Belajar bisnis bisa dimulai dari Aplikasi fintech Bebasbayar


Sekitar satu minggu yang lalu, tiba-tiba seorang teman cewek waktu SMA di Banyuwangi (dulu) mengirimkan pesan di jejaring sosial facebook. Sebut saja namanya “via vallen”. Hehe. Karena tidak lain-tidak bukan saya salah satu penggemar mbak via vallen dan saat menulis ini juga sambil "nyetel" lagu Via Vallen. Ituloh rek, yang suka nyanyi lagu "sayang" yang beberapa waktu lalu pernah viral dimana-mana.


Chat yang dia kirimkan isinya layaknya dua orang teman yang sudah lama tidak bertemu semenjak lulus SMA, tanya kabar. Sekitar 6 tahun yang lalu saya dan mbak via vallen (teman saya itu) belum pernah ketemu lagi. Semenjak kita menemukan jalannya masing-masing. Saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah dan mbak via vallen memilih untuk menikah saja dengan pangeran yang tiba-tiba menghampirinya. Ini fakta yang sudah dia ceritakan ya. Hehe.

Karena sudah sangat lama tidak bertemu dan bertegur sapa, tanya kabar menjadi hal yang pasti. Tapi setelah ngobrol cukup lama, dia minta tolong untuk dibuatkan desain label produk usaha kue yang baru saja ia rintis bareng temannya. Sepertinya dia memang tau, sedari dulu saya suka dan mengerti untuk urusan desain-mendesain. Permintaan desain label, itupun jika saya bisa dan punya waktu untuk mengerjakannya, katanya sih begitu.


“guyonan” panjang lebar mengenang jaman SMA pun akhirnya berpindah ke room chat whatshapp. Untuk membicarakan panjang lebar soal desain label plus ngobrol “ngalor-ngidul” tentunya. Rasanya memang lebih nyaman jika dilakukan di whatshapp.

Dari room chat whatshapp kemudian kita saling cerita satu-sama lain dengan kehidupan kita masing-masing. Si dia menetap di kota Kediri (asal suaminya) dan saya masih di perantauan kota Jember untuk menyelesaikan kewajiban sebagai mahasiswa tingkat akhir. Jujur, saya baru tau jika dia sekarang sudah berumah tangga dan tinggal menetap di kota Kediri.

Di Kota kediri dia merintis usaha rumahan kue basah maupun kering bersama temannya. Inilah alasan kenapa dia ingin mempunyai desain label yang menurutnya ‘enak dipandang’ daripada label sebelumnnya yang dibuat dengan ala kadarnya alias sebisanya.



Akhirnya sayapun meng-iyakan untuk membuatkannya desain label. Spesial untuk dia walaupun sebenarnya saya sibuk sekali dan harus mengerjakan banyak hal waktu itu. Apalagi saya suka nggak tega-an kalau ‘disambati’ (diminta bantuan) teman, apalagi teman akrab waktu SMA.

Lagipula desain yang ia minta juga nggak neko-neko. Bentuk desain juga diserahkan sepenuhnya kepada saya. Jadi, estimasi pengerjaan hanya butuh sekitar 30 menit dan akhirnya saya menyanggupinya. Nggak apa-apalah kali ini untuk teman sendiri :)


Ngomongin desain sudah beres. Lalu chat berlanjut dengan obrolan berikutnya, ngomongin tentang bisnis yang sedang ia jalani. Dia memang memiliki jiwa entrepreneurs banget, mulai dari kue, fashion, fashion muslim dan produk kecantikanpun ia jual dan promosikan di facebook. Dan ketika waktu itu saya melihat update facebook dia, hatiku sungguh bangga bisa bermanfaat untuk orang lain :')

(Senang rasana ketika desain yang saya buatkan sudah digunakan loh sebagai label bisnis kerennya, semoga sukses untuk bisnisnya ya temenku via vallen. Eh, ketauan deh namanya :p)

Termasuk jualan pulsa, paket data dan pulsa listrik juga ia lakukan. Entah dari ceritanya malam itu saya begitu tertarik dengan prospek jualan pulsa dan kawan-kawannya tersebut. Mulai browsing sana-sini hingga saya mantap hati untuk mempelajari lebih jauh tentang Bebasbayar. Eh, tidak hana pelajari tapi juga menjadi member dari Bebasbayar.



Saking tertariknya, kami itung-itungan soal kemudahan dan keuntungan dari berjualan pulsa dan paket data dll. Lumayan loh, meskipun masih dibilang baru dengan modal awal Rp.20000 kini saldo dari bisnis jualan pulsa yang ia miliki sudah mencapai Rp.200000. Walaupun sebenarnya bisa dikatakan keuntungan hanya Rp.1000-Rp.2000 saja.

Tidak lain pelanggannya berasal dari tetangga sendiri sekitar (se-RT) dan teman-temannya sendiri. Menjadi lumayan karena menjadi langganan transaksi setiap bulan. Meskipun belum memiliki bangunan kios untuk membuka bisnisnya tapi dia mampu membaca peluang dengan memanfaatkan media sosial untuk menggaet para pelanggan. 


Dia juga minta diajari untuk mengetahui ID telegram miliknya sendiri. Dia ingin menjadi agen baru suau agen pulsa untuk bisnis jualannya. Daftar telegram sebagai salah satu menjadi member dan sebenarnya belum pernah ia lakukan. 

Alasan mencari agen pulsa baru saya kurang begitu paham (saya lupa tanya). Tapi sepertinya ada hal yang ia keluhkan dari agen pulsa sebelumnya jadi ia memilih untuk mencari agen baru. Sayangnya, dia belum tau tentang BebasBayar.

Saat itu juga saya belum mendaftar menjadi member Bebasbayar jadi tidak merekomendasikan apa-apa. Hanya bertanya dan mendengarkan cerita dia tentang jualannya saja sambil menyisipi pertanyaan-pertanyaan. Ngomong-ngomong teman-teman sudah mengenal Bebasbayar belum?


Seandainya saya sudah menggunakan Bebasbayar saat itu, pasti saya akan memberi rekomendasi untuk menggunakan Bebasbayar untuk rekomendasi agen bisnis yang sedang dia cari. Apalagi dengan Bebasbayar dia bisa menjual lebih banyak produk, tidak hanya pulsa, paket data dan token listrik saja.


Oh iya, aplikasi Bebasbayar sudah terinstall di homescreen smartphone saya. Aplikasi Bebasbayar ini merupakan salah satu Aplikasi Fintech Terbaik Indonesia loh. Apa itu fintech? Singkatnya, fintech itu adalah suatu inovasi dibidang jasa keuangan yang membantu kita untuk instan/mempersingkat waktu dan mempermudah dalam melakukan berbagai hal/transaksi.



Aplikasi Bebasbayar saat ini bisa saya gunakan untuk keperluan pribadi maupun memulai bisnis berjualan pulsa, paket data dan token listrik seperti yang teman saya sudah lakukan. Eh, tapi lebih dari yang teman saya lakukukan karena saya bisa menjual berbagai produk yang tersedia diaplikasi Bebasbayar.

Dengan aplikasi Bebasbayar bisa juga pembayaran tagihan bulanan. Seperti belanja online, pembelian paket data, token listrik, tiket kereta, melakukan pembayaran tagihan tv kabel dan banyak lainnya hanya dengan sentuhan jari di smartphone. Semakin mudah kan “jaman now” sekarang ini? Bebasbayar istimewa, apalagi 100% asli Indonesia. 



Waktu lalu, saya sengaja mencoba mendaftar dengan status member personal dengan deposit hanya Rp.20000. Mencoba 2 kali transaksi pulsa untuk diri sendiri dan orang tua juga sudah saya coba. Transaksi dapat dilakukan cepat banget. Dengan demikian deposit selanjutnya saya bahkan tidak ragu untuk mengupgrade status member saa di Bebasbayar menjadi member premium.

Jadi, buat teman-teman yang ingin memulai bisnis jualan berbagai produk atau masih bingung untuk memilih agen yang tepat bisa menggunakan Bebasbayar. Biar makin yakin dan mantap, berikut saya ceritakan pengalaman saya menjadi member Bebasbayar. Simak sambil ngopi boleh ya. (monggo) ....


Sebagai salah satu bagian dari fintech, Bebasbayar adalah solusi untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembayaran tagihan rutin secara praktis dan mudah. Masih suka yang praktis-praktis kan ya? Hehe

Dengan menjadi member premium Bebasbayar, teman-teman bisa memiliki kesempatan juga untuk memperoleh keuntungan dan bonus afiliasi langsung jutaan rupiah per bulan. Ngomong-ngomong soal kebutuhan bulanan, aplikasi Bebasbayar ini memiliki fitur yang unik loh. Namanya "Pembayaran Otomatis". Jadi, pembayaran dapat diatur dengan tanggal tagihan yang kita inginkan selama saldo kita mencukupi.


Bonus afiliasi ini bisa didapatkan dari setiap transaksi pembayaran yang dilakukan oleh orang atau teman kalian yang sudah menjadi member Bebasbayar dari hasil rekomendasi kamu. Dan berlaku Bonus kedalaman sampai level ke-5 loh. Maksudnya seperti yang dijelaskan team support service berikut.

(untuk memperbesar: klik kanan-open image in new tab)

Sedangkan cashback langsung pasti didapat setiap melakukan transaksi dengan besaran yang beragam (sesuai jenis transaksi). Besarannya kecil sih, tapi “sedikit demi sedikit akan menjadi bukit” adalah peribahasa yang masih bisa dipercaya hingga saat ini hehe. Untuk belajar bisnis, Bebasbayar sih oke banget misalnya gini nih ...

Harga dasar yang lebih murah+bonus afiliasi berlipat+Cashback langsung tiap transaksi = Triple untung

Semua transaksinya bisa dilakukan melalui SMS, Whatshapp dan Aplikasi Bebasbayar sesuai dengan format-masing ya. Tapi kalau saya lebih suka menggunakan aplikasi Bebasbayar karena mudah (tidak pakai format-format ketikan text) dan tidak harus membayar biaya per-SMS tentunya.


So, kali ini saya mau berikan ulasan mengenai aplikasi Bebasbayar beserta pengalaman saya menggunakan aplikasi ini. Aplikasi Bebasbayar bisa didownoad secara gratis melalui apps store android atu iOS. Saya menggunakan android, aplikasi Bebasbayar memiliki ukuran hanya. Dengan memperoleh rating baik diangka 4,3 star oleh 18.141 dari total keseluruhan 500.000 download.


Transaksi Bebasbayar dapat dilakukan 24/7 alias nonstop, kapanpun dan dimana saja. Jadi sangat bisa diandalkan ketika urgent (mendadak) dibutuhkan. Support team juga bisa diandalkan (siap membantu) 24/7 jika dalam proses transaksi terjadi kendala atau keluhan.

Jadi, jika sewaktu-waktu transaksi dan mengalami kendala, teman-teman bisa langsung menghubungi customer service Bebasbayar melalui LIVE CHAT atau call ke 082226657999/0274-4580333 atau kontak Bebasbayar yang lain.
Dengan ini melengkapi BebasBayar sebagai aplikasi fintech terbaik indonesia setelah saya bandingkan dengan layanan lain yang serupa karena memiliki berbagai macam kelebihan yang dimiliki. Bebasbayar 100% Indonesia dan pertama juga di Indonesia setiap bayar tagihan langsung dapat untung.



Setelah saya bandingkan dengan layanan serupa dari layanan serupa paling nyata sih harga dasar yang lebih murah. Dan setelah saya cari tahu di website Bebasbayar ada banyak sekali kelebihan Bebasbayar yang membuat saya semakin mantap untuk menggunakan Bebasbayar. Apa sajakah itu?

Apakah Aman melaukan transaksi dengan Bebasbayar? Bebasbayar merupakan salah satu layanan PT.Bima Sakti Multi Sinergi yang telah bersertifikat ISO 27001-Information Security Management. Menjamin kerahasiaan informasi dari penyalahgunaan informasi oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

Selain itu sudah banyak sekali agen yang telah bergabung dan menggunakan Bebasbayar untuk keperluan pribadi maupun bisnis. Sebagai konsumen cerdas di era digital, saya sebelumnya sudah riset tentang kwalitas layanan Bebasbayar sebelum mantap untuk menjadi salah satu member Bebasbayar.


Belum lama saya akhirnya mantap mendaftarakan diri menjadi bagian dari Bebasbayar. Pertama yang saya lakukan download aplikasi di google playstore-isi data pendaftaran- isi saldo/deposit melalui ATM BRI (atm bank yang saya miliki)-Selesai!


Tenang, saldo yang kalian isi bisa mulai Rp.10000 rupiah saja. Saldo deposit member tidak memiliki masa hangus (expired) dan tidak akan berkurang apabila tidak dipergunakan untuk melakukan transaksi. 

Tapi sih, menurut saya kalau ada uang lebih mendingan langsung isi saldo yang banyak sekalian. Pasti kepakai kok. Bukankah kita dan orang-orang sekitar kita butuh pulsa, paket data, bayar berbagai tagihan tiap bulan? Nah, pasti mereka juga butuh banget dengan penyedia layanan seperti Bebasbayar untuk memenuhi kebutuhanya.

Jika Bebasbayar digunakan untuk berbisnis, sekalian upgrade menjadi member premium lebih bagus dan menguntungkan. Member Bebasbayar premium bisa menikmati fitur tertentu dan pastinya keuntungan setiap transaksi lebih banyak daripada member biasa (personal). 

Dengan biaya upgrade Rp.150.000 dan dibayarkan sekali saja selama menjadi member Bebasbayar. Sedangankan member premium GRATIS. For information, perbedaan antara member personal/basic dan premium.


Dengan aplikasi Bebasbayar bisa melakukan transaksi pemblian atau pembayaran berbagai macam kebutuhan bulanan hingga urusan ticketing (apalagi bentar lagi lebaran ya wak) pasti bisnis ini memiliki prospek yang bagus. 

Tidak terbatas ruang dan waktu saya bisa dengan mudah dan cepat melakukan semua transaksi hanya dengan satu aplikasi, Bebasbayar. Tanpa keluar ruangan, antre, macet-macetan, panas-panasan atau hujan-hujanan. Satu aplikasi, beres semuanya tanpa harus meninggalkan aktivitas sehari-hari.

Apalagi jika dengan Bebasbayar bisa menjadi bisnis barumu. Tidak hanya kemudahan menckupi kebutuhan diri sendiri tapi juga warga sekitar tempat tinggal kamu. Terutama untuk orang yang nasibnya sama dengan saya, jauh dari kios-kios jualan pulsa dan token listrik. Untuk mendapatkannya harus keluar dulu dari lingkungan rumah dan menempuh jarak yang lumaya cukup jauh.



Orang-orang sekitar kita baik tetangga maupun teman-teman pasti sangat senang jika ada orang penyedia layananan pulsa dan sebagainya yang jaraknya lebih mudah dijangkau dengan mereka dengan keberadaan teman-teman sebagai penyedia layanan yang ada pada Bebasbayar. Misal saat genting dan mendesak butuh paket data, pulsa, pulsa listrik dan sebagaianya karena tiba-tiba habis. 


Tidak sedikit juga yang mengalami pulsa listrik/paket data yang tiba-tiba habis padahal ditengah malam, disaat kios-kios offline tutup kita sebagai penyedia layanan Bebasbayar 7/24 jam bisa diandalkan. Jadi gimana, masih ragu untuk menggunakan aplikasi Bebasbayar seperti saya?

Yuk buruan daftar dengan download download aplikasi Bebasbayar terlebih dahulu dan jangan lupa gunakan ID Sponsor dari aku ya gaes dikolom pendaftaran : 12874780



Jadi tidak diragukan lagi soal tingkat kepercayaannya. Oh iya, review ini tidak selengkap informasi tentang Bebasbayar yang bisa teman-teman lihat di website www.bebasbayar.com ya! 

Tulisan ini hanya sekedar sharing pengalaman saya mengenal aplikasi Bebasbayar dan layanan yang ada didalamnya. Kesimpulannya: transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat (tanpa pending). Teman-teman jika ingin mendaftar menjadi bagian dari Bebasbayar bisa langsung mendaftar sebagai member premium aja sih sekalian. Terimakasih sudah mendengarkan cerita saya, semoga bermanfaat.

NB : ilustrasi oleh www.sugatangguh.com


Refleksi 25 Tahun Untuk Menuju Hidup Bahagia Sebelum Usia 40


30 Juni 2018. Tahun ini saya genap berusia 25 Tahun. Rupanya sudah seperempat abad saya menghirup oksigen di bumi ini. Walaupun kenyataannya yang saya hirup adalah oksigen yang bercampur dengan asap-asap polusi udara. 


Sekaligus ini bisa menjadi sebuah analogi kehidupan bahwa selama 25 tahun ini merupakan rangkaian panjang yang saya lalui dengan susah-senang. Susah-senang dan liku-liku menghadapi masa transisi menuju kematangan usia yang lebih dewasa.


What's The Next? Oke, pertanyaan seperti ini merupakan “PR” berat bagi saya. Menyusun strategi-startegi baru dalam hal pencapaian target. Baik itu pencapaian target yang belum tercapai ditahun-tahun sebelumnya maupun target yang akan saya capai satu tahun kedepan untuk memaknai usia 25 tahun.


Mungkin ini lebih mudah ketika saya menjawab pertanyaan "target apa saja yang ingin capai satu tahun kedepan?" dibandingkan harus memasang target untuk kurun waktu jauh kedepan. Sungguh, ini menguras pikiran dan menjadikan saya bimbang jika saya harus memikirkan target untuk 5 tahun, 10 tahun bahkan lebih dari itu.

But this is life, saya harus menjadi nahkoda untuk kehidupan saya kedepan. Apalagi tahun ini saya berusia 25 tahun, usia yang memang seharusnya memikirkan hal-hal yang lebih serius seperti itu. Tentang keinginan-keinginan, target, karier, keluarga, pasangan hidup dan banyak hal kompleks lainnya. 

Jadi berikut ini merupakan jawaban dan alasan untuk menjawab challenge pertanyaan,” Impian apa yang ingin kamu raih sebelum usia 40?"


Poin ke 5 ini tidak kalah penting. Untuk memberikan jaminan perlindungan diri sendiri dan keluarga saya dimasa depan. Idealnya saya ingin memiliki asuransi yang tidak hanya sebagai perlindungan diri tapi juga menjadi salah satu investasi terbaik.

Begitu banyak hal yang perlu kita persiapkan dimasa depan dan itu semua bisa tercover dengan memiliki perlindungan diri berupa asuransi. Mulai dari asuransi kesehatan, Asuransi Jiwa, asuransi jaminan hari tua, asuransi pendidikan dan banyak lainnya. Kenyataannya untuk saat ini memang asuransi tidak hanya digunakan sebagai alat perlindungan diri tapi juga investasi terbaik. Contohnya Unit Link, fitur yang bisa didapatkan dari produk asuransi

Dari sinilah saya mulai tertarik dengan asuransi yang tidak hanya sebagai perlindungan tetapi juga sebagai investai terbaik dalam kehidupan saya yaitu INVESTRA LINK EXTRA dan INVESTRA Titanium dari Commenwealth Life. Perbedaan keduanya sebagaiberikut:


Padahal sebelumnya ketertarikan saya memiliki asuransi karena manfaat asuransi itu sendiri secara umum. Seperti memberi ketenangan, membantu meminimalkan kerugian, membantu mengatur keuangan.

So, What’s the next? Saya akan merencanakan dan mempersiapkan target-target di kehidupan saya khususnya target yang sudah saya tulis diatas dengan sebaik-baiknya. Oh iya, jangan lupa untuk selalu optimis mencapai target yang ingin kalian capai ya! #HappyLifeBefore40s

Pentingnya memilih bisnis online menguntungan dan terpercaya

Cerita seputar dunia perkuliah aja yuk! Jadi singkat cerita, dunia perkuliahan itu keras dan tidak seindah kisah anak-anak kuliahan seperti yang sering ditampilkan di sinetron atau ftv-ftv. Ini menjadi kenyataan saat aku lulus SMA dan hijrah ke kota orang untuk merantau kuliah. Merasakan definisi kuliah yang sesungguhnya dan seakan ingin menyalahkan tayangan-tayangan yang telah saya tonton waktu SMA karena kuliah itu tidak se-menyenangkan (seperti tayangan ftv). Tapi lebih banyak “serem”-nya si. Hehe


Bukan lagi menceritakan kisah-kisah percintaan di kampus, tapi sehari-hari lebih didominasi oleh deadline, tugas, Quiz, Remidial, Praktikum, Laporan dan banyak hal kompleks lainnya. Dan lagi, adegan di televisi tidak menceritakan bagaimana rasanya tanggal tua, kantong kering, tutorial masak mie istan ketika dompet lagi seret hingga cemberutnya ibu kos ketika kita belum bayar uang sewa kos.

Dengan latar belakang inilah biasanya mahasiswa yang 3-4 keatas mulai berfikir bagaimana cara mereka survive ketika jauh dengan orang tua, di kota perantauan. Menambah uang saku dengan jualan ini-itu (pulsa, makanan rinan, kerajinan), membuka jasa-ini itu, jadi driver ojek online bahkan beberapa diantaranya kuliah sambil kerja menjadi pramuniaga di toko-toko atau pelayan cafe dengan sistem shift.



Satu kata, salut. Untuk mereka yang mandiri (tidak ingin merepotkan orang tua) dan berusaha untuk menambah uang saku setiap bulannya dengan cara mereka masing-masing. Sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki dan tentu kehebatan mereka dalam management waktu  karena tidak menganggu kegiatan kuliah mereka meskipun sambil bekerja.

Peluang besar untuk berwirausaha terbuka ((Sangat lebar)) dengan adanya perkembangan jual-beli didunia digital. Dunia digital: Melakukan transaksi dan kegiatan dengan mudah dan cepat. Menjadi suatu hal yang wajib untuk para wirausah untuk mengenal dunia digital. 

Tentu, dengan mempelajari dan mengikuti perkembangan zaman di dunia digital, produk atau jasa yang mereka ciptakan dapat disebarluaskan dan dikenal banyak orang. Demikan akan sebanding dengan keinginan netizen untuk mencoba menggunakan produk atau jasa yang kita miliki.



So, penting banget buat wirausaha untuk memberikan kwalitas produk dan jasa yang mereka jual sebaik mungkin lengkap dengan layanan terbaik untuk konsumen. Alasanya: Dengan mengedepankan itu semua, tidak hanya mencoba bahkan mereka (para konsumen) akan berlanggan dengan produk yang kita miliki.

Nah, perilaku wirausaha dan konsumen seperti itu sering saya amati di lingkungan kampus. Bahwa seller ramah dan memilki pelayanan “oke” lebih diminati. Contoh simplenya, teman-teman kampus banyak banget yag memilki usaha jualan pulsa atau paket data. Tapi kecendurungan untuk membeli pulsa di mahasiswa A lebih banyak daripada mahasiswa A, B, C, D ...Z lainnya.


(source: NDTV Food)


Memang ya, jualan pulsa adalah hal yang sangat mudah dilakukan sekaligus usaha yang identik dengan mahasiswa. Selain itu menjadi reseller adalah solusi lain yang bisa dipilih sebagai usaha dalam misi menambah uang jajan. Cara yang cukup cerdas menurutku karena tanpa modal sekalipun mereka bisa melakukan/membuka usaha.Lagi-lagi karena sentuhan digital semuanya menjadi mudah.

Transaksi tidak hanya dilakukan untuk daerah lokal (jarak dekat saja) melainkan bisa dilakukan antar wilayah, kota maupun pulau. Tentu, tidak lain karena mereka gencar melakukan promosi melalui berbagai website e-commerce atau media sosial, misalnya saja media sosial yang familiar untuk jejualan instagram dan facebook.

(source : Entrepreneur.com)

Memanfaatkan perkembangan dunia digital yanga ada saat ini, sudahkan teman-teman memilki usaha yang memanfaatkan kecanggihan dunia digital? Jika belum, sudahkah mengenal Sophie Paris? Buat wanita saya yakin “know about Sophie Paris” dengan produk-produk kece-nya.

But, for infomation khususnya para cowok-cowok dan teman-teman yang belum mengenal tentang Sophie Paris. Sophie Paris adalah salah satu pelaku besar di industri fashion, kecantikan dan home living. Bisa dijadikan ladang untuk kalian yang masih bingung mau membuka usaha apa dipesatnya dunia digital saat ini. Ya, menjadi bagian dari Sophie Paris yang bisa menjual produk-produk berkwalitas dengan berbagai keuntungan yang bisa didapatkan. Oh iya, teman-teman bisa  melihat detail tentang Shopie Paris melalui website yang dimiliki aja sih.

Tidak hanya bisnis skala nasional saja. Sophie telah memiliki lebih dari 500 Business Center di seluruh Indonesia, Filipina, dan Maroko. Member Sophie di seluruh dunia berjumlah 2.8 juta dan terus bertambah. Berpusat di Jakarta Selatan, Indonesia, lebih dari 800 staf berkomitmen untuk mengantarkan kebahagiaan sesuai 5 Core Values. Sophie menjual 50.000 produk per hari dan telah menjual lebih dari 50 juta tas di tahun 2015! (source : sophieparis.com)


Sesuai dengan prinsip berwirausaha, ada 2 hal yang perlu diwujudkan dalam wirausaha kwantitas dan juga kwalitas. Jika kwalitas dapat dikedepankan maka kwantitas penjualan juga akan meningkat. Dengan bergabung dengan komunitas Shopie Paris, kwalitas produk jelas tidak diragukan. Dan lagi-lagi, ini bisa menjadi solusi untuk teman-teman yang ingin membuka bisnis online menguntungkan.

Semoga artikel sore-sore di cuaca hujan ini bermanfaat dan menambah wawasan untuk teman-teman pembaca. Oh iya pernah punya pengalaman usaha dengan digital marketing nggak sih? Atau usaha jenis apa yang ingin atau sedang teman-teman jalankan saat ini. Ceritain di komentar dong ... 

KONCER : TUNTUTAN WAJIB KONSUMEN DIERA DIGITAL JAMAN NOW

 Era digital tidak dipungkiri mengubah gaya hidup. Salah satunya soal trend belanja online yang kini begitu banyak digemari oleh generasi millenal. Hemat waktu, tanpa lelah, mudah untuk berburu diskon dan tidak perlu direpotkan lagi untuk berpindah dari toko satu ke toko lainnya.

Hanya untuk memenuhi kebutuhan suatu barang memang kadang harus seribet itu. Dan adanya olshop (online shop) menempatkan konsumen layaknya raja.


Membandingkan satu produk dengan produk lainnya juga semakin mudah. Atau parameter lainnya seperti harga, warna, bentuk, diskon tertinggi maupun faktor pembanding lainnya sangat mudah saya dilakukan. Fakta yang ada, hampir semua toko online menyediakan produk untuk memenuhi kebutuhan.

Luar biasa memang perkembangan “jaman now”, menjadikan saya merasa lebih beruntung daripada jaman bapak dan Ibu saya dulu. Kecanggihan digital membuat apa-apa menjadi mudah.

Cocok banget, seperti keadaan yang beberapa waktu lalu saya alami. Ketika saya sudah ‘nyerah’ mencari merk tertentu senar gitar di (hampir) seluruh toko alat musik sekitar tempat tinggal saya tapi nyatanya tak kunjung menemukan.

Bahkan beberapa e-commerce juga menyediakan fitur pembayaran dengan sistem COD (Cash On Delivery) untuk menjamin kepuasan terhadap konsumen akan barang yang mereka beli.



 Mau belanja? Mudah banget say . Hanya perlu “klik” melalui layar gadget- pembayaran melalui berbagai fitur yang disediakan ecommerce–barang siap dikirim dan diterima oleh konsumen yang sedang “ongkang-ongkang” kaki di rumah.
Singkatnya, pembayaran produk yang kita beli bisa dilakukan secara langsung ketika barang diterima dalam kondisi baik. Sesuai dengan deskripsi produk yang disertakan dalam rincian deskripsi produk di display toko online. Sebut saja COD sebagai ada barang, ada uang. Ayo jadi koncer (konsumen cerdas)!

Penting banget menjadi Konsumen Cerdas di Era Digital. Ini merupakan senjata paling utama dan perlu dimiliki oleh para netizen untuk ikut berkiprah menikmati perkembangan dunia digital, tidak terkecuali trend belanja online yang semakin pesat pada “jaman now”. Ayo jadi koncer (konsumen cerdas)!

Dengan menjadi koncer (konsumen cerdas), netizen dapat meminimalisir terjadinya hal-hal negatif dan merugikan yang berpeluang besar terjadi ketika belanja online. Seperti resiko penipuan, kwalitas barang yang diterima tidak sesuai dan banyak kerugian lainnya yang menjadikan trauma untuk berbelanja online.
 Sistem pembayaran COD solusi terbaik. seperti ini biasanya dimanfaatkan oleh konsumen yang masih terbayang-bayang alias khawatir dengan transaksi yang dilakukan secara online (didunia digital). 

Jelasnya, mereka belum terbiasa melakukannya. Walaupun sebenarnya masing-masing e-commerce sudah memiliki sistem security (keamanan) transaksi yang menjamin setiap trasnsaksi konsumen onlinenya hingga barang sampai ditangan pembeli.

Apalagi transaksi dunia digital yang berpeluang besar terjadi resiko yang tidak diinginkan seperti yang sudah saya sebutkan diatas. Jurus ini tidak hanya untuk perguruan yang takut belanja online tapi juga perguruan trauma pernah mengalami pengalaman buruk ketika belanja online. Berikut tipsnya:


Membekali diri sebagai konsumen cerdas tidak hanya berlaku untuk netizen yang hobi belanja online saja. Tetapi untuk semua masyarakat secara umum. Baik yang melakukan transaksi secara online maupun offline, berlaku untuk semua masyarakat yang menggunakan produk barang dan jasa (konsumen). Ritual “cek dan re-check” wajib dilakukan ketika ingin membeli atau menggunakan produk dan jasa.

“Sudah BPOM belum?”
“Kok expired datenya nggak ada?”
“Sebentar, label halal-nya sebelah mana sih”
“Segelnya kok udah rusak gitu?”

Mungkin sudah menjadi kebiasaan dan tertanam diotak saya. Secara otamatis pertanyaan-pertaanyaan diatas muncul ketika melirik ingin membeli barang atau tiba-tiba muncul ketika memegang suatu produk. Kemudian dilanjutkan dengan aksi melakukan cek dan re-chek detail untuk menjawab secara pasti pertanyaan-pertanyaan diatas.

Bahkan saat belanja online melalui fitur chat pasti saya gunakan untuk bertanya mengenai detail produk yang akan saya beli. Tak sungkan pula saya akan bertanya secara langsung kepada seller (penjual) atau pramuniaga jika produk yang saya ambil dari display produk kurang begitu meyakinkan saat belanja langsung.

Atau Jika saya menemukan produk yang tidak berlabel kadaluarsa, saya akan bertanya kepada kasir atau penjual dan menanyakan hal tersebut atau minta tolong untuk mencarikan produk berlabel kadaluarsa berkaitan dengan produk yang akan saya beli. 


Memang, konsumen cerdas (koncer) menjadi Tuntutan wajib di era digital jaman now saat ini. Ini bukan berlebihan atau “lebay”, melainkah sudah menjadi kewajiban bagi konsumen agar mendapatkan barang dan jasa yang mereka beli sesuai dengan harapan. Mengeluarkan uang untuk hal yang tidak sesuai dengan harapan, tidak mau bukan?

“Konsumen Cerdas adalah konsumen yang paham tentang perlindungan konsumen. Mereka tidak membeli barang dan jasa berdasarkan keinginan semata tapi berdasarkan pertimbangan kebutuhan dan kualitas”
Apakah teman-teman sudah menjadi konsumen cerdas jaman now? Untuk menjawab pertanyaan, yuk simak ciri-ciri konsumen cerdas berikut ini. Jangan lupa tulis di kolom komentar ciri-ciri mana saja yang sudah teman-teman miliki?
Dari 10 ciri-ciri konsumen cerdas diatas, teman-teman sudah memiliki separunya belum ya? Ingat, jika sudah mengetahui perihal diatas, kini saatnya menjadil konsumen cerdas dan kritis. Sebagai konsumen, kita berhak memperoleh produk yang aman, bermutu dan bermanfaat untuk dikonsumsi/digunakan.

Kwalitas adalah proritas. Catatan penting untuk pengusaha atau para penyedia produk baik berupa barang atau jasa bahwa kuantitas dan kwalitas adalah dua hal yang harus perhatikan, tidak boleh hanya salah satu saja. Lebih tepatnya kualitas itu lebih penting daripada kuantitas. 
Kenapa demikian? Jika kwalitas dikedepankan maka kwantitas produk yang laku dipasar juga akan semakin meningkat. Otomatis akan mendatangkan lebih banyak konsumen dan menciptakan kepuasaan para konsumen. Perumusan empiris yang sebanding bukan? Jualan Cerdas harus tertib niaga dong.

Konsumen harus lebih kritis untuk mengetahui kondisi barang dan/atau jasa khususnya atas barang makanan, minuman, obat dan kosmetik dalam keadaan terbungkus yang disertai label. Dalam label tersebut harus dicantumkan antara lain komposisi, manfaat, aturan pakai dan masa berlaku. Bila membeli produk telematika dan elektronika maka harus dilengkapi dengan petunjuk pemakaian (manual) dan kartu jaminan garansi purna jual dalam bahasa Indonesia.



Untuk produk lokal semua label menggunakan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk produk import label menggunakan 2 bahasa: bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Tapi untuk produk elektronik dan gadget bisa ebih dari 2 bahasa didalam buku manualnya. 

Produk dalam negeri yang akan dieksport juga menggunakan 2 bahasa inggris dan Indonesia. (Ayat 2, Pasal 2, PERMENDAG Republik Indonesia dan No.73 Tahun 2015, Pelaku Usaha yang memproduksi atau mengimpor barang untuk diperdagangkan di Pasar dalam negeri wajib mencantumkan label dalam bahasa Indonesia.
Tanggal Kadaluarsa. Dikutip dari ditjenpktn.kemendag.go.id, Pasal 8, UU No.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen:Pelaku usaha DILARANG memproduksi dan memperdagangkan barang tanpa mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan paling baik. Nah, mengenai hal ini paling no.1 yang sudah saya lakukan sebagai koncer (konsumen cerdas).

Sikap tegas Kementerian perdagangan juga diterapkan. Seperti melakukan pemusnaan barang hasil pengawasan berupa gula kristal rafinasi (GKR) yang merembes ke pasar dan daging beku yang sudah kadaluarsa.Sebanyak 21,3 ton GKR dan 47,9 ton daging beku telah diamankan.

Barang tersebut merupakan hasil pengawasan direktora tertib niaga, Direktorat jenderal perlindungan konsumen dan tertib niaga (PKTN) pada semester 1 tahun 2017.

(source : http://website.bappebti.go.id)

(28/9) Pemusnahan ini juga dilakukan oleh pelaku usaha sebagai wujud kepatuhan dan tanggung jawab berdasarkan undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Peraturan Menteri Perdaganagan No.74/MDAG/PER/9/2015 tentang perdagangan antarpulau

Memilih produk yang memilkik label SNI (Standart Nasional Indonesia) juga memiliki maksud dan tujuan. SNI menjadi salah satu instrumen penting yang bisa menjadi patokan konsumen dalam memilih produk berkwalitas. Terbebas dari produk yang berbahaya bagi keselamatan hidup, kesehanatan maupun lingkungan.

Wah, ada yang baru tau ya? Berkaitan dengan label SNI, ada 113 jenis produk wajib memenuhi/memiliki tanda SNI loh. Jika tidak, produk tersebut tidak boleh diedarkan atau diperdagangkan di wilayah RI.
Minyak goreng, mainan anak, biskuit manis & wafer, kipas angin, saklar, kompor gas, tabung baja LPG, Audio Video (Pesawat TV-CRT), Setrika listrik, Pompa air, Mesin cuci, Kulkas, Ac, Sepeda roda dua, keperluan bayi.

Wah serem ya gaes, jika ternyata produk yang sudah kita gunakan selama ini tidak memiliki label SNI. Supaya informasi kamu lebih banyak tentang barang-barang SNI bisa cek website ditjenpktn.kemendag.go.id. Sedangkan pengecekan tentang nomor NRP atau NPP bisa langsung ke sipmas.bsn.go.id. Sudahkah kalian mengetahui kontak pengaduan ini?

Label SNI Asli vs Palsu : Dengan melihat nomor atau kode yang ada dibawah logo. Untuk barang produksi dalam negeri harus ada nomor NRP dan luar negeri NPP.

Identifikasi mudah yang bisa dilakukan juga terhadap produk yang tidak berstandart SNI yaitu dengan mengetahui harga pasar. Misalnya harga pasar suatu barang (pada umunna) atau harga produk 50 ribu tapi penjual melabelinya dengan harga lebih murah hingga setengah harga atau bahkan kurang. Haruslah waspada.
Jangan buru-buru! Nah, disini teman-teman boleh curiga bahwa barang tersebut ber SNI palsu dan bisa langsung mengeceknya melalui portal sipmas.bsn.go.id atau bsn.go.id saja. Atau jika ingin cek harga kebutuhan pokok rumah tangga sehari-hari bisa dilakukan di pasar hari ini, sekali lagi teman-teman dimudahkan dengan dunia digital.


Buka saja ews.kemendag.go.id. Secara update (harian) pemerintah memantau 165 pasar, informasi rata-rata harga 19 kebutuhan pokok dan 9 brang penting di 34 ibukota provinsi. Gampang kan? (untuk laki-laki biar update harga sembako juga sih hehehe).


Konsumen Cerdas tidak memiliki pandangan bahwa produk dalam negeri tidak lebih baik dari produk-produk import. Sebagai contoh: Dalam pameran autumn Fair 2017, Birmingham, UK, produk alat kebersihan dan produk kosmetika, sabun dan spa dari Indonesia sukses mencuri perhatian pengunjung dan pembeli potensial yang hadir. Produk-produk tersebut berhasil meraup transaksi potensial perdagangan senilai USD 730 ribu. 

Lalu, Masihkah beranggapan produk-produk Indonesia sulit bahkan tidak bisa bersaing di level internasional?



Produk-produk buatan tanah air tercinta ini menjadi incaran banyak orang eropa karena keunggulannya yang menggunakan bahan-bahan alami, salah satuna minyak atsiri. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dalam menbuat banyak produk kosmetik, kecantikan dan perawatan tubuh.

Tidak dipungkiri juga sih produk-produk “bule” begitu lekat dengan kebutuhan sehari-hari kita. Mulai dari sabun mandi, makanan, minuman hingga produk pemenuhan kebutuhan banyak lainnya. Sebagai konsumen cerdas, pemenuhan kebutuhan hendaknya memprioritaskan produk-produk dalam negeri dengan kwalitas produk yang tidak kalah berkwalitas tentunya. Sebentar, siapa nih diantara teman-teman yang jago ((banget)) nawar saat belanja?


(source : eksposkaltim)

Sebenarnya tawar-menawar alias negosisasi adalah hal lumrah dilakukan sebagai konsumen cerdas. Upaya untuk mendapat barang dengan harga “miring” sehingga dapat meng-kompress pengeluaran. Tapi tawarlah dengan harga yang sewajarnya ya! Pasti teman-teman akan paham betul kode etik tawar menawar agar terjadi negosiasi yang baik tanpa menyakiti penjual. Apalagi untuk produk-produk yang berkaitan dengan buah karya alias kerajinan besar harapannya bisa diapresiasi. Itu perlu banget :)

Bener banget gaes! Kita wajib bangga dengan produk dalam negeri. Apabila kita mencintai produk dalam negeri, pasti kita akan membeli produk tersebut. Artinya, kita juga ikut mensejahterakan masyarakat Indonesia dan secara tidak langsung ikut serta memajukan perekonomian bangsa khususnya bagi para pembuat produk.
Tawar menawar juga termasuk hak konsumen loh. Tentu, jika ada hak maka kewajiban yang harus diterapkan dalam diri konsumen cerdas juga ada. Sebelum menuntut hak, sebaiknya mengkoreksi diri sendiri apakah diri kita sudah melakukan kewajiban dengan baik sebagai konsumen cerdas. 

Empat kewajiban konsumen ini diatur dalam UU perlindungan konsumen Pasal 5, Bab III, UU No.8 Th.1999 Tentang Perlindungan Konsumen dengan uraian kewajiban konsumen sebagai berikut ini.

Baru deh, setelah menunaikan kewajiban sebagai konsumen, barulah konsumen dapat menuntut hak. Hak konsumen ini akan melindungi konsumen dari praktik-praktik yang merugikan konsumen.
Data adalah fakta. Dikutip dari katadata.co.id terkait dengan keluhan terbanyak konsumen ternyata selama tahun 2017 menunjukkan prosentase yang gamblang mengenai fenomena yang ada mengenai keluhan konsumen.

Komplain yang konsumen tersebut sebesar 44% mengenai lambatnya respon penjual, 36% keluhan barang tidak sampai, 20% sistem merugikan dan 11% dugaan penipuan.

Bahwa, YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) mendapati keluhan terbanyak konsumen dari bertransaksi secara online. Tercatat 101 keluhan belanja online dari 642 pengaduan umum sejak Januari-November 2017. Saya yakin, angka tersebut hanya sebagaian yang terhitung dari sekian banyak konsumen cerdas yang melaporkan keluhannya. Bagaimana dengan konsumen lain yang tidak melaporkan keluhannya?
TIDAK TERHITUNG JUMLAHNYA. Padahal sebenarnya dengan adanya laporan keluhan seperti ini akan memudahkan pemerintah untuk mengevaluasi demi perubahan kearah yang lebih baik.

Tips yang tidak kalah pentingnya, perangi budaya konsumtif, Ciri Konsumen Cerdas! For your information, tingkat pengaduan semakin meningkat signifikan sebanyak 46% diantaranya karena Harbolnas (Hari Belanja Nasional) yang “katanya” diskon dan cashback dimana-mana, hari-hari besar, serta yang paling fenomenal menjelang lebaran.  Nyatanya memang benar jika diamati secara langsung maupun dari data yang berbicara.

Trend belanja onine selama ramadhan. Kegiatan riset ini berlangsung pada 12-17 Juni 2017, yang dilakukan secara online menggunakan mobile app khusus yang bisa diakses melalui sistem perangkat android dan iOS.

Lagi-lagi sebagai konsumen cerdas, kita jangan cepat tergiur dengan iming-iming seperti ini. Sesuaikan dengan budget dan kebutuhan dan tetap jadilah konsumen yang cerdas dengan cara-cara yang telah saya sebutkan diatas ya gaes.

Kita sebagai konsumen cerdas harus siap proaktif membela hak-hak konsumen (jangan lupa kewajiban ya). Jangan ragu dan takut jika hak sebagai konsumen dilanggar dengan segera melaporkan kepada pihak atau lembaga yang bersangkutan untuk mendapatkan keadilan dan perlindungan konsumen.
Jika merasa dirugikan oleh produk dan jasa yang sudah dibeli, pertama konsumen bisa mengadu kepada pelaku usaha yang bersangkutan. Konsumen bisa bernegosiasi agar masalah dapat diselesaikan secara kekeluargaan dengan menganti kerugian yang diterima (misalnya). Tingkat pengaduan selanjutnya adalah lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat (LPKSM) yang berada di tingkat kabupaten atau kota. LPKSM bisa memberikan bantuan hukum tanpa biaya atau pro bono loh, nggak usah khawatir!


Memungkinkan juga permasalahan akan diselesaikan pada tingkat yang lebih tinggi yaitu konsumen bisa mengadu kepada institusi pemerintahan yaitu Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga, Dinas Indag/Provinsi/Kabupaten/Kota dan atau unit/Instansi pemerintah terkait lainnya.

Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) juga merupakan badan resmi yang bisa kamu andalkan dalam menyelesaikan kasus kerugian konsumen. Untuk saat ini ada 45 BPSK yang tersebar di Indonesia dan bisa teman-teman cari informasi terkait sesuai dengan lokasi tempat tinggal teman-teman. Pengaduan melalui social media nggak bisa ya? Bisa dong ...

Ya. Mengenai hak konsumen ini bahkan secara internasional dikenal juga dengan 4 Hak Dasar Konsumen dalam Declaration of Consumer Right. John F. Kennedy yang meliputi: The right of safety (Hak atas keamanan), The right to be informed (Hak atas informasi), The right to be choose (Hak untuk memilih), The right to be heard (Hak untuk didengarakan).

Dalam rangka memperingati 20 April 2018 sebagai HARKONAS (Hari Konsumen Nasional), saya mengucapkan,”Selamat Hari Konsumen Nasional. Sembari berharap pemahaman masyarakat mengenai perlindungan konsumen semakin meningkat. 

Mari! saling bahu membahu mewujudkan konsumen cerdas Indonesia dimulai dari diri sendiri dan bersama-sama Kementrian, lembaga, pemerintahan daerah dan swasta harus bekerjasama untuk mencetak konsumen cerdas. Semoga andil saya sebagai blogger dalam bentuk tulisan ini berguna untuk teman-teman semuanya


Oh iya, teman-teman ada yang punya cita-cita seperti saya bertemu langsung atau (mungkin) alias ngarep bisa salim sama bapak presiden RI bpk. Joko Widodo? Yuk gunakan kesempatan untuk ikutan lomba blog atau video clip yang diadakan oleh kementerian perdagangan dalam rangka menyambut harkonas (hari konsumen nasional) :)