Catatan untuk seller Shopee: Hati-hati, Kirim Pesanan Shopee Via J&T itu beda!


Ini cerita pengalaman pertama saya jejualan di shopee, karena biasanya saya hanya sebagai pembeli. Jadi, saya sebelumnya sudah sepakat dengan seseorang (calon pembeli) untuk bertransaksi melalui Shopee. Sebagai pihak ketiga, shopee sangat membantu proses transaksi kami berjalan lebih aman. Jadi ya, kita sama-sama tidak khawatir dengan kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

(jual voucher MAP dari lomba blog di Shopee)

Terihat melalui aplikasi shopee pembeli memilih expedisi J&T Express untuk barang yang akan saya kirim. Okelah, akhirnya keesokan harinya saya bungkusin barangnya dan seperti kirim-kirim biasanya datang ke kantor J&T. Dari Jajag (Banyuwangi) ke Surabaya dikenakan ongkir sebesar Rp.11.000.

Sesampainya di rumah saya kepikiran, pada umumnya pembeli bakal melacak barang yang ia beli melalui nomor resi yang diberikan penjual atau otomatis tertulis di aplikasi. Bisa saja, pembeli juga akan minta no.resi pengiriman kepada saya.

MASALAH
Masalahnya, saya masih bingung dimana saya bisa menginput nomor resi pengiriman di aplikasi shopee. Dari kebingungan itu, akhirnya saya baca-baca atikel di internet. Walah, saya salah melakukan proses transaksi. Jadi khusus penggunaan expedisi J&T itu berbeda dengan expedisi JNE atau expedisi lain yang tersedia di shopee. Seharusnya sih, saya tidak dikenakan ongkos kirim untuk penyerahan barang di kantor J&T karena ongkir sudah menjadi urusan Shopee dan J&T Express.

Akibat kesalahan proses ini saya tidak bisa input atau memasukkan resi pengiriman di aplikasi shopee. Khusus J&T Express resi akn diperoleh langsung dari shopee. Jadi cetak resi J&T dapat dilakukan sekaligus melalui aplikasi shopee.



Dari resi itu dicetak, kemudian ditempelkan di box barang yang akan kita kirim, setelah itu tinggal mengantarnya ke kantor J&T terdekat untuk mengirim. Ingat disana kita tidak menyetorkan uang apapun. Ongkir J&T sudah dihitung diaplikasi shopee. Dengan kata lain, jika kita sudah menempel kertas no. Resi dari aplikasi, maka peru membayar ongkir di kantor J&T.

Akibat dari kesalahan ini apa? Akibatnya, notifikasi barang akan tetap berstatus belum terkirim (penjual diminta untuk segera kirim barang) meskipun kenyataannya kita sudah mengirim barang tersebut. Pembelipun akhirnya tidak bisa melacak status barang melalui aplikasi shopee (nomor resi ketika dilacak tidak ditemukan). Nomor resi yang otomatis dikeluarkan shopee dan J&T Express berawalan JSxxxxx sedangkan resi pengiriman yang kita dapat dari  J&T berawalan 888xxx.

SOLUSI
Solusinya? Sebelum transaksi otomatis dibatalkan oleh shopee maka segera hubungi pusat bantuan shopee. Ya, karena sesuai ketentuan jika barang tidak segera dikirim sampai tenggang waktu yang diberikan (status barang belum pindah ke tab barang terkirim) mak otomatis transaksi dibatalkan.

Seperti pengalaman yang saya alami, saya mencoba menyampaikan keluhan ini melalui DM twitter @shopeecare juga email shopee. Saya mencoba keduanya karena saya ingin mendapat solusi dan tanggapan dari shopee secepatnya. Oh iya, selain itu kamu juga bisa menghubungi dan menyampaikan masalah ini dengan cara menelpon. Kemarin saya tidak memiliki pulsa, jadi saya memilih opsi yang lainnya.
Bagaimana cara menghubungi Call Center Shopee?
Anda dapat menghubungi kami melalui email: support@shopee.co.id dan Call Center 24 Jam di 1500702 dan 021-39500300 (Senin s/d Minggu, termasuk Hari Libur Nasional).

(Percakapan DM twitter @ShopeeCare) 


 (Percakapan DM twitter @ShopeeCare) 


(Percakapan DM twitter @ShopeeCare) 


 (Percakapan DM twitter @ShopeeCare) 


                                                         (Percakapan via DM twitter)

Saya mendapat respon paling cepat melalui email. Meskipun beberapa jam kemudian DM via twitter juga dibalas dengan panduan penyelesaian. Keduanya sama-sama diminta untuk memberikan nomor transaksi dan bukti fisik pengiriman barang (foto slip pengiriman J&T).

Beberapa saat kemudian (lupa selang berapa jam) saya mendapat balasan email jika status barang sudah dibantu digantikan dengan status “sedang kirim”. Nomor resi juga berganti menjadi JSxxxxxx jika dilihat di aplikasi shopee. Masalah terselesaikan dalam satu hari aja! (padahal diemail disebutkan maksimal 3x24 jam)


NOTE : Jika, tulisan ini bermanfaat jangan lupa bantu klik iklan diblog ini ya, kebetulan saya lagi experiment dengan google adsense. Hehe. Terimakasih J

[CURHAT] Jangan Anggap Enteng & Melakukan Segala Sesuatu Secara Mendadak!

gallerytoday.art

Sekitar seminggu yang lalu, saat ingin tarik tunai di ATM untuk mengambil uang keperluan SPP saya kebingungan bukan main. Pasalnya, tanggal 3 Agustus adalah waktu terakhir pembayaran SPP dan niat berangkat pagi-bagi untuk mengambil uang di ATM BRI terlebih dahulu sebelum membayar SPP di Bank Jatim, Jember (Depan alun-alun Jember). Kebetulan kedua bank tersebut saling berdekatan dan hanya terpisah oleh satu bangunan yakni bank mandiri. Ya, depan alun-alun jember terdapat 4 bank yang letaknya berderetan.

Alasan: Buku tabungan saya yang berisi saldo hanyalah bank BRI sedangkan jika membayar SPP di Bank BRI juga, disitu pasti rame banget dan perlu antre berjam-jam, apalagi saat itu hari jumat. So, seperti biasanya teman-teman dan saya membayar SPP di bank Jatim. Lebih cepat.

Saat itu sekitar jam 9.30, saya tiba diparkiran ATM BRI. Bingung dan tiba-tiba lemas karena menyadari kartu ATM BRI tidak ada didalam dompet saya. Padahal posisi sudah berada tepat di depan mesin ATM. Saya keluar dari ATM kemudian mengubek-ubek lagi isi dompet, jok motor, dalam tas dan kantong-kantong pakaian yang saya kenakan saat itu. Hasilnya nihil. Kartu ATM tidak saya temukan dan akhirnya saya kembali ke kos bermaksud untuk mencarinya di kos.

Dari halaman kos sayapun lari menuju kamar, obrak-abrik seisi kamar dan merogoh saku-saku pakaian kotor.  Tak lupa kolong ranjang juga saya cek, mungkin saja kartu ATM terselip diantara lipatan kasur atau jatuh ke bawah kolong. Padahal waktu terus berjalan, sembari mengingat-ingat kapan terakhir kali saya menggunakan ATM tersebut. Seingat saya, 3 hari sebelumnya saya sempat melakukan tarik tunai sebelum menuju POM untu mengisi bahan bakar motor.

Selain itu semakin gemetar karena hari Jumat hari terakhir membayar SPP, bank akan tutup lebih awal dari biasanya. Kemudian saya menghubungi teman saya lewat pesan whatshapp. Intinya: saya ingin minta tolong buat bantu bayarin SPP terlebih dahulu karena saya kehilangan kartu ATM. Saya berani mengirim pesan dan minta tolong ke dia, karena dia sebelum-sebelumnya juga sering menolong saya khususnya soal pinjam-meminjam uang dalam waktu yang mendesak. 

Seakan diburu-buru oleh waktu. Mau ambil uang lewat buku tabungan, tapi buku tabungan tidak berada di Jember (di Rumah Banyuwangi). Tapi sambil pikir panjang, saya mengurungkan untuk meminta bantuan. Setelah obrak-abrik tumpukan Map dilemari, akhirnya saya menemukan buku tabungan. Ya, harapan satu-satunya bayar SPP menggunakan buku tabungan.

Setelah menemukan buku tabungan, saya kembali menuju bank BRI. Saat itu jam 11.00-an siang. Jika Bank tutup jam 2 sore. Saya mempunyai waktu 3 jam untuk membayar SPP diantara pulusan mahasiswa yang memenuhi ruangan saat itu. Entah, saya mendapat giliran maju di teller jam berapa.

Disisi lain saya masih khawatir dengan nasib ATM saya. Gimana kalau kartu ATM saya jatuh da disalahgunakan oleh orang lain? Gimana kalau saldo ATM dialamnya yang jumlahnya tak seberapa itu raib? Gimana bayar SPP saya???????? Aaaa......

Sumpah hari itu saya lemes dan pucat duduk di kursi tunggu. Sebenarnya jika saya sudah tau kalau saldo didalam ATM sudah aman, saya tidak begitu khawatir. Masalahnya saking tergesa-gesa mendapat nomor antrian, saya memutuskan untuk langsung menuju ruang khusus pembayaran SPP sampai lupa cek saldo terlebih dahulu di ruang bank berlainan.

Pesan whatshapp teman saya tadi sudah dibalas. Tetapi ketika saya ditanya balik,”minta tolong apa?”. Saya tidak membalasnya. Pikir saya, jika saya buku tabungan saya error atau saldo hilang dan kemungkinan buruk lainnya terjadi maka pilihan terakhir yaitu menelpon teman saya tadi untuk membantu saya meminjamkan uangnya terlebih dahulu. 

Bener-bener stress saat itu juga, badan terasa panas bercampur dinginnya suhu AC ruangan yang membuat saya menggigil kedinginan karena lupa membawa jaket. Seperti biasa, saya pasti saiap=siap membawa jaket jika antre di Bank. Badan saya terlalu ‘ndeso’ untuk merasakan sejuknya AC.

Samapi jam istirahat pegawai, nomor antrian saya tak kunjung dipanggil padahal jam menunjukkan pukul 13.00 WIB. Saya semakin panik. Saya takut saldo di buku tabungan saya raib dan pikiran-pikiran parno lainnya.

Pukul 13.30 WIB, antrian dalam ruangan tinggal sekitar 4 orang. Kemudian saya dipanggil petugas bank. Saya mengutarakan keinginan saya untuk membayar SPP menggunakan buku ATM dengan alasan-alasan yang saya ceritakan juga. Saya disuruh menunggu. Buku tabungan sedang dicek dan divalidasi menggunakan KTP yang sebelumnya sudah diminta beserta 2 lembar pembayaran yang saya print sendiri dari rumah sebagai syarat pembayaran bank yang ditetapkan oleh pihak kampus.

Proses begitu lama. Kata teman saya yang bertemu disana dan kebetulan dia datang lebih awal daripada saya, sistem sedang sedikit error. Jadi setiap transaksi membutuhkan waktu yang cukup lama setiap nasabahnya. Beberapa saat kemudian, suara printer yang sedang mencetak kertas terdengar. Kemudian saya dipanggil lagi kedepan.

Astaga, saya ingin pingsan rasanya. Mas-mas teller bank kemudian bilang,’’Mas, ini disimpan ya sebagai bukti lunas pembayaran”. Yeeessss!! Puji syurkur... Saldo di dalam ATM aman-aman saja. Jumlahnya masih tetap sama dengan saldo yang terakhir saya ambil. Keluar dari ruangan terasa sejuk dan penuh semangat. Ini benar-benar last minutes pembayaran SPP. 

Dipintu keluar ruangan tersebut, saya bertemu pak satpam dan nasabah. Pak satpam saja sudah bilang,”sebentar lagi tutup ya pak-bu” kepada nasabah yang baru saja datang. Oh my god .... terimakasih...

Last minutes, saya berhasil membayar SPP. Saya tidak tau lagi, akibatnya jika saya telat membayar SPP hari itu. Waktu juga sudah tidak memungkinkan untuk minta tolong kepada teman saya yang notabene tinggal di Banyuwangi bukan Jember. 

Dua hal yang bisa saya ambil pelajaran dari kejadian ini. Pertama, letakkan barang dalam hal ini ATM, ketempat semula setelah menggunakannya. Kedua, jangan melakukan sesuatu secara mendadak. Karena kita tidak tau kemungkinan-kemungkinan terburuk apa yang akan terjadi. Semoga cerita alias curhatan ini bermanfaat ...

Museum Macan: Memperkaya wawasan di museum yang artsy & instagramable

Museum Macan, pernah mendengar namanya? Jadi beberapa waktu lalu (belum lama sih), saya tidak sengaja melihat foto yang diposting di instagram oleh salah satu akun. Terlihat unik dan artsy. Dibagan atas foto itu terdapat keterangan lokasi Museum Macan. Oh pantas saja, backround yang dipakai untuk foto juga menunjukkan corak totol-totol berwarna kuning dan hitam. Yaaa, mirip corak kulit macam gitu sih. 

Kami senang melihat wajah-wajah penasaran siswa-siswi SDN 05 Petamburan Pagi yang diundang ke pameran Yayoi Kusama! Dipimpin Tim Edukasi kami, mereka mulai belajar seni sejak dini.
                                                  Sumber: Museum Macan

Semakin penasaran, akhirnya aku kepoin foto-foto yang menggunakan tag lokasi “museum macan”. Scroll-scroll kebawah, lah kok tidak ada kelihatan foto-foto atau fosil atau lain-lain yang berhubugan dengan macan? Owalah, baru paham jika museum macan bukanlah museum yang berhubungan dengan hewan macan/harimau. Museum macan itu merupakan penamaan (singkatan) yang digunakan pada nama sebuah museum di Jakarta. MACAN = Modern and Contemporary Art in Nusantara

Museum ini menyediakan spot-spot yang instagamable. Karya-karya yang dipajang bisa digunakan objek/background foto. Ya, seperti yang terlihat di foto-foto instagam,museum macan didominasi dengan warna-warna nyentrik, colorfull dan polkadot. Memang, tempat-tempat yang unik dan keren seperti ini pasti menjadi sasaran para pecinta fotografi ataupun pemburu tempat instagramable

                                                            Sumber: Museum Macan

Oh iya, tempat instagramable ini museum ya. Jadi spot-spot instagramable adalah bonus saat kita mengunjungi museum. Alasannya, sejak dahulu memang museum selalu identik dan paling utama berhubungan dengan ilmu pengetahuan. 

Jika memang museum yang dikunjungi benar-benar insatgramable, tentu biasanya pengunjung boleh mengambil foto ketika berada dalam museum. Eh, jangan lupakan satu hal: Meskipun para pengujung diberi kebebasan untuk memotret, pengujung juga harus tetap memperhatikan panduan serta peraturan yang ada. 

Pertanyaan: Pernah nggak kalian mengisi liburan untuk berkunjung ke museum? Terakhir mengunjungi musem kapan? Atau jangan-jangan tidak tertarik mengunjungi museum saat mengisi hari libur? Oh mygod .... 

Menurut aku sih, museum salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat liburan, terutama bersama keluarga. Dengan mengunjungi museum, kita bisa memberi wawasan, pengetahuan bahkan sejarah kepada anak-anak atau adik-adik atau bahkan diri kita sendiri. Itu penting banget! Apa saja sih manfaat yang kita peroleh dengan mengunjungi museum? 

 1. Memperluas pengetahuan dan informasi  
Kalau ini sih urutan pertama. Ada banyak sekali pilihan museum yang bisa dikunjungi dan tersebar di Indonesia. Museum yang ada memiliki jenis dan tipe yang beraneka ragam. Misalnya saja: Museum seni, museum sejarah, museum militer, museum maritim, museum arkeologi dan lain-lain. Sesuai dengan tipe museum, ilmu pengetahuan yang ingin dipelajari bisa didapatkan. 

  2. Simulasi atau presentasi secara visual  
Mempelajari suatu pengetahuan dengan menggunakan objek sebagai simulasi nyatanya lebih menarik dan mudah dipahami daripada hanya penyampaian materi saja tanpa visual. Dengan mengunjungi museum anak-anak juga akan melihat secara langsung informasi lengkap dengan objek yan dijelaskan (visual) sehingga akan lebih menarik. Sekaligus,jika mereka sudah mengetahui banyak sedikit informasi dari sumber lain hanya dalam bentuk gambar, museum adalah tempat yang akan menunjukkan objek secara lebih real (nyata). 

  3. Memancing menemukan minat anak  
Ketika anak-anak melihat ojek-objek secara langsung di museum mereka menjadi anak yang penuh petanyaan. Mereka ingin mengetahui informasi akan ini itu dengan objek yang dlihatnya. Misal: Ketika mereka berkunjung ke museum maritim, mereka akan bertanya soal alat-alat transpotasi, cara membuatnya, orang-orang berjasa di bidang kemaritiman. Anak-anak secara langsung akan menunjukkan ketertarikannya untuk menjadi sseorang yang behubungan dengan kemaritiman sebagai cita-citanya dimasa depan. 

 4. Belajar interaksi dengan lingkungan sekitar  
Pada umumnya penunjung museum akan datang secara berkelompok/rombongan. Hal ini bisa menciptakan interkasi atau percakapan antara pengunjung, temasuk anak-anak. Saling bertanya dan menjawab informasi mengenai objek yang disuguhkan di museum. 

 5. Memupuk rasa nasionalisme  
Belajar sejarah bisa dilakukan dimana saja, bukan hanya melalui pelajaran yang ada di sekolah. Atmosfer sejarah yang kental dengan perjuangan dan nilai-nilai cinta tanah air akan mudah dirasakan jika pengunjungi museum sejara secara langsung. Dari situ pengunjung akan memahami dan mengingat betapa besar perjuangan untk membela tanah air pada jaman dahulu sehingga untuk saat ini sangat perlu dijaga. 

Begitu banyak manfaat yang diperoleh saat mengunjungi museum bukan? Jadi, memang penting untuk memasukkan museum ke dalam list tempat-tempat yang wajb dikunjungi saat liburan, liburan sekolah. Museum juga tidak selalu tentang kuno, jadul dan tidak menarik. Pasalnya, saat ini museum dibeberapa kota di Indonesia sudah diatur sedemikian rupa oleh pihak pengelola agar menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi saat akhir pekan maupan liburan sekolah.