Perjalanan dari Jember untuk 30 Menit berada di dalam 'Suroboyo Bus', Transportasi Masa Kini Khas Surabaya

Stasiun Gubeng, Surabaya – Kamis 27 September, Saya tidak sengaja bertemu simbah (seorang nenek yang saya temui) sedang menyantap nasi bungkus beralas daun pisang dan kertas minyak di ruang tunggu (luar) stasiun Gubeng. 

Simbah yang bertepat tinggal di Waru, Surabaya tetapi sehari-hari berjalan kain di sekitar stasiun Gubeng, bermalam di stasiun Gubeng dan pulang ke rumahnya setiap satu minggu sekali menggunakan angkotan kota (lyn).
Sehat terus ya mbah, semoga kita bertemu dan ngobrol lagi dilain waktu, di ruang tunggu stasiun Gubeng, Surabaya.  Dan tentu simbah juga harus coba yang namanya Suroboyo Bus seperti aku ... hehe
Begitu ramahnya simbah menyapa saya dengan kalimat, ”Monggo dhahar, Nak (Mari makan, Nak). Kemudian saya membalas keramahan tersebut dengan kalimat, ”Ingih mbah, monggo sekecaaken” (iya mbah, silakan dinikmati). "Kulo Sampun dhahar" (saya sudah makan).

Saya begitu menikmati obrolan malam kemarin hingga saya lupa bertanya siap namanya. Simbah bercerita tentang rutinitas sehari-hari sebagai penjual kain (malam itu diperlihatkan isi tasnya berupa barang jualan sajadah dan beberapa rok bawahan wanita). 

Melanjutkan obrolan, simbah bertanya pada saya, ”Nak, Sampeyan teng Suroboyo ajenge teng pundi?”. (Nak, kamu di Surabaya mau kemana?). Begitu fasih kata-katanya menggunakan bahasa jawa krama inggil.

Saya menjelaskan maksud kedatangan saya kali ini ke Surabaya untuk mencoba Suroboyo Bus, Transportasi Masa Kini Khas Surabaya yang membuat saya penasaran. Keliling Surabaya hanya dengan modal sampah. Keren banget dah inovasi mengurangi beredarnya sampah plastik yang di buat Dinas Perhubungan Kota Surabaya ini. Good job! Menyebabkan saya ingin memiliki bus seperti ini di kota tempat tinggal saya.. ((semoga))

#Persiapan Buat naik Suroboyo Bus: Botol bekas Sisa air minum yang saya beli di Stasiun Gubeng, Mas Joe (teman saya) dan Air mineral yang disediakan penginapan

#Persiapan Buat naik Suroboyo Bus: Kalau saya, menggunakan 10 gelas air mineral. Oh iya, gelas-gelas yang saya bawa ini dalam kondisi bersih ya (tidak perlu dicuci, tapi kondisi bersih)

Loh terus piye, Nak (*bayarnya)? Sambil membuka smartphone saya menunjukkan gambar-gambar yang ada diinstagram @suroboyobus sambil memberi penjelasan kepada simbah sesuai dengan poin-poin informasi yang sudah saya ketahui. 

Dengan kemampuan bahasa Jawa krama inggil yang tidak begitu lancar dan terlihat kaku, meski demikian saya tetap berusaha mengenalkan Suroboyo Bus kepada simbah. Dari belum tau menjadi tau bahwa di Surabaya ini ada yang lagi kekinian namanya Suroboyo Bus.

Memang sepertinya saya curang. Menjawab pertanyaan dari simbah dengan vocabbulary (kosakata) krama inggil seadanya, padahal tidak dengan simbah yang 'always' menggunakan bahasa jawa halus. 

Tak jarang dalam percakapan saya menyisipkan kalimat bahasa Indonesia sebagai bantuan. Curang kan?

OHALOOO, Arek-arek Suroboyo atau teman-teman yang pernah ke Surabaya sudah pernah coba keliling Surabaya dengan Suroboyo bus belum? Kok belum sih, aku aja dari luar kota sudah naik Suroboyo Bus loh .... Hehe

Btw, Saya tertarik mencoba Suroboyo Bus itu sejak saya melihat-lihat foto di Instagram @suroboyobus. Suroboyo Bus kok Instagramable ya, kayak di luar negeri ...

Akhirnya keturutan juga foto dengan background Suroboyo Bus ... No pict Hoax yaaa .. :p

Pesona Masa Kini dari Suroboyo bus terlihat dari warna merah yang tampak mewah, nyaman dan memberi kesan kekinian. Tidak hanya ekspektasi tapi memang faktanya seperti itu setelah saya masuk kedalam transportasi umum yang satu ini. Eh satu lagi, helpernya ramah banget. 



Untuk bisa naik Suroboyo bus teman-teman cukup membawa 3 botol plastik ukuran besar, 5 botol plastik ukuran tanggung atau 10 gelas air mineral. Tinggal pilih sampah yang mana, maka penumpang bebas menikmati keliling kota Surabaya selama 2 jam. 



Sampah yang sudah disiapkan bisa dibawa langsung saat naik Suroboyo Bus. Nantinya di depan pintu ada tong sampah yang sebagai tempat menampung sampah plastik yang penumpang bawa dan ditukarkan dengan tiket.

Pilihan lain dengan sistem sticker atau kartu setor sampah. Bedanya, penumpang dapat menukarkan sampah yang sudah dikumpulkan menuju Bank Sampah dan kemudian ditukarkan dengan sticker tersebut. 

(nb: karena saya hanya berbekal 10 gelas air mineral jadi saya tidak punya sticker dan kartu ini ya gaes)

Bisa dibilang, ini koleksi tiket yang bisa kita gunakan sewaktu-waktu. Selain terminal Purabaya (Bungurasih), Bank sampah atau dropbox ini juga tersebar di halte tertentu. Nah, kalo sudah digunakan, sticker merah itu bakalan dijepret (diplong)  atau nama lainnya dilubangi sama petugas.

Saya begitu nyaman menikmati sudut-sudut kota Surabaya dengan adanya desain kaca yang ((sangat)) lebar. Jadi foto-foto atau record video dari dalam Suroboyo Bus sangat mendukung.

Kaca-kaca terlihat bersih dan kinclong sehingga tidak menganggu pandangan atau lensa kamera saat menangkap gambar dan merekam video. Ramah banget buat hape saya yang kamerannya aja emang dasarnya agak burem. Hehe


Soal keamanan juga terjamin kok. Coba lihat sticker warna kuning yang tertempel di kaca itu. Suroboyo Bus dilengkap dengan kamera CCTV sejumlah 12 unit di dalam bus, 3 kamera CCTV dibagian luar.  Dan cctv ini langsung terhubung dengan Surabaya Intelligent Urban Transport System.



Jadi saat masuk Suroboyo bus, jangan lupa (wajib) baca semua sticker yang tertempel di kaca atau bagian trtentu pada Surabaya Bus. Yes, karena ada beberapa larangan yang harus dipenuhi dalam rangka menjaga kemanan dan kenyamanan bersama saat berada di dalam bus. Salah satunya dilarang merokok di dalam bus ya!

Dimensi bus nya gagah banget. Padahal yang saya tumpangi ini yang satu tingkat loh, bukan tumpuk. Memiliki lebar kira-kira 2,4 meter dengan panjang 12 meter saya merasa cukup lega. 

Tinggi pintu masuk juga didesain low entry (tinggi pintu masukyang lebih rendah) dan ketinggian pintu sejajar dengan pedesterian. Ketika penumpang turun (didahulukan ya) kemudian baru penumpang boleh naik. 

Mas-mas helper juga siaga membantu setiap penumpang naik atau turut bus. Yaiyalah, kan namanya aja helper. Iya sih, tapi saya amati pelayanannya saya kasih bintang 5. Tapi untuk aplikasi di palystore yang sebelumnya saya coba install di hape kok tidak bisa ya...

Problem saya, ketika buka apps tiba-tiba blue screen. Sedangkan problem di hape teman saya yang kebetulan juga install apps, halte terdekat tidak bisa ditampilkan. Jadi kemarin itu, kami mencari halte terdekat dengan bantuan google maps. Semoga segera diperbaiki untuk apps nya ya kak :)

Apalagi ada gantungan buat tangan ((apa ya ini bahasa kerennya)) dibagian tengahnya yang berderet-deret. Teman-teman disabilitas juga memperoleh hak yang sama kok, mereka akan difasilitasi dengan baik. 

Ditambah lagi di dekat pintu ada tombol untuk memberi kode helper jika memerlukan bantuan. Tidak termasuk bantuan ekonomi dan masalah asmara ya kak :p


Meskipun sebenarnya diperuntukkan untuk penumpang berdiri tapi 'oke banget' bisa sebagai pegangan spontan kalo sewaktu-waktu terjadi goyangan akibat bus berbelok ((biasanya sih). Yang sendirian ((jomblo)) boleh juga kok pegangan pake itu dulu...Haha 

***
Jangan sampai salah duduk gais. Karena posisi bangku menentukan prestasi. Eh, bukan-bukan. Maksudnya masing-masing bangku dengan warnanya masing-masing memiliki berlainan pengguna. 

Antara penumpang sehat, penyandang difabel, lansia,ibu hamil, area khusus wanita dan area khusus pria. Untuk bus satu tingkat yang saya tumpangi kemarin, kapasitas max. 67 orang. 

So, buat mbak-mbak jangan khawatir ya, meskipun transportasi umum tapi keamanan dan kenyamanan terjaga. Ayo dukung gerakan pemerintah daerah Surabaya untuk gerakan positif ini. Yo..yo..ayo..yo ...ayo.. 

Begitu juga, Suroboyo bus beroperasi dari pagi (06.00 WIB)- Malam (22.00 WIB). Alternatif buat warga Surabaya dan teman-teman yang lagi beraktifitas dimalam hari atau sekedar main di Surabaya untuk keliling Surabaya tapi keamanan dan kenyaman terjaga. Dompet juga terjaga juga sih, lhawong kita nggak keluar duit. Kan bayarnya pakai sampah botol plastik. Hehe..

Kenapa judulnya 30 menit berada di dalam 'Suroboyo Bus'? Iya, waktunya mepet banget dengan jadwal kereta api pulang ke Jember. Jadi ya tidak enaknya sedikit terburu-buru. 

Padahal masih pengen lihat dan merasakan Suroboyo Bus yang Tingkat itu. Belum lagi pengen ketemu dan foto bareng sama mbak-mbak helper yang kulihat diinstagram itu (juga belum ketemu). Pokoknya kalau next time ke Surabaya saya harus naik Suroboyo Bus lagi (Suroboyo Bus tingkat). Harus! See you next time yee mbaa helper ...

Regards,
Pemuda sedikit akal, banyak rindunya ...

Huawei Nova 3i: Titisan Huawei P20 dengan body dan storage yang ‘nggak becanda’

Survei: Level ketika kamu akhirnya memutuskan untuk ganti hape (terakhir kali) kapan sih? saat bosen yaudah ganti hape, saat ada launcing hape baru terus kepincut yaudah ganti hape, saat hape sering error yaudah ganti hape. Which One? 

Satu lagi, jangan-jangan kamu termasuk golongan orang yang beli hape saat hape kamu ((benar-benar)) mati total sehingga mau nggak mau perlu ganti hape baru? Saya kelompok ini sih.. hehe.

Kalau hape masih bisa dipakai sesuai dengan fungsinya, telepon dan SMS, buat apa sih beli hape baru? Buang-buang duit toh. Masih banyak hal-hal yang lebih menjadi prioritas dan harus dipenuhi.

Begitulah pernyataan dari ibu saya beberapa waktu lalu. Saat saya mudik ke kampung, saat saya sedang curhat jika hape yang menjadi daily driver saya rusak. Anak bujang ibu ini betul-betul kerepotan tanpa memegang hape seperti hari-hari biasanya.

Saat itu saya sebenarnya juga sedang ((sangat)) "ngarep" dan butuh donasi untuk mendapat ganti hape baru. Atau paling tidak, saya bisa service hape secepatnya setelah curhat ke ortu (orang tua).

LCD hape saya pecah akibat terbentur keramik saat memasang disebuah tripod untuk membuat konten video. Tripod tidak kuat menahan beban hape saya yang terbilang jumbo dan akhirnya, praaaaak!!! Emaaak ...

Selang beberapa hari retakan yang terjadi pada LCD merambat menjadi hitam. Lama kelamaan menjadi black screen secara full screen.

Hyuuh, adakalanya kuingin menyalahkan sebuah tripod yang saya beli saat flashsale yang hanya sekitar 50k itu :(. Eh, salah saya juga sih kurang berhati-hati.

Sayapun saat itu menghubungkan diri ke internet menjadi jarang. Mungkin 1 hari sekali, 2 hari sekali, 3 hari sekali. Itupun saya harus berada di lingkungan kampus karena disanalah "free wifi" berada.

Berbeda dihari normal biasanya, saya bebas untuk cek email dan notifikasi lainnya kapanpun dan dimana saja.

Saya juga melewatkan banyak kesempatan menerima job blogger akibat kudet (kurang update dengan berbagai informasi). Komunikasi antar temanpun jadi slow respon. Saya banyak ketinggalan info dan momen-momen penting lainnya.

Bagi saya hape itu tidak hanya terbatas pada fungsi telepon dan SMS seperti yang ibu katakan. Apalagi sebagai anak muda, fungsi hape jauh berkembang pesat saat ini dan benar-benar dibutuhkan oleh anak muda.

Satu hari tanpa hape rasanya sangat sulit untuk masa kini, bukankah begitu gais?

Apa-apa lewat hape, apa-apa lewat internet. Mulai dari chatting, grup-grup whatshapp, main sosmed dan banyak hal lainnya. Update informasi kuliah atau komunitas pun juga sudah tidak lagi trend melalui SMS atau telepon, WG (Whatshap Group).

***

Akses Internet=Uang jajan. Bagimana tidak, mengolah blog ini sambil menjalankan peran sebagai influencer membutuhkan sambungan internet juga. Pokoknya, hape dan internet is everything-lah. 
Tanpa hape yang terkoneksi internet, saya benar-benar 'kemusuhan'.
Hingga akhirnya, selang waktu beberapa bulan itu saya manfaatkan untuk menabung (uang sendiri) untuk membeli hape baru service. Benar-benar mengumpulkan selembar dua lembar rupiah dari jatah uang makan harian anak kos, sebagian juga merupakan bagian dari fee dari job blogger yang saya kerjakan.


Fyi, timeline instagram saya juga penuh dengan update info gadget dari akun-akun instagram yang banyak saya follow. Belum lagi di twitter, belum lagi di facebook. Aaaaah, hape sekarang keren-keren ya ... ((dalam hati)) #Nontontapinggakbeli

Nongkrong pas weekendpun menjadi salah satu momen yang pasti ngobrol dengan banyak hal yang tidak jauh-jauh dari gadget. Gadget lagi, gadget lagi. Gadget yang lagi hot. Hot news gadget yang terakhir kita bahas soal ini ...

Dari kebiasaan ini, seringnya juga sih saya menjadi konsultan untuk teman-teman yang ingin membeli hape baru. Kemudian bisa tuh, pegang-pegang, lihat-lihat dan coba-coba fiturnya. Hehe.

"Eh, suga. Menurut lo kamera ((sebut tipe smartphone)) vs ((sebut tipe smartphone)) bagus mana?"

Saya juga paling seneng kalau diajak mereka berkunjung ke galeri atau booth smartphone. Saya bisa merasakan sensasi smartphone terbaru tanpa harus membelinya. Bahagia memang se-sederhana itu ya. Hehe. 

After long time saya menunggu le-lomba-an blog berhadiah smartphone, akhirnya ketemu juga. Berbagai macam #hastag dan keywords saya telusuri untuk menemukan informasi dan memperbesar peluang mewujudkan #2018gantihape secepatnya.
#lombablog, #kompetisiblog, #kompetisimenulis, #blogcompetition, #lombamenulis, #blogcontest, #bloggingcompetition, #lombangeblog, #lombamenulisblog dan banyak keyword-keyword lainnya yang saya gunakan untuk menelusurinya.
Dari hastag-hastag ini akhirnya ketemu lomba blog yang hadiahnya gadget impian. Huawei Nova3i. Yeees! Saya memantapkan diri untuk mengikuti lomba blog dari Huawei x Urbandigital.id ini.

Motivasi terbesar ikutan lomba blog ini: Beberapa bulan ini, hape saya sering uring-uringan semenjak ganti LCD. Mulai dari touchscreen macet, tiba-tiba scroll sendiri, tombol volume dan power dibagian sisi tidak lagi responsive seperti dulu.

Saya butuh upgrade hape untuk saat ini untuk menghandle aktivitas keseharian saya, termasuk membuat konten kreatif. 

Saya selalu update nonton video channel mereka, tak terkecuali review Huawei Nova 3i yang bikin pengen, gais! Mana nih channel favorit kamu?

Sering baca dan nonton video review mereka seringkali saya pengen banget punya hape baru. Bentar-bentar pengen, bentar-bentar pengen. Apalagi tipe smartphone tersebut “gue banget”. Gue banget: Smartphone dengan spesifikasi dan fitur yang memang sedang saya inginkan.

Sayapun juga sebenarnya punya kriteria spesifikasi idaman untuk sebuah hape dari waktu ke waktu. Lhawong, nonton video review gadget-nya aja dari waktu ke waktu. Rawan "mupeng" a.k.a muka pengen hape baru deh.

Beginilah akibat terlalu sering nonton video-video review gadget di youtube. Begitu juga cewek, saya suka cewek rambut sebahu,tinggi dan cantik luar dan dalam *siapa yang tanya?

SMARTPHONE IDAMAN SAYA TUH BEGINI ...

Saat memilih smartphone ada banyak hal yang menjadi pertimbangan. Mulai dari kelengkapan fitur, merek perusahaan, hardware yang digunakan, hingga aplikasi yang tersedia. Apakah fitur-fitur itu memang benar-benar saya butuhkan atau tidak.

Benar, tiap konsumen memiliki sudut pandang yang beda pada tiap merek yang mereka inginkan sesuai dengan kebutuhan dan ketertarikan masing-masing.

Aspek kamera sih itu penting banget, apalagi untuk blogger yang pasti sering jepret sana-sini. Sebut saja blogger butuh hape dengan kwalitas kamera yang pinjam-able. Kebutuhan foto produk, dimana kita sendiri-lah yang seakan-akan menjadi model profesional.

Demikian juga saya, jika fitur utama yang saya butuhkan sudah mumpuni, untuk apa saya membeli smartphone flagship kaya fitur tapi "over price" (?)

***
Selang sekitar satu bulan dari launching Huawei P20 (28/6/2018), Huawei Nova 3i memberi harapan baru buat netizen yang jatuh cinta pada Huawei P20, tapi terhalang restu orang tua. (no donation here)

Selasa, 31/7/2018 di Jakarta

Benih-benih cinta itupun tumbuh manakala smartphone yang saya amati memiliki spesifikasi mumpuni (sesuai kebutuhan saya) tapi dibanderol dengn harga yang menarik. Menarik: Lebih murah (kaya fitur) jika dibandingkan dengan hape dari brand lain dikelasnya.

Tapi ya gitu, ”Bisane mung nyawang, sing biso nduweni”. Pepatah dalam bahasa daerah tempat tinggal saya (bahasa osing, Banyuwangi) yang kurang lebih memiliki arti: Hanya bisa memandang, tapi tidak bisa memiliki.

Hingga bulan September ini, Huawei Nova 3i masih menjadi hape idaman setelah series Huawei P20! 

Huawei Nova 3i: Titisan Huawei P20 dengan body dan storage yang ‘nggak becanda’ 

Saya menyebut Huawei Nova 3i sebagai titisan Huawei P20. Bodinya mirip, spesifikasinya juga tak kalah mumpuni dan handal untuk sekelas hape mid-range (kelas menengah). Cantik, secantik mbaknya ..... So instagramable pose with Huawei Nova 3i like this..

Memegang Huawei Nova 3i pasti menjadi pusat perhatian orang sekitar, desain terkesan premium dan bikin tambah cakep pemiliknya. ih, aku juga pengen kelihatan cakep pake Huawei Nova 3i :p

Dengan harga 1/3-nya Huawei Nova P20 tentu ada beberapa fitur yang dikurangi. Meskippun demikian Huawei Nova 3i adalah smartphone kelas menengah yang merajai kelasnya. Buat keseharian saya, Huwei Nova 3i ini idaman. 

Huawei Nova 3i dibanderol dengan harga Rp.4.199.000 mendapat antusias yang tinggi dari banyak orang semenjak postingan foto diinstagram Huawei yang menjadi tanda-tanda bahwa Huawei Nova 3i bakal muncul di Indonesia.

Saat ini Huwei Nova 3i sudah dipasarkan secara bebas dan bisa didapatkan secara resmi di erafone dan Lazada sebagai partner Huawei. Oh iya, dengan harga diatas kelengkapan unit pembelian yang akan didapat sebagai berikut: 

  • Unit Huawei Nova 3i
  • SIM card ejector
  • Adaptor charger 5V 1 A
  • Kabel data micro USB
  • Headset standar
  • Kartu garansi dan buku panduan
Sebagai titisan kakaknya, Huawei P20, Huawei Nova 3i tidak kalah keren (termasuk harganya yang keren). Inilah Huawei Nova 3i. Smartphone yang menjangkau kelas saya dan fitur-fiturnya tidak kalah heboh.

Hal-hal random yang saya pikirkan ketika mendengar Huawei 3i dengan fitur dan spek yang dimilikinya

Bahkan penilaian saya, ini hape terbaik di kelasnya dengan dimilikinya fitur dan spesifikasi yang memang saya butuhkan. Terlebih pada series Huawei Nova 3i inilah spesifikasi yang saya inginkan dan harga yang dibanderol saling kompromi dengan budget jangkauan dompet. 

Sempurna untuk saya, solusi ketika saya pengen Huawei P20 kemudian digantikan Huawei Nova 3i yang memiliki spesifikasinya lebih dari cukup untuk apa saja. Salah satunya buat gambar ilustrasi seperti pada tulisan ini tapi melalui hape bukan laptop.

Kemana-mana membawa laptop berukuran jumbo hanya untuk mencari udara segar ketika menggambar sih ''nyiksa" banget ya selama ini.

Menjalankan hobi sebagai konten kreator, blogger dan influencer, saya selalu berusaha untuk menciptakan konten-konten terbaik, unik dan ‘khas’ ala saya. 
Huawei Nova 3i ini memiliki fitur-fitur yang menjadi poin pamungkas sehingga mampu membelokkan hati saya dari Huawei P20. Huawei Nova 3i: Titisan Huawei P20 dengan body dan storage yang ‘nggak becanda’ 

DESAIN BODI ANTI-MAINSTREAM DAN PREMIUM
Mengikuti desain P20, Huawei Nova 3i juga tampil nyentrik. Jika sebutan warna gradasi “twillight” ada pada P20 maka Huawei Nova 3i memiliki gradasi warna yang disebut iris purple. Cantik, secantik mbak irish bella pemain sinetron di tv itu loh...

Material terlihat elegan, frame berbahan metal sedangkan body keseluruhan berlapis kaca yang membuat perangkat ini terlihat sangat berkilau. Bisa buat ngaca ...

Gradasi iris purple ini yang anak muda banget dan bikin trendy. Warna biru keungu-ungu-an atau ungu ke-biru- biruan. Eh, gimana ya sebut warnanya. Pokoknya seperti diatas gais ... 

Selain warna iris purple, variasi warna yang bisa dipilih untuk unit Huawei Nova 3i ada Black mate (hitam). Tidak kalah juga untuk series yang berwarna hitam mate, dimana warna hitam itu sifatnya everlasting, keren tidak ada matinya terutama bagi para cowok lah ya.

Bodi dengan ukuran yang pas bagi tangan saya dan layar yang lebar sehingga enak digenggam. Oh iya, dibagian panel belakangnya juga ditempatkan fingerprint.

Mengintip bagian bawah, ada slot microUSB, grill speaker dan juga lubang jack 3,5mm. Disisi bagian kanan terdapat tombol power dan volume. Sedangkan sisi kiri terdapat tray SIMCard dan MicroSD.

Dengan layar lebar, pengalaman visual yang memuaskan akan dirasakan. Ukuran layar sedikit lebih besar daripada P20 tapi bezeless. Jadi masih nyaman digenggam meskipun layarnya lebar.

Layar bezeless berukuran bentang diagonal 6,3 inci dengan resolusi 2.340x1.080 pixel (aspect ratio 19,5:9) namun masih tetap nyaman juga ketika dimasukkan saku seperti kebiasaan saya.


Poni-ponian yang lagi kekinian untuk smartphone saat ini juga tidak absen. Meskipun mengusung desain poni, poni-poni kemanjaan ini bisa disamarkan dimenu pengaturan. Jadi bisa dimunculkan maupun dihilangkan, suka-suka netizen lah ya ....

STORAGE 'NGGAK BECANDA' LEGA 
Menyediakan penyimpanan atau memori internal sebesar 126GB, RAM 4 GB. Masalah tapi bukan menjadi masalah: Tipe tray SIMcard yang digunakan disini yaitu tipe hybrid. SIM 1 tipe Nano dan SIM 2 Tipe nano/SlotMicroSD.

Jika memaksakan micro SD makan harus mengorbankan baiki kedua yang memuat sim card. Dengan kapasitas storage 258GB yang dibenamkan pada Huawei Nova 3i bahkan saya yakin tidak akan membutuhkan storage tambahan. Itu saja cuku banget. Tumpeh-tumpeh ...

Huawei Nova 3i memang cocok untuk penikmat multimedia atau blogger seperti saya, yang membutuhkan ruang penyimpanan extra untuk dokumentasi. Baik itu berupa file foto, audio maupun video. Jepret-jepret momen jadi lebih leluasa saat menghadiri event tertentu. 

EMPAT KAMERA DALAM SATU HAPE. GIMANA TOH MAKSUDNYA? 
Huawei Nova 3i with four AI (Artificial Intelligence) cameras. Ada juga Aspheric Lens sebagai pengganti Leica pada Huawei P20 (bawah kamera Nova 3i dengan tulisan ASPH).

Aspheric Lens adalah teknologi optik yang memungkinkan pembiasan cahaya putih (polikromatik) menjadi cahaya pelangi (monokromatik) menjadi sangat minim. AI selfie master hadir dengan kemampuan mencapai detail yang jelas dan kedalaman info yang akurat.

Empat kamera Huawei Nova 3i antara lain: Kamera ganda dibelakang (16MP f/2.2 PDAF dan 2MP) dan kamera ganda belakang (24MP f/2.2 PDAF dan 2MP) + flash LED.

Dengan adanya lensa ini pembiasan dihilangkan dan seoptimal mungkin sehingga gambar yang dihasilkan menjadi tajam dan tanpa ada gradasi warna pelangi yang menganggu. Aspheric Lens ini rupanya menjadi selling point untuk Huawei Nova3i.

Lengkap dengan menu-menu kamera seperti Pro mode, bokeh, portrait, slow mow dan lain-lain. Ada pula fungsi HDR Pro hanya berfungsi di kamera depan. Wih, sektor kamera mumpuni ini bisa saya andalkan ketika travelling. 

Sejauh ini, jepret-jepet travellingnya bareng geng masih mengandalkan kamera smartphone dan action cam saja. Selain alasan kepraktisan, alasan lain karena diantara kami belum ada yang memiliki kamera dikelas SLR/Mirrorles dsb yang levelnya berada diatasnya.

Huawei Nova 3i, maukah kau travelling bersamaku di hari tarvellingku berikutnya? Harus mau dong, hehe. Huawei Nova 3i dibekali dengan kapasitas baterai yang cukup besar, yaitu 3340 mAh yang juga sudah mendukung pengisian cepat. Jadi ya, aman lah buat travelling seharian.

Yeep, keberadaan kamera resolusi 2MP Depth sensor ini sebagai kamera yang dapat menghasilkan efek foto bokeh (background ngeblur). Sudah bisa dibayangkan nih, 16MP dan 24MP pasti menghasilkan foto yang kinclong. 

Lebih menarik, Huawei Nova 3i bisa merekam video slowmotion 16 kali perlambatan pada 480 fps dan 4 kali pada 120 fps. 

Teknologi atau fitur AI scenary recognition, kamera dapat menyesuaikan lingkungan yang membuat pengambilan gambar menjadi lebih baik secara otomatis. Tapi fitur AI ini bisa dimatikan secara manual. 

Huawei Nova 3i mampu menampilkan foto dan video presisi yang seimbang dengan pratinjau waktu nyata bahkan saat dibawah sinar matahari. 

POIN PLUS: QMOJI CUTE BUAT KIRIM PESAN KEKINIAN
Emojikan dirimu dengan Qmoji (Huawei Nova 3i punya). Eskpersi wajah, gerakan dan suara yang kita keluarkan dapat ditampilkan dalam bentuk Qmoji. Format yang dihasilkan berupa format gif atau video.

Wah bahaya nih, jika saya keturutan punya Huawei Nova 3i pasti teman-teman cewek sering pinjem nih gara-gara Qmoji ini. Eh, membuat orang lain bahagia kan suatu kebaikan toh? Nanti kalau saya punya Huawei Nova 3i ini teman-teman boleh pinjam juga kok, Hehehe


CHIPSET HISILICON KIRIN 710 PERTAMA HUAWEI (PABRIKAN SENDIRI)
JEROAN: Chipset pabrikan sendiri dari Huawei Hisilicon Kirin 710 dengan CPU octa-core 2,2 GHZ dan GPU Mali-G51 MP4. 

Tampilan dan perindahan task menjadi responsive, halus. Pengalaman bermain games menjadi imersif (penggunanya bisa merasakan suasana yang mirip dengan dunia nyata)


SEBENTAR, HUAWEI NOVA 3i COCOK UNTUK GAMERS?
Menyasar gamers, Huawei Nova 3i dipasang GPU Turbo. Meningkatakan penggunaan grafis dalam bermain games sehingga bakal lebih halus dan lancar. GPU turbo akan berjalan secara otomatis apalagi sebuah games mendukung secara default.

Ngomongin soal GPU turbo, dengan adanya GPU turbo ini mampu mendongkrak kinerja grafis sehingga software, aplikasi atau games berat bisa berjalan lancar tanpa kendala. Eh, berarti mantap juga buat nonton film-film thailand kesukaan saya..

Dari nonton film pasti ending-nya nemu inspirasi buat bikin edit foto lucu-lucuan gitu. Salah satunya pernah ngedit foto gantiin mario maurer ini. haha. Tebak ini cuplikan film thai judulnya apa?

Info penting lagi, Huawei juga mengklaim bahwa GPU Turbo mampu menghasilkan performa 60% lebih gegas dari sebelumnya. Begitu juga soal daya tak perlu dikawatirkan. Pasalnya, Huawei menegaskan bahwa lewat teknologi ini bakal terjadi penghematan hingga 30%

(nb: maunya mau foto lucu pakai emoji, tapi hape tidak punya fitur lucu emoji :p) 

Bahkan saya bisa membayangkan seketika setelah mengetahui sesifikasi Huawei Nova 3i secara keseluruhan diatas. Terbayang sudah, fitur-fitur yang dibenamkan pada Huawei Nova 3i tersebut betapa besar manfaatnya untuk menunjang keseharian saya. Terutama fitur yang sudah saya ulas diatas itu...

Yasudah mas, cerita curhat dan gambar-gambar ternyata udah panjang banget. Harapannya, saya bisa mengabadikan momen tahun baru 2019 (beberapa bulan lagi ini) menggunakan Huawei Nova 3i. Weiissh #kode hehe..



Regards,
Pemuda sedikit akal, banyak rindunya.

ASUS A43SD LAPTOPKU, VIVOBOOK FLIP TP410 KUHARAP JADI MILIKKU

26 Agustus 2018, 2 Minggu yang lalu. Mas Joe (@JoeCandra) mengabarai lomba blog dari Asus x @unniekas melalui mention di instagram. Thanks mas Joe!

Dibilang butuh laptop baru yang butuh, dibilang tidak butuh ya memang butuh. Jadi saat itu tanpa pikir panjang ‘’save post’’ dengan ketuk tombol simpan ke koleksi instagram (pojok kiri bawah postingan mbk @uniekkas) tentang lomba blog ini.
Diinstagram mbak @uniekkas, kata-katanya ada "yuhuuu"-nya juga kok ...hehe

Prediksi: Saya bisa menyelesaikan artikel untuk lomba blog hanya dua minggu. Memang rentang waktu penyelenggaran hanya dua minggu (biasanya satu bulan). Wah, ini jelas challenge banget buat saya. Biasanya saya butuh waktu yang lama untuk prepare membuat artikel untuk lomba blog. Biasanya juga, rata-rata penyelenggaran sebuah lomba blog 1 bulan. 

Jadi ikutan nggak ya? Kurang dari 12 jam saya harus menyelesaikan artikel lomba blog

Realita: Prediksi hanyalah prediksi. Hampir 2 minggu waktu terlewati begitu saja. Akhir-akhir ini saya begitu sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan. Semenjak saya membuka usaha dibidang jasa percetakan (cetak foto) foto masuk yang harus dicetak banyak sekali. Foto-foto biasa dan juga foto-foto dokumentasi dari rangkaian kegiatan 17-an (Peringatan kemerdekaan RI ke-73).
Semuanya harus saya selesaikan tepat waktu. Sedangkan saya masih mempunyai kesempatan kurang dari 12 jam untuk menyelesaikan lomba blog Asus x @uniekkas
Dua minggu ini sibuk editing foto-Cetak-editing foto-cetak begitu seterusnya. Lagipula, kemarin-kemarin ide untuk membuat konten sesuai dengan kriteria lomba blog kali ini belum juga saya temukan. Dalam situasi mendesak, saya juga semakin bingung untuk membuat artikel yang ((saya semogakan)) unik, berbeda dan tentu sesuai kriteria penilaian. 

Dengan tema, ”Asus Laptopku”, ini sebenarnya sangat menarik untuk saya. Alasanya, artikel yang akan saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saya sebagai pengguna Asus. Dan tantangan untuk challenge dibawah ini akan saya jawab melalui tulisan ini.
KBBI kreatif/kre·a·tif/ /kréatif/ a 1 memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; 2 bersifat (mengandung) daya cipta: pekerjaan yang -- menghendaki kecerdasan dan imajinasi;
Menurut saya pribadi, kreatif itu soal ide. Kreatif itu keberanian untuk memulai sesuatu yang baru, belum pernah dilakukan dan kita bisa mengembangkan hal tersebut. Munculnya ide-ide diluar kebiasaan orang pada umumnya a.k.a (Out Of The Box) itu kreatif.

Mampu memecahkan masalah dengan caranya sendiri itu kreatif. Mengembangkan talenta yang ada pada diri, itu juga pantas disebut kreatif menurut saya. Jadi kreatif itu luas banget

Kamu (masih) mainstream atau sudah Out Of The Box?

Lalu apakah aku (sudah) kreatif? Tidak adil jika saya menilai diri sendiri (Baca: Saya Kesulitan menilai diri sendiri). Sejauh ini, saya suka mencoba hal-hal baru, belajar tentang ilmu baru dan lebih suka menciptakan sesuatu yang baru versi kreatifitas saya. Yes, I want to be different dan unic. 

Sekitar 5 tahun lalu saya dibelikan bapak ASUS A43SD disalah satu toko komputer di kota tempat tinggal saya. Waktu itu harganya 5,3 juta dengan spesifikasi yang saya inginkan “grafis bagus dan paling penting bisa menginstall dan menjalankan aplikasi berat seperti Autocad, Google Sketchup dan software-software berat ala anak-anak teknik sipil”.

Kenapa dulu membeli ASUS A43SD? Cari laptop yang punya spesifikasi cukup dan bisa running software autocad, udah gitu aja. Hehe

Tidak spesifik ASUS A43SD sih, karena saat itu sudah berpindah-pindah dari satu toko ke toko lain belum menemukan stock juga dengan spesifikasi yang diandalkan. Hingga akhirnya di toko terakhir, ada beberapa pilihan laptop yang bisa saya pilih. Kalau sekarang 'mah saya lihat-lihat update laptop terbaru Asus ya disini (nb: lihat saja tidak beli. Hehe) 

Ini salah satu toko komputer terlengkap dan tempat tujuan utama service laptop di kota tempat tinggalku, Jajag, gambiran, Banyuwangi. 

Saya lupa, 2 laptop tipe apa yang bisa saya pilih. Saya hanya ingat keduanya sama-sama asus tapi beda tipe dan harga. Soal harga, bapak sepenuhnya menyerahkan kuasanya untuk saya bebas memilih diantara kedua pilihan laptop asus itu.

                                                           ****

Akhirnya saya memilih laptop yang mahal daripada harga laptop satunya. Saat itu untuk saya yang awam dengan dunia per-laptop-an, asumsinya hanya “lebih mahal = lebih bagus”. Jadi, dengan laptop yang spesifikasinya sama-sama mumpuni untuk install aplikasi autocad saya memilih laptop yang harganya mahal tersebut. 

Eh, tidak mahal sih. Maksudnya, Cuma selisih 3-4 ratus ribuan aja. Menjatuhkan pilihan pada Asus A43SD saya rasa tepat. Terbukti kwalitasnya, service center ada dimana-mana dan tentu banyak banget teman-teman di kampus yang menggunakan laptop ASUS. 

Laptop Asus A43SD ini benar-benar mengukir cerita bersama saya. Mulai dari membantu mengerjakan tugas-tugas kuliah yang berat dan non stop, ngeblog dan ngelomba blog, multimedia hingga pernah juga terpental di kerasnya perkerasan aspal.

Beberapa tahun lalu saya mengalami lakalantas (kecelakan lalu lintas). Tidak hanya kondisi fisik yang dirugikan tapi juga kondisi laptop kesayangan dan merupakan laptop satu-satunya

Kondisi pasca kecelakaan beberapa tahun lalu - sekarang (nb: baterai sengaja saya lepas, karena udah nggak bisa dan tentu tujuan mengurangi beban jika saya membawanya dalam tas.

Don't judge book from the cover. Dari kejadian itu, laptop masih bisa bekerja normal tapi body laptopnya cuil dimana-mana. Saat itu saya tidak tau pasti kejadiannya karena saat itu saya pingsan dan tiba-tiba sudah berada di rumah sakit.

Begitu juga dengan kondisi laptop, seberapa keras terpentalnya saya tidak tau pasti. Meskipun tak secantik dulu, laptop ini masih bisa saya andalkan untuk aktivitas saya sehari-hari.

Lima tahun saya menggunakan Asus A43SD ini. Sudah saatnya saya mengurangi beban laptop ini dari pekerjaan-pekerjaan berat dan super banyak. Meskipun tidak semua, saya dapat mengurangi beban kerja harian laptop Asus A43SD saya ini.

Jika memiliki laptop baru, pastinya saya tidak perlu khawatir dan riweh cari colokan sumber listrik saat membawanya disebuah acara atau tempat. Laptop saya ini dalam pemakaian harus terus on charge.


Di kamar kos ini-lah tempat saya meng-ekspresikan diri, sekaligus tempat belajar menciptakan sebuah konten yang ((harus)) kreatif selama ini

Sebenarnya saya merasa kasihan dengan laptop tua saya ini. Tapi ya gimana lagi, saya tidak punya pilihan lain untuk menggunakannya dalam intensitas pemakaian yang sering setiap harinya.

Sementara (entah sampai kapan), menggunakan seadanya laptop yang saya punya. Karena sejujurnya ganti laptop itu salah satu keinginan, asus zenbook atau vivobook. Tipe kedua dari asus ini saya sangat suka dan selalu mengikuti perkembangannya di dunia per-laptop-an. 

Seperti halnya 2 minggu ini saya disibukkan dengan aktifitas cetak-mencetak foto. Dari yang semula adik minta untuk dicetakkan foto kekinian model-model polaroid, kini teman-temannya minta diorderkan juga. Dan itu jumlahnya banyak banget hingga saya hampir lupa untuk membuat tulisan ini. Belum lagi artwork karikatur yang harus diselesaikan.

Order? Chat di whatshapp (082310683006) ya .. *numpang ngelapak

Peluang usaha yang sulit untuk ditolak. Menolak peluang usaha baru ini = menolak rejeki. Meskipun hanya usaha kecil dalam bidang percetakan foto (beserta editing), sticker dan desain karikatur–karikatur lucu untuk kado/hadiah/hiasan dinding.

Dengan demikian setidaknya tingkat kreatifitas yang ada dalam diri saya menjadi semakin terasah. Ya, saya melakukan semuanya atas dasar passion dan sekaligus ingin belajar belajar berwirausaha.

Sejak melihat banner lomba blog, saya berfikir Vivobook Flip TP410 ini sangat berguna untuk saya. Andil besar dalam membantu menciptakan konten blog dalam hal ini ilustrasi dan (mungkin) konten video tapi tidak untuk pemakaian software yang berat.

Sejauh yang saya ketahui memang Vivobook Flip TP410 memiliki spesifikasi yang tidak diperuntukkan untuk videographer atau film maker. Vivobook Flip TP410 memiliki desain yang portabel dan 2in1 sehingga cocok digunakan aktifitas sehari-hari yang tidak begitu berat. 
Oh iya, bagi teman-teman yang beberapa kali mampir diblog ini pasti kerap melihat gambar-gambar ilustrasi yang saya sisipkan diartikel. Memang tak jarang saya membuat ilustrasi khusus untuk tulisan-tulisan diblog ini agar terlihat khas dari yang lain.

Saya hanya ingin membuat sesuatu yang beda dan something new diartikel yang saya posting di blog. Bagi saya, ilustrasi dalam sebuah artikel itu sangat perlu dan penting.

ilustrasi pendukung konten blog yang pernah saya buat dengan proses menggambar manual - scan - digital coloring dibeberapa postingan blog ini

Tidak mengherankan, saya membutuhkan waktu berhari-hari hanya untuk membuat ilustrasi seperti diatas tanpa menggunakan alat bantu gambar elektronik (pen tablet atau tablet).

Bahkan faktanya, porsi waktu yang digunakan untuk membuat ilustrasi lebih banyak dibandingkan waktu untuk mengetik artikel. Proses yang harus saya lalui diantaranya: Menggambar manual - scan - digital coloring. That's way, saya butuh pen tablet atau tablet saat ini.

Begitu juga laptop. Mungkin faktor U (usia pemakaian) laptop yang saya miliki dan juga karena beberapa kali masuk tempat service dalam rentang waktu beberapa bulan ini menjadikan saya ingin menambah resolusi di tahun ini #2018GantiLaptopAsus.

Ketika tablet untuk menggambar dan laptop sama-sama saya butuhkan. Jawabannya tidak lain: Saya butuh laptop seperti Vivobook Flip TP410. Meskipun kurang dari 12 jam dengan peserta lomba yang saya yakin tidak main-main, saya menjadi salah satunya yang juga menginginkan laptop ini.

Vivobook Flip TP410 itu mempunyai spesifikasi dan fitur yang tidak dimiliki laptop saya saat ini. Dan spesifikasi ini bisa dibilang menjadi kelebihan Vivobook Flip TP410. Juga merupakan alasan kenapa selang kurang dari 12 jam mendekati deadline saya berani (baca:nekat) untuk ikutan lomba blog ini. Jelasnya, fitur dan spesifikasi ini bakal membantu aktivitas keseharian saya.


Dibandingkan laptop legend saya, body uhuy begini adalah impian


1. TIPIS DAN RINGAN : Memiliki bobot ringan dan desain yang tipis itu sesungguhnya portabel untuk dimana 'ngider' kemana-mana. Keluar kota untuk menghadiri event per-blogger-an, hangout akhir pekan di tempat-tempat nongkrong, bisa juga travelling.

Bobotnya aja hanya 1,6 kg. Dengan layar 14 inci dan ketebalan 1.92 cm (wih tipis) tidak akan memenuhi isi rangsel aku. Bodinya mendukung banget untuk kegiatan mobile seperti saya. Bentuk chargernya juga mini.


Di sekolah minggu, saya mengajari apa saja yang menurut saya bermanfaat untuk mereka, semoga bermanfaat ya adik-adik :)

Oh iya, spesifikasi laptop tipis dan ringan ini saya butuhkan ketika saya mengajar adik-adik di sekolah minggu. Dengan laptop yang lebih ringkas, saya bisa membawanya setiap hari minggu untuk mengajari mereka banyak hal melalui laptop Asus Vivobook Flip TP410. 

Sedangkan (harapan) untuk waktu tertentu kedua laptop ini, Asus A43SD dan Vivobook Flip TP410 bisa saya gunakan untuk sebagai media praktek langsung dari materi yang saya berikan. Jadi ya, tidak perlu menunggu dan bergerombol (seperti foto diatas) ketika praktek menggunakan laptop.

Laptopnya bisa ditekuk-tekuk lagi. Jadi kalau anak-anak rebahan, gulung-gulung atau selonjoran pun laptop bisa disesuaikan. Yaah ... namanya juga anak-anak. Ada saja yang dilakukan ketika diajari materi.



Saya kok ragu dengan laptop yang punya engsel bisa yang ditekuk-tekuk. Fyi, hal inipun sudah teruji loh. Untuk memastikan daya tahan maksimal, dengan bahan engsel 360 ° dari logam presisi VivoBook Flip 14 ini telah melalui tes terbuka dan diulangi sebanyak 20.000.

Jadi, VivoBook Flip 14 akan siap untuk mode apa pun, kapan saja selama bertahun-tahun pemakaian (seperti asus legend yang pernah dipakai kebanyakan banyak orang).

 2. NANO EDGE DISPLAY : Mengusung layar LCD Bezeless (bingkai layar yang tipis). Sama halnya smartphone jaman now yang memiliki layar membentang luas tetapi bingkai tepian layar tipis yang diincar banyak user, laptop juga sepertinya demikian. Ada yang suka hobi nonton film? Tidak dipungkiri ya, dari menonton film biasanya kita menemukan ide untuk suatu hal ... 


Bagian scene yang dicut pada film dilan 1990 gais, Hehe.

Bagi yang suka nonton film/video di laptop, ini cocok banget. Laptop jaman now lebih menarik jika memiliki frame/bingkai yang tipis. Vivobook Flip TP410 memiliki layar 14 inci tapi terlihat lebih luas dibagian layarnya.

Ya, desain bezel yang tipis mampu membuat layar terlihat lapang dengan resolusi Full HD (1920 x 1080) piksel. Urusan multimedia, menonton film atau video di laptop menjadi memuaskan. Masuuukkk pak ekooo!

Audio dipercayakan oleh teknologi SonicMaster sehingga menghasilkan suara yang luar biasa. Teknologi ASUS SonicMaster ini dikembangkan oleh tim ASUS Golden Ear dan ICEpower® berhasil menghadirkan audio paling bagus didengar saat menonton video/memainkan musik di laptop.

 3. FINGER PRINT SENSOR : Sistem keamanan lapto ganda. Tidaknya password yang bisa kita gunakan, Vivobook Flip TP410 dibekali dengan fitur flangship (biasanya untuk laptop kelas atas) bernama Windows Hello.


Pengguna laptop ini bisa sign ini ke Windows 10 (Operating systemnya) hanya dengan finger print (sentuhan jari).

Seperti laptos asus series lainnya, ASUS Vivobook Flip TP410 ini juga hadir dengan dukungan port yang lengkap antara lain, card reader, micro HDMI, dan tiga buah USB 3.0. Dengan adanya dukungan port lengkap ini tentu membuat kita jadi lebih praktis untuk memindahkan data.
 4. TRANSFORMASI 4 MODE : Nah, ini dia ujung tombaknya. ASUS Vivobook Flip TP410 ini bisa digunakan untuk posisi yang ng-enak-in pengguna. Laptop dengan berbagai keperluan dan transformasinya juga bisa disesuaikan.

Laptop Asus Vivobook Flip TP410 ini dapat bertransformasi ke dalam empat bentuk yaitu media stand, powerful laptop, responsive tablet dan share viewer.

Mode-mode yang tersedia ini bisa menyesuaikan ketika digunakan untuk bekerja, menjalankan bisnis, multimedia, presentasi dan hal-hal keseharian yang membutuhkan mobilitas yang tinggi. Nah, apalagi mengetik di ruang yang kurang cahaya juga lebih nyaman karena keyboard dibekali backlit. (lampu menyala pada keyboard). 
Last, Asus Vivobook Flip TP410 ini memiliki 3 tipe yang bisa dipilih dengn masing-masing banderol harga sebagai berikut: TP410UA Rp 6.899.000-Rp 9.099.000 (3 jenis), TP410UR Rp 6.899.000-Rp 13.599.000 (4 jenis), TP410UF Rp 14.599.000 (1 jenis). Overall spesfikasinya sama, yang membuat beda harga yaitu HDD dan jenis processor yang digunakan. 

Dengan memiliki Asus Vivobook Flip TP410, saya sekaligus menemukan dua fungsi laptop yang saat ini sedang saya butuhkan. Asus Vivobook Flip TP410 ini bisa saya gunakan sebagai laptop pengganti laptop Asus A43SD yang sulit diajak kompromi akhir-akhir ini.

In my mind: Kalau saya punya tablet a.k.a vivobook flip TP410, semakin memudahkan saya membuat ilustrasi-ilustrasi untuk konten, konten kreatif blog salah satunya

Oh iya, pikir saya laptop Vivobook Flip TP410 ini tidak disertai pen dalam paket penjualannya. Tapi, ternyata udah include dan saya tidak perlu beli lagi stylush pen gitu deh ((asyik)).

ASUS Pen ini dapat mendeteksi variasi tekanan menit - dari 10g sampai 300g. Melampaui standar akurasi industri, yang memungkinkan menahannya pada sudut hingga 45°, sama seperti pena biasa. Gambarnya jadi bisa luwes seperti di kertas. Saya suka.. saya suka ...

Fungsi laptop sebagai tablet juga saya butuhkan untuk menggambar digital ilustrasi di blog saya ini. Sehingga dengan demikian, proses pembuatan ilustrasi di blogku ini semakin cepat.

Semoga yang disemogakan ini terpenuhi di tahun yang baik ini. #2018GantiLaptopAsus #AsusLaptopku

ASUS Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com