RGu3u8BLriTwtLKTeinGPrfojNsvmeTyU6ah0e1k

Merangkul Perubahan Melalui Pakaian: Bersama RGE (Royal Golden Eagle) dalam Gerakan Fashion Berkelanjutan

Di bawah cahaya senja yang merona, Alexandra (bukan nama sebenarnya) berjalan dengan langkah gemulai menuju pusat perbelanjaan kota. Matanya bersinar cerah saat ia melewati jendela-jendela toko, mencermati setiap toko yang memamerkan pakaian-pakaian berkilauan dan aksesori mewah. Setiap sudut toko seperti mencuri perhatiannya, ia terhipnotis oleh pesona mode yang tak tertandingi itu. Tanpa keraguan, Alexandra melangkah dengan mantap masuk ke dalam toko, seolah-olah dia tahu betul bahwa dunia berbahan kain dan jahitan halus itu adalah tempat di mana dia merasa paling hidup.


Dengan jumlah uang yang berlimpah dalam dompetnya, Alexandra penuh semangat mulai menjelajahi lorong-lorong mode. Jarinya yang lembut meraba-raba tekstur kain, dan matanya bersinar ketika menemukan gaun satin berwarna merah muda yang begitu memesona. Sementara satu temannya yang daritadi berjalan sejajar, Rahma, kini berusaha mempercepat langkah kakinya untuk membuntutinya memasuki toko itu juga.

"Saya harus memiliki ini," gumamnya dengan nada bersemangat. Lalu ia melirik label harga yang tergantung dengan angka yang membuatnya tertegun sejenak. Hal ini kemudian sedikit membuatnya ragu, namun keraguan tidak lama menahan hasratnya. Dengan senyum puas, ia meraih gaun itu dan segera membawa menuju kasir, seolah-olah ia sedang menggenggam kepingan bintang jatuh di tangannya.


Tanpa menyadari dampak dari setiap pembelian impulsifnya, Alexandra terus melanjutkan perjalanannya ke butik-butik yang menawarkan perhiasan berlian berkilau dan tas tangan berdesain eksklusif. Setiap barang yang berhasil "ditaklukkan" menjadi bagian dari identitasnya yang glamour, seperti sebuah bukti bahwa ia dapat menguasai dunia yang mewah ini. Namun, dibalik keindahan dan kegemerlapan yang terpancar, ada sebuah kebaikan yang terabaikan - kesadaran akan lingkungan dan keberlanjutan ya teman-teman.

Seperti pahlawan tragis dalam cerita, manusia diuji dan dapat tenggelam dalam keprihatinan diri yang tidak pernah terpuaskan oleh godaan kemewahan dunia. Namun, pertanyaannya tetap ada membelenggu: Apakah suatu saat ia akan mengubah hidupnya untuk mendukung konsep keberlanjutan? Atau malah terjebak lebih jauh lagi dalam pesona mode yang bertentangan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan? Semua ini tergantung di udara, hanya waktu yang bisa menjawabnya.

***

Rahma hanya merasa, meskipun mereka telah menjadi teman kuliah (beda kos) selama dua semester sejak diterima di kampus yang sama, pengaruhnya terhadap kebiasaan temannya masih terbatas. Alexandra berasal dari keluarga kaya raya, sementara Rahma berasal dari keluarga sangat sederhana.

Rahma tak seberani itu untuk mempengaruhi temannya, yang ada dipikirannya hanyalah sebuah teori bahwasannya setiap orang memiliki latar belakang, minat, dan tingkat pengetahuan yang berbeda, dan Alexandra termasuk di dalamnya. Rahma hanya membutuhkan waktu untuk berbicara empat mata, ingin memahami perspektif orang lain terlebih dahulu, dan menghormati pilihan orang lain saat ini, termasuk teman kampusnya yang sudah terbiasa menikmati kehidupan glamor itu.


Meskipun demikian, Rahma dengan caranya sendiri selalu bangga menunjukkan peranannya sebagai gadis yang hidup dengan nilai-nilai fashion keberlanjutan (Sustainable Fashion) diantara teman-temannya. Prinsip-prinsip ini telah mengakar dalam dirinya dan tercermin dalam setiap aspek kehidupannya. Dengan harapan yang tersirat, ia sebenarnya mengajak orang-orang di sekitarnya untuk turut mengambil peran dalam mendukung fashion berkelanjutan.

Mengenal Lebih Dekat Pentingnya Fashion Berkelanjutan (Sustainable Fashion)

Fashion berkelanjutan (Sustainable Fashion) lebih dari sekadar tren pakaian yang sementara. Ini adalah tren yang mencerminkan perubahan dalam industri fashion yang mengutamakan keseimbangan antara keindahan dan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Artinya apa *bang messi? Apa-apa yang kita beli, fashion, semua harus bisa dipertanggungjawabkan.

Setiap potongan pakaian mengandung nilai-nilai mendalam yang mendorong kita mempertimbangkan dampak jangka panjang dari pilihan fashion kita. Dari pemilihan bahan ramah lingkungan hingga proses produksi yang adil. Dan hal ini masih banyak orang yang belum menyadari urgensinya.

