dengan baik. Hal ini dapat menghasilkan foto yang terlalu terang atau terlalu gelap.

5. Gangguan Fokus dan Kreativitas: Ketidaknyamanan yang disebabkan oleh mata kering dapat mengganggu fokus dan konsentrasi seorang fotografer, sehingga membuat diri sulit untuk mengeluarkan kreativitas dalam pengambilan foto. Hal ini dapat mengurangi keunikan dan keindahan dalam hasil akhir fotografi.


6. Kurangnya Konsistensi: Mata kering juga dapat menyebabkan fotografer kesulitan untuk mencapai konsistensi dalam gaya fotografi, karena ketidaknyamanan dan gangguan yang mungkin dialami selama proses pengambilan foto.

7. Peningkatan Risiko Kesalahan: Mata yang kering dapat meningkatkan risiko kesalahan dalam pengeditan foto atau menilai hasil cetakan. Seorang fotografer yang tidak dapat melihat dengan jelas mungkin membuat keputusan yang kurang akurat.

8. Potensi Kerusakan Mata Jangka Panjang: Jika mata kering tidak diatasi, Bahaya mata kering ini bisa menyebabkan masalah mata yang lebih serius jangka panjang, seperti kerusakan permukaan mata atau infeksi. 

Dengan demikian, penting bagi seorang fotografer untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah mata kering dengan cara yang tepat, seperti beristirahat secara teratur, menggunakan tetes mata buatan, dan menjaga kelembaban mata dengan cukup minum air. Dengan cara ini, kita dapat memastikan bahwa kondisi mata kita tidak mengganggu hasil akhir fotografi dan kreativitas sebagai seorang fotografer.

Menjelajahi Jurang Waktu: Konsekuensi Berantai Pekerjaan yang Tertunda dalam Proyek Akibat Mata kering.

Risiko pekerjaan yang tertunda dapat mencakup sejumlah konsekuensi dan masalah yang memengaruhi produktivitas, keberlanjutan proyek, dan kesejahteraan pekerja (jika ada). Berikut adalah beberapa risiko yang mungkin timbul berawal dari pekerjaan yang tertunda:

1. Penyelesaian Proyek Terlambat: Pekerjaan yang tertunda dapat menyebabkan penundaan keseluruhan proyek, mengakibatkan penyelesaian di luar batas waktu yang dijadwalkan.

2. Ketidakpuasan Klien: Keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dapat mengecewakan klien dan menyebabkan ketidakpuasan, yang dapat memengaruhi reputasi dan peluang bisnis di masa depan. Ingat kasus yang viral (tiktok, facebook, X, dan berbagai sosial media lain) dibawah ini nggak? Sayang banget bukan, brand jasa foto yang sudah dibangun susah payah akan "bungkus" atau krisis kepercayaan dari orang-orang sekitar. Padahal kan kepuasan pelanggan adalah hal yang paling utama bagi penyedia layanan jasa, jasa foto. Yahh.. hilang sudah kesempatan bisnis atau peluang strategis lainnya.

sumber : liputan6.com

3. Kenaikan Biaya: Pekerjaan yang tertunda dapat menyebabkan biaya tambahan, baik karena perpanjangan kontrak, pembayaran tambahan kepada pekerja, atau biaya terkait dengan perubahan jadwal.

4. Tekanan Pekerjaan yang Meningkat: Pekerjaan yang tertunda dapat menciptakan tekanan tambahan pada tim atau individu, yang dapat berdampak pada kesejahteraan mental dan fisik pekerja.

5. Kesulitan Perencanaan Rencana Kerja: Pekerjaan yang tertunda menyulitkan perencanaan rencana kerja jangka panjang, yang dapat menghambat strategi dan pencapaian tujuan perusahaan.

6. Risiko Keselamatan dan Kesehatan: Pekerjaan yang tertunda dapat meningkatkan risiko keselamatan dan kesehatan, terutama jika pekerja harus bekerja dalam batas waktu yang sangat ketat atau jika peralatan keamanan belum sepenuhnya tersedia.

