RGu3u8BLriTwtLKTeinGPrfojNsvmeTyU6ah0e1k

Ini Dia Tata Cara Mandi Wajib Yang Harus Diketahui

Yang namanya seorang muslim tentunya wajib mengetahui hal-hal yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah Subhana Wa Ta’ala. Dan salah satu yang diperintahkan tersebut adalah tata cara mandi wajib yang baik dan benar. Dalam Islam, orang yang sudah baligh baik pria maupun wanita diharuskan untuk mandi wajib atau mandi junub dalam beberapa kondisi.


Adapun beberapa kondisi yang membuat orang tersebut harus melakukan mandi junub adalah sebagai berikut : 

1. Jika keluarnya manis pada kaum pria, baik itu disengaja maupun tidak disengaja seperti mimpi melakukan hubungan sex. 
2. Bertemunya 2 kelamin antara wanita dan pria walaupun tidak keluar air mani. 
3. Saat berhentinya darah haid dan nifas bagi kaum wanita. Dimana haid ini yang dikenal dengan menstruasi atau datang bulan merupakan keluarnya cairan merah mirip darah secara berkala pada kemaluan wanita. Hal ini dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik LH-Prgesteron atau FSH-Estrogen. Pada saat haid, wanita tersebut dilarang untuk melakukan sholat, berpuasa, dan berhubungan sex. Sedangkan nifas adalah keluarnya darah dari rahim seorang wanita pasca melahirkan. Biasanya darah nifas ini keluar selama kurang lebih 40 hari setelah melahirkan. Sama dengan haid, pada saat nifas wanita tersebut tidak boleh melakukan sholat, puasa, dan berhubungan sex. 
4. Saat orang kafir masuk Islam (muallaf). 
5. Karena kematian. 

Setelah mengetahui beberapa kondisi yang mewajibkan seseorang harus mandi wajib. Selanjutnya adalah bagaimana tata cara mandi wajib tersebut? Untuk lebih jelasnya berikut ini ulasannya. 

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Intim 
Melaksanakan mandi wajib ini bukan hanya sekedar mandi biasa, namun ada tata caranya yang harus dilakukan. Walaupun mandi wajib ini disebabkan oleh beberapa kondisi, namun tidak ada perbedaan dari segi tata caranya. Berikut tata cara mandi wajib setelah berhubungan intim sesuai sunnah. 
Dari Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Maimunah mengatakan, “Aku pernah menyediakan aira mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda),” (HR. Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317) 
Jadi dari hadits di atas bisa disimpulkan bahwa tata cara mandi wajib adalah sebagai berikut : 

- Pertama, mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali sebelum tangan tersebut dimasukkan dalam bejana atau sebelum mandi 
- Kedua, membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan menggunakan tangan kiri 
- Ketiga, mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan cara menggosokkan ke tanah atau dengan menggunakan sabun 
- Keempat, berwudhu dengan wudhu yang sempurna seperti saat mau melaksanakan sholat 
- Kelima, mengguyur air pada kepala hingga ke pangkal rambut 
- Keenam, memulai mencuci kepala bagian kanan, kemudian kepala bagian kiri 
- Ketujuh, menyela-nyela rambut 
- Kedelapan, mengguyur air pada seluruh badan dimulai dari sisi kanan lalu ke sisi kiri 

Semoga artikel ini bermanfaat.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email