Dalam Sustainable Fashion, fokus pada penggunaan bahan ramah lingkungan, produksi yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya, kondisi kerja yang adil bagi pekerja, serta perpanjangan siklus hidup produk untuk mengurangi limbah. Tujuannya adalah untuk menciptakan industri pakaian yang lebih berkelanjutan, etis, dan berdampak positif.
Bilamana sebuah perusahaan fashion, perancang mode, atau perusahaan disebut sudah menerapkan sustainable fashion? 

Ya, indikatornya adalah pilar-pilar keberlanjutan ini. Adanya pilar-pilar fashion berkelanjutan yang diterapkan oleh berbagai pihak di industri fashion untuk mencapai tujuan keberlanjutan, berfungsi sebagai panduan untuk mencapai dampak yang lebih baik dan adil saat ini khusunya bagi generasi mendatang, terhadap masyarakat dan lingkungan. Penerapan pilar-pilar sustainable fashion  adalah sebagai jaminan untuk pelanggan bahwa barang yang mereka beli dibuat dengan cara yang moral dan bertanggung jawab.


Pedoman pilar-pilar fashion berkelanjutan sangatlah penting karena mereka menyajikan kerangka kerja yang jelas dan bermakna bagi industri fashion. Dalam dunia yang semakin sadar akan dampak lingkungan dan sosial, pedoman ini membimbing perubahan positif yang diperlukan dalam cara industri mode beroperasi. Sebagai pengingat akan tanggung jawab mereka terhadap planet dan masyarakat. Semua ini begitu penting kan?

Lebih lanjut, tujuan dari proses produksi yang adil adalah untuk menciptakan lingkungan di mana pekerja yang terlibat dalam produksi diperlakukan dengan baik, mendapatkan upah yang layak, serta memiliki hak dan kondisi kerja yang manusiawi. Hal ini juga mencakup menghormati budaya lokal dan tradisi serta memastikan bahwa dampak lingkungan dari produksi tetap terjaga.

Dengan demikian, fashion berkelanjutan merangkul gagasan yang mencakup semua aspek produksi pakaian, memberikan makna baru pada cara kita mengekspresikan diri melalui gaya, dan tentu saja mendukung keberlanjutan untuk planet kita.

"The beauty of sustainable fashion is that it creates a cycle of compassion – for yourself, for others, and for the Earth."

Sustainable fashion menghasilkan rasa kasih sayang terhadap diri sendiri, sesama manusia, dan bumi. Dengan memilih pakaian berkelanjutan, kita memberi perhatian pada diri sendiri dengan memilih produk yang mendukung kenyamanan dan kualitas hidup kita. Selain itu, kita secara tidak langsung turut menyuarakan empati terhadap pekerja dan komunitas yang bertanggung jawab untuk produksi pakaian tersebut, mendorong perlakuan adil dan kondisi kerja yang manusiawi.

Dengan demikian, setiap pilihan pakaian berkelanjutan adalah bagian dari lingkaran positif, menghasilkan cinta dan kepedulian yang meluas dari diri sendiri hingga ke seluruh dunia.

Menyoroti Ancaman Polusi Udara: Transformasi Menuju Mode Berkelanjutan 

Berjuang merdeka dari polusi udara, ini menjadi tema yang mewakili situasi Indonesia saat-saat ini. Serangan polusi udara yang terjadi semakin memburuk, secara kebetulan terjadi bertepatan pada bulan-bulan peringatan kemerdekaan RepubIik Indonesia Ke-78 di Jakarta dan Sekitarnya. 

Jakarta, Indonesia - 23 Agustus 2023 : Serangan polusi membuat gedung-gedung seperti diselimuti awan. foto: twitter/@herarchieves. 

Memang, Jakarta identik dengan polusi namun hari-hari ini benar-benar dikepung polusi Itulah yang dirasakan oleh warga Jakarta dan sekitarnya sejak dua bulan terakhir hingga geger beberapa hari belakangan ini karena diikuti keluarnya kebijakan Work From Home untuk sektor tertentu.

Gedung-gedung tinggi pencakar langit terasa seperti berada di negeri awan. Pemandangan langit diselimuti oleh kabut ini secara kasat mata bisa dilihat dan disadari bahwa keadaan Jakarta memang sedang tidak baik-baik saja. Akibat serangan polusi udara yang terjadi ini, udara dinyatakan tidak sehat untuk dihirup saat diamati menggunakan aplikasi pemantau kualitas udara. 

Hingga saat ini, polusi udara masih menjadi topik pembicaraan yang hangat diberbagai kalangan, baik Masyarakat maupun pemerintahan, membahas tentang penyelidikan penyebab-penyebab polusi, hingga penanganan seperti apa yang harus segera dilakukan agar keadaannya tidak semakin memburuk kedepan.

Bahkan data terpantau IQ Air pada Senin (31/8) sekitar pukul 05.32 WIB, Jakarta-Indonesia menempati urutan pertama sebagai kota paling berpolusi dalam 100 data negara yang termuat dalam website tersebut. Indeks kualitas udara (AQI) menyentuh angka 178 yang diartikan unhealthy atau kualitas udara tidak sehat.


Seperti diketahui, polusi udara bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, kemudian sebuah fakta baru menyebutkan bahwa penyebab utama polusi udara di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya baru-baru ini berasal dari kendaraan bermotor. Transportasi pengguna bahan bakar paling besar di Jakarta. Data ini sebuah fakta yang bersumber dari paparan Menteri LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Senin 14/08/2023, melalui Rapat