7. Gangguan Pada Rantai Pasokan: Pekerjaan yang tertunda dapat mengganggu rantai pasokan dan menyebabkan kelambatan dalam pengiriman barang atau jasa kepada pihak lain yang bergantung pada pekerjaan tersebut.

8. Hilangnya Kesempatan Bisnis: Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek dapat mengakibatkan hilangnya kesempatan bisnis atau peluang strategis lainnya.

9. Pembebanan Tambahan Pekerjaan: Pekerjaan yang tertunda dapat menyebabkan pekerja lain harus menanggung beban tambahan pekerjaan untuk menutupi kekurangan atau mempercepat penyelesaian.

10. Pengaruh pada Morale Tim: Pekerjaan yang tertunda dapat merendahkan morale tim, mengurangi motivasi, dan meningkatkan ketegangan antaranggota tim. Morale adalah tingkat semangat, keyakinan, atau kepercayaan seseorang atau kelompok dalam melakukan atau menghadapi sesuatu, terutama dalam konteks pekerjaan atau situasi yang menuntut dukungan mental dan emosional. Morale yang tinggi dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja, sementara morale rendah dapat berdampak negatif pada kinerja dan motivasi.

Penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah pekerjaan yang tertunda secara proaktif untuk meminimalkan dampak negatif dan menjaga kelancaran proyek atau pekerjaan. Perencanaan yang baik, komunikasi yang efektif, dan manajemen waktu yang cermat dapat membantu mengurangi risiko pekerjaan yang tertunda.

Insto Dry Eyes Sebagai Solusi Mata Kering Bagi Profesi Fotografer.

Dua persediaan INSTO DRY EYES ada di rumah dan selalu saya masukkan dalam tas yang biasa saya bawa bepergian. Insto Dry Eyes adalah merek tetes mata yang dirancang khusus untuk membantu mengatasi gejala mata kering. Kemasannya mungil (7.5mL) dengan khas tutup warna biru untuk insto varian dry eyes ini diproduksi oleh PT. Pharma Health Care.

Kemasan botol yang mungil memudahkan untuk diselipin dan dibawa kemana-mana. Hanya saja, rawan kelupaan kalau sampai berpindah tempat karena ukurannya yang mungil ini. Oleh sebab itu, botol Insto Dry Eyes ini jangan dan tidak boleh sampai berpindah dari resleting paling depan tas ini. Tas yang pasti saya bawa ketika bepergian/keluar rumah.

Sebagai fotografer yang mungkin menghadapi risiko mata kering karena pekerjaan yang melibatkan fokus visual yang intens, penggunaan tetes mata seperti Insto Dry Eyes dapat memberikan bantuan sementara untuk kenyamanan mata.


Insto Dry Eyes (tetes mata steril) mengandung Hydroxypropyl methylcellulose (3.0 mg/mL) yang tampak jelas tertulis pada kemasan bagian depannya. Hydroxypropyl methylcellulose adalah jenis bahan aktif yang biasa digunakan dalam obat tetes mata. Fungsinya adalah sebagai agen pengental atau penstabil dalam larutan tetes mata, sehingga dapat meningkatkan viskositas dan memperpanjang kontak obat dengan permukaan mata. Hal ini membantu obat tetes mata untuk tetap berada di mata lebih lama, meningkatkan efektivitasnya dalam meredakan gejala mata kering, iritasi, atau mempercepat penyembuhan luka pada mata.

Ada juga kandungan Benzalkonium chloride 0.1 mg/mL. Nah inilah Benzalkonium chloride, bahan yang sering digunakan sebagai pengawet dalam obat tetes mata, termasuk Insto Dry Eyes. Manfaat utamanya adalah untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang dapat mengkontaminasi larutan tetes mata. Dengan adanya benzalkonium chloride, obat tetes mata dapat lebih awet dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama tanpa perlu khawatir akan kontaminasi mikroba. Namun, beberapa orang mungkin sensitif terhadap benzalkonium chloride, sehingga penggunaan jangka panjang harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan instruksi dokter.

Namun, jika kondisi sudah dirasa parah sebaiknya sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mata. Dokter mata dapat memberikan saran yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mata yang dialami oleh teman-teman.

***

Meskipun Insto Dry Eyes dapat memberikan sementara perasaan lega dan kelembaban pada mata, penting untuk diingat bahwa penggunaan tetes mata buatan seperti Insto Dry Eyes hanya bersifat simtomatis dan tidak mengatasi penyebab utama mata kering. Oleh karena itu, sangat penting bagi fotografer dan individu lain yang mengalami mata kering untuk memahami penyebab kondisi tersebut dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih luas ya.


Beruntungnya, selama merasa terganggu dengan gejala mata kering, Insto Dry Eyes menjadi Solusi yang terbaik saat saya butuhkan setiap saat. Langsung meredakan dengan cepat tapa yang saya rasakan. Mata merah, mata seperti panas dan berpasir Ketika saya berjelajah menyusuri jalanan rumah klien foto saya bisa dihempas begitu saja.

Kesan pemakaian dari pengalaman pribadi, Insto Dry Eyes adalah produk tetes mata yang dikembangkan untuk membantu meredakan gejala mata kering yang dapat memberikan sensasi segar dan melegakan pada mata yang kering. Dingin dan memanjakan mata ya. Mudah dibeli di minimarket, supermarket atau rak-rak toko seperti saya ini yang begitu gampang untuk mendapatkannya. Pokoknya jangan sampai 'telat'. Harganyapun cukup terjangkau mulai dari 13 ribuan - 17 ribuan/botol.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan tetes mata atau produk perawatan mata antara lain:

1. Konsultasi Medis: Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter mata sebelum menggunakan produk apa pun untuk mata kering. Dokter mata dapat memberikan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi mata individu.

2. Panduan Penggunaan: Ikuti petunjuk penggunaan yang terdapat pada kemasan produk. Beberapa tetes mata mungkin perlu diterapkan dengan frekuensi tertentu, dan dosis yang tepat dapat bervariasi.

3. Efek Samping: Ketahui efek samping yang mungkin terjadi dan perhatikan gejala yang tidak biasa setelah penggunaan. Jika terjadi reaksi yang tidak diinginkan, segera hubungi dokter mata.

Pada kemasan sudah tertulis jelas mulai dari indikasi, aturan pakai, anjuran penyimpanan, kandungan bahan, kontraindikasi hingga No. Sertifikasi Halal dan BPOM RI.

4. Hindari Penggunaan Berlebihan: Jangan menggunakan lebih dari dosis yang direkomendasikan, kecuali jika dianjurkan oleh dokter.

5. Pentingnya Pemeriksaan Mata Rutin: Ya. Lagi-lagi tidak Lelah saya memberitahukan bahwa meskipun tetes mata dapat memberikan bantuan sementara, pemeriksaan mata rutin oleh dokter mata tetap penting untuk memastikan kesehatan mata secara keseluruhan.

Dibalik itu semua karena setiap orang dapat merespons berbeda terhadap produk perawatan mata tertentu, dan kondisi mata dapat bervariasi. Oleh karena itu, konsultasi dengan profesional kesehatan mata adalah langkah yang bijak sebelum memutuskan untuk menggunakan produk tertentu untuk mengatasi mata kering.


Penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki kondisi mata yang unik, dan apa yang efektif bagi satu orang mungkin tidak sama untuk yang lain. Oleh karena itu, rekomendasi terbaik dapat diberikan oleh dokter mata setelah pemeriksaan yang cermat terhadap kondisi mata dan faktor-faktor penyebabnya. Jangan lupa juga, literasi dengan membaca petunjuk dan informasi penting yang tertulis pada kemasan sebelum menggunakan!

Kata-Kata Penutup.

Oya, tulisan Terjebak di Antara Kreativitas dan Kesehatan: Kisahku Atasi Risiko Mata Kering dengan Insto Dry Eyes ini bercerita tentang pengalaman pribadi sehingga sudut pandangpun dari saya sebagai fotografer. Mata kering bisa (banyak) dialami oleh siapa saja, tidak hanya seorang fotografer. Bagi kita, fotografer, mata kering adalah masalah yang serius karena dapat mempengaruhi kualitas pekerjaan dan kesehatan mata secara keseluruhan. Dengan mengalami mata kering, seorang fotografer dapat mengalami kesulitan dalam fokus visual, ketajaman persepsi warna, dan kenyamanan saat bekerja. Kondisi ini juga dapat mengganggu kreativitas dan ketepatan dalam mengatur pencahayaan dalam foto.

Oleh karena itu, penanganan mata kering sangatlah penting bagi seorang fotografer. Langkah-langkah pencegahan, seperti beristirahat secara teratur, menggunakan tetes mata buatan seperti insto dry eyes, menjaga kelembaban mata dengan cukup minum air, dan memperhatikan kondisi lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi kesehatan mata, dapat membantu mencegah mata kering dan menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang.


Seorang fotografer memiliki sejumlah tanggung jawab dan kewajiban terhadap kliennya untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan mencapai standar profesional dan memuaskan. Dari saya, yang selalu mematri tanggung jawab dan kewajiban sebagai seorang fotografer terhadap klien terkait kualitas pekerjaan.

Bahwasannya kualitas pekerjaan fotografi yang saya acuan yaitu keseimbangan antara tanggung jawab dan kewajiban. Tanggung Jawab: Menyediakan kualitas foto yang tinggi sesuai dengan standar industri dan signature (gaya/style pribadi). Dan kewajiban: Menjaga konsistensi dalam kualitas pekerjaan, memastikan bahwa setiap foto yang diserahkan mencerminkan keahlian dan estetika fotografer. Jangan lupa juga dong, mampir di instagram saya (baru) khusus posting portofolio foto-foto aku yang belum seberapa ini, teman-teman :)



"Jangan biarkan mata kita menjadi korban dari kepadatan kehidupan. Sesekali, berhenti dan beri mereka istirahat." - Eyecare Philosopher

Oh iya, sudah sedia insto dry eyes di rumah belum? Harus dong karena Insto dry eyes sebagai solusi mata kering setiap saat. Risiko Mata Kering Jika Tidak Diatasi akan menimbulkan rentetan masalah baru yang menyangkut kesehatan itu sendiri hingga pekerjaan. 

Dengan menjaga kesehatan mata, seorang fotografer dapat menjaga kualitas pekerjaannya, meningkatkan kreativitas, dan memastikan bahwa kita dapat terus bekerja dengan nyaman dan efisien dalam menjalankan aktivitas fotografi. Bagaimana dengan cerita dan pengalaman kalian terkait mata kering ini? #InstoDryEyes #SolusiMataKering

Sumber konten tulisan :
- Sumber-sumber yang telah disebutkan
- https://www.alodokter.com/insto
- The Epidemiology of Dry Eye Disease: Report of the Epidemiology Subcommittee of the International Dry Eye WorkShop (2007): Laporan ini menyediakan tinjauan komprehensif tentang epidemiologi penyakit mata kering, termasuk data prevalensi yang berkaitan dengan usia.
- The Prevalence of Dry Eye Disease in the United States (2010): Studi ini, yang diterbitkan dalam American Journal of Ophthalmology, menyajikan data prevalensi penyakit mata kering di Amerika Serikat, termasuk informasi tentang prevalensi berdasarkan kelompok usia.
- The Definition and Classification of Dry Eye Disease: Report of the Definition and Classification Subcommittee of the International Dry Eye WorkShop (2007): Laporan ini juga memberikan informasi tentang prevalensi penyakit mata kering, termasuk hubungannya dengan faktor-faktor risiko seperti usia.
- Foto dokumentasi milik pribadi
- Grafis Canva.
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar