Hooq Time, Anytime : Menyulap kamar 2x3 meter menjadi mini Bioskop dengan HOOQ

5 comments

Rumah kos yang saya tempati terlihat serem, seperti banyak hantunya. Itulah alasan yang mereka katakan. Sesering apapun kita menikmati akhir pekan, nyatanya menghabiskan weekend bersama di kos (saya) menjadi hal yang tidak mungkin dilakukan pada malam hari.



Saya menempati kos yang memang beda dari rumah kos lain. Tinggal di bangunan tua. Samping kanan-kiri bangunan berdiri rumah-rumah belanda kuno. Bentuk dan ciri-ciri bangunan semua sama. Terlihat antik dan (hampir) disetiap halaman rumah memiliki pohon berukuran besar yang menambah suasana semakin angker.


Sesering apapun saya tawarkan, sesering itu pula mereka menolak. Tawaran saya rupanya kurang menarik dan tidak pernah berhasil. Pada akhirnya (pasti) kita keluar bareng untuk menuju tempat tongkrongan biasa yang bernama Bi-os-kop. Ya, mereka selalu mampir ke kos terlebih dahulu sebelum berangkat bareng ke bioskop. Memang bioskop dekat dengan kos saya.

Situasi terlihat serem bagi yang tidak terbiasa. Padahal pulang-pergi sendiri tengah malam sudah menjadi kebiasaan saya. Hanya saja, suasana sedikit berbeda ketika angin berhembus tiba-tiba, seakan angin berhempus ditengkuk. Tenang, lagi-lagi ini hanyalah angin malam. Tidak pula mengubah saya menjadi penakut.


Jika malam telah tiba, keadaan benar-benar sunyi. Seringkali saya juga mendengar suara panjang yang begitu nyaring. Suara itu terdengar setiap jarum jam menunjuk angka 01.00 WIB. Tidak aneh untuk rumah yang berjarak 100 m dari rel kereta api. Suasana tengah malam seperti itu adalah waktu yang paling "UENAAK" untuk menonton film-film di HOOQ. Dikamar kos sambil tenang leyeh-leyeh tanpa beban apapun.




Saya yakin, situasi seperti ini akan saya "kangeni" suatu saat nanti. Ketika saya meninggalkan kamar yang mungil ini. Nonton film romance di tengah malam dengan comercial break suara bel kereta api. Film Romance? Benar, film yang saya tonton ketika sendiri. Tidak saat nonton bersama teman-teman. Hehe.













Mengundang good mood versi saya, salah satu caranya yaitu dengan menonton film-film yang ada dalam aplikasi HOOQ. Seperti yang pernah saya katakan, masa kuliah ternyata tidak sesederhana alur ftv ditelevisi. Kuliah-(ketemu cem-ceman)-PDKT-Nembak-Jadian-kemudian menikah dengan orang yang sama. Tidak seindah itu. 





Curang ya! scene dimana anak kuliahan yang kewalahan tugas dan deadline tidak ditampilakan di ftv. Apalagi fenomena tumpukan pakaian kotor yang mengisi seperempat ruangan kamar kos juga tak pernah terlihat di ftv. Yah, sedikit curhat boleh kan? Itulah alasan, hiburan yang bervariasi sangat saya perlukan agar mood selalu on fire menghadapai semua aktivitas. Harap tenang, semua ini ujian, katanya sih begitu. Hehe.







Benar, meskipun suasana kos terasa sepi. Tapi saya nyaman. Specially, harga kos yang murah menjadikan saya enggan untuk berpindah mencari kos lain. Hanya membayar 175 ribu, satu kamar/bulan. Terbilang sederhana dan sangat murah untuk kawasan yang membutuhkan waktu sekitar 5 menit menuju kampus. Soal hiburan, HOOQ sangat saya andalkan menantang sepi. Dan menghidupkan suasana menjadi berwarna.






Lumayan kan? Yah, meskipun saya tidak bisa menikmati fasilitas free wifi seperti yang disediakan seperti kebanyakan kos lain. Tak apalah, modem mifi yang saya beli dari salah satu keberuntungan di lomba blog beberapa waktu yang lalu selalu bisa saya andalkan. Menjelajahi internet termasuk dalam soal mencari hiburan dengan mengakses HOOQ.


Eh, sudah pernah nonton film menggunakan HOOQ belum sob? Nah, HOOQ adalah layanan yang menawarkan cara baru nonton film. Bukan lagi kamu yang harus mendatangi bioskop tapi bioskop yang mendatangi kamu. Nonton film bisa dilakukan secara mudah dan fleksibel, kapanpun dan dimanapun serta yang pasti legal sob. Akses HOOQ bisa dengan diinstall aplikasi di gadget kamu atau via browser laptop ye! Rame-rame atau nonton sendiri juga oke. 

Daftarnya gimana sih? Yolooh, mudah banget. Makanya tidak perlu saya buatkan step by step cara mendaftar layanan HOOQ. Tinggal download aplikasi di apps store atau daftar melalui web. Kemudian tinggal ikuti step-stepnya daaah! Suer mudah kok.


Nonton film bukan berarti tidak bisa multitasking ya sob. Untuk saya sendiri ada perbedaan ketika menonton film barat dan film lokal. Perbedaannya saat menonton film barat, saya tidak bisa multitasking dan harus fokus menatap layar untuk membaca subtitle yang ditampilkan. Jika tidak begitu, alamat saya tidak mengerti alur cerita karena saya kurang mahir dalam hal conversation atau bahasa asing lainnya.

Tapi .... untuk film lokal saya kadang juga melakukan aktifitas dalam waktu yang bersamaan. Sambil mengerjakan tugas atau menyemir sepatu misalnya. Bisa kok, sudah terbiasa untuk mengalihkan pandangan (loncat-loncat) dari layar ke obyek yang sedang dikerjakan tanpa ketinggalan alur cerita.


Saat ini, HOOQ menjadi alternatif baru selain mendengarkan radio yang juga masih menjadi favorit pengusir jenuh. Tentu kalau bisa menjadi pilihan itu artinya HOOQ menarik dan memiliki kelebihan dibandingkan yang lain. Hingga akhirnya HOOQ mampu menyulap kamar 2x3 meter menjadi mini Bioskop lengkap ditemani dengan segelas kopi rasa pacar. Hanya kopi? Tidak dong, suka-suka juga bisa. Kopi + cilok, tidak kalah syahdunya disaat hujan.


Hooq Timeanytime. Nonton sambil nyicil pekerjaan lain, jika bisa, why not? Aturannya juga bebas, mau rebahan sampai tertidur, duduk bersila, duduk selonjoran, suka-suka deh. Apalagi bisa lebih hemat daripada harus mengeluarkan uang untuk pergi ke bioskop. Cocok banget untuk tipe orang seperti saya yang sering ketinggalan film-film hits yang pernah tayang di bioskop.


Sejak HOOQ resmi hadir di Indonesia 14 April 2016, saya tidak pernah kehabisan hiburan. Meskipun ada beberapa layanan "nonton film" berbayar yang bisa saya gunakan. Eits, Untuk saat ini HOOQ lebih memiliki banyak keunggulan dibandingkan layanan lain yang sama-sama bisa kalian gunakan untuk menonton film. Keungulan tersebut antara lain:


Hanya dengan Rp.49.500 (termasuk PPN) saya bisa menonton film dan TV show. Harga layanan yang saya dapatkan ini sangat terjangkau dan paling murah dibandingkan layanan serupa dari penyedia layanan lain. Bahkan tarifnya hingga 2 kali lipat.


Cukup ngebayanginnya!! Karena sekarang saatnya kalian coba langsung layanan HOOQ sekarang. Pasang aplikasi HOOQ untuk smartphone atau tablet yang bisa kalian dapatkan di apps store atau bisa langusng klik link berikut (via web browser).


Jika alasan kamu ribet atau bingung dengan pembayaran layanan video on demand lain menggunakan kartu kredit, HOOQ telah membuatnya lebih praktis dan fleksibel. Pembayaran HOOQ bisa menggunakan kartu kredit atau melalui potongan pulsa (Telkomsel, XL) yang saya rasa sangat memudahkan para pengguna layanan. Seperti yang saya rasakan, setiap mendaftarkan paket data internet Telkomsel, saya pasti mendapatkan kuota tambahan yang bisa di gunakan untuk mengakses HOOQ. 

idfilmcritics.com

Info tambahan, di acara launching-nya 14 April lalu, HOOQ mengklaim sudah bekerja sama dengan operator telekomunikasi ternama di Indonesia loh. Jadi untuk operator/provider lainnya sudah pasti bakalan menyusul untuk bisa berlangganan layanan HOOQ.

Dilihat dari historisnya, HOOQ hadir pertama kali di negara Filipina, kemudian berekspansi ke Thailand dan India, hingga akhirnya sampai di Indonesia dan bisa kita gunakan layanannya hingga saat ini. Yoi broo, layanan HOOQ menjangkau lebih dari 1, 6 miliar orang. HOOQ juga baru saja menerima penghargaan sebagai Aplikasi Perangkat Seluler Terbaik (Best Mobile App) kategori Media, Film, TV atau Video di Global Mobile (GLOMO) GSMA Awards 2016 di Barcelona loh. Kereeen

Fitur ini bisa disebut menonton video secara offline (tanpa sambungan internet) seperti yang sudah saya sampaikan diatas. Caranya mudah yaitu dengan mengunduh/download video terlebih dahulu kemudian bisa menontonnya kapanpun dan dimanapun. 


Jika kuota sedang limit dan kebentur tanggal tua, saya tetap bisa mengakses HOOQ dengan fasilitas free wifi alias wifi gratis di kampus atau di depan minimarket yang sekarang menyediakan tempat hits nongkrong dibagain serambinya. Gratiss dan low bugdet gaes! Setelah 5 film sudah didownload, tonton deh dikos atau manapun saat say ada waktu untuk menonton (tanpa koneksi internet cuy). Fleksibel bukan? 

Fitur ini cocok untuk saya dan kamu mungkin? 5 judul film bisa saya download terlebih dahulu menggunakan sambungan internet yang saya dapatkan melalui jaringan wifi gratis kampus bahkan tempat umum. Trik hemat bukan?

HOOQ banyak disukai pelanggan tidak lain karena telah bermitra dengan rekanan lokal Indonesia seperti: MNC contents, Multivision Plus dan Transmedia yang sudah terkenal dengan film-film ajibnya. Mau contohnya? 

Ada film legendaris AADC (Ada Apa Dengan Cinta), Petualangan Sherina, Catatan Si Boy bahkan Warkop yang lucunya never ending. Weh, masyarakat Indonesia semakin dimanjakan dengan kehadiran berbagai layanan video on demand yang dihadirkan HOOQ baik dengan film atau serial, lokal maupun internasional.

Saat peluncuran HOOQ mengkalim telah memilki koleksi 1600 film dan 175 episode serial televisi hollywood. Boleh saya sebut HOOQ sebagai layanan film untuk keluarga? Memang, saat saya kepoin aplikasi ini, di dalamnya ada banyak banget film salah satunya film kartun untuk anak-anak. 

Sedangkan untuk segmen lokal HOOQ menyatakan telah mempunyai 1250 film dan 6000 episode serial televisi asal Indonesia. Tidak berhenti dengan jumlah yang sama, semakin kesini HOOQ memiliki koleksi film dan serial yang bertambah sehingga melegakan kita dalam memilih tontonan.

Sawadi Kap! Siapa bilang belajar bahasa asing hanya bisa didapat dengan kursus bahasa. Tidak selalu kok. Salah satu caranya dengan menonton film asing. Dengan demikian maka secara tidak langsung kita bisa memperkaya kosakata dan dialeg bahasa. Jangan sedih, HOOQ memfasilitasi ini semua dengan menghadirkan fitur subtitle disetiap filmya. Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia bahkan ada juga bahasa Thailand.

Tiga tips sederhana belajar berbahasa asing dari buku pelajari tata bahasanya, dari lagu atau film pelajari pengucapannya dan dari kamus hapalkan kosakatanya. (Gayatri wailissa)

Ingat alm. Gayatri wailisa? gadis muda kelahiran 1995 yang menguasi berbagai bahasa asing menjadi sosok yang saya idolakan karena sangat "inspiring". Gadis muda, sederhana dan mempunyai semangat yang tinggi. 

Gayatri menguasai banyak bahasa asing. Ada setidaknya 9 bahasa yang ia kuasi seperti bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Jepang. Saat itu (diundang diacara stasiun televisi) ia juga mengatakan, tiga bahasa lainya sedang dipelajarinya, antara lain bahasa Rusia, Korea Selatan, Hindi Nepal dan bahasa asing lain. 

Tapi rupanya tuhan berkehendak lain, ia menghadap Sang Khalik pada tahun 2014 dengan meninggalkan inspirasi yang begitu bermanfaat, khusunya teruntuk saya pribadi. Saya juga ingin mahir berbahasa asing sepertinya. Bukan dengan belasan bahasa asing, untuk saat ini mahir berbahasa inggris adalah salah satu hal yang saya impikan :)

Tanpa rasa was-was kita bisa menonton ribuan film secara ilegal. Emangnya perlu? Jelas dong, secara tidak langsung kita telah menghargai karya (film) yang susah-susah diciptakan orang lain untuk kita nikmati dan menghibur kita. 


Jika kita menikmati saja tanpa adanya feedback untuk mereka., “Rangga, yang kamu lakuin itu jahaaaaaat!”. Bisa-bisa kita tersandung sob. Kalau tersandung dihatinya sih mau banget (ngarep, hey kamu yang lagi baca tulisan ini), tapi kalau tersandung pasal hukum, ih akika takut ...

"Orang yang mengunggah (upload) tautan berkas (file link) ke internet sudah melakukan perbuatan pembajakan dengan melanggar hak cipta karena memperbanyak serta menyiarkan film tanpa izin pemegang hak cipta sehingga dapat dijerat dengan untuk mengunduh (download) film asing bajakan dapat dijerat dengan ketentuan Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 72 ayat (1) UUHC yang diancam dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000, atau pidana penjara paling lama 7 tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000. 


Selain itu, ia juga dapat dikenakan Pasal 72 ayat (2) UUHC karena menyiarkan dan memamerkan kepada umum film hasil pelanggaran hak cipta. Ancaman pidana dalam ketentuan ini adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000 "- (hukumonline.com)

Lalu, Bagaimana cara saya menciptakan bioskop sendiri di ruangan 2x3 meter?  Perkakas berikut saya gunakan untuk menyulap kamar 2x3 meter menjadi mini Bioskop dengan layanan film dari HOOQ loh tentunya. Berdasarkan pengalaman, sensasi yang saya rasakan tidak kalah ketika nonton film di bioskop yang berada didalam gedung bioskop. Penasaran dengan perkakas yang saya gunakan? seperti ini nih ....


Sebagai gambaran, nantinya film-film yang sedang kamu tonton akan terlihat seperti nyata dan kamu bakalan larut dalam tontonan tersebut. Sebagai gambar apa jadinya jika nonton film dengan perkakas diatas, seperti berikut tampilan dan suasana yang akan kalian dapatkan.


Menarik bukan? Pasti dong. Serasa dimanjaain dalam urusan nonton film kapanpun dan dimana saja. Tapi ingat, nonton film boleh diselingi dengan melakukan aktivitas lainnya secara bersamaan tapi jangan menonton film sambil melakukan aktivitas yang beresiko besar ya gaes. Hooq Time, Any Time. Selamat mencoba :)

5 comments:

  1. Hooq emang keren, bisa nonton puluhan ribu film dari smartphone

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuuuu .... kayaknya sudah coba juga kan nih hehe

      Delete
  2. orang jogja mas mantap soul pantai kosakora

    ReplyDelete
    Replies
    1. mainnya masih deket2 rumah aja nih, yuk main ke pantai teluk ijo banyuwangi hehe ...

      Delete
  3. Wah Hooq keren yah, dan murah juga. boleh deh nanti dicoba nonton ala bioskop di kamar :D

    ReplyDelete

Udah masuk sini, jangan lihat-lihat aja dong. Nanti lama-lama naksir aku gimana? Baca dan tinggalkan komentar sebanyak-banyaknya dan tunggu aku blogwalking balik 1x24 jam ya ganteng & cantek-cantekkuh :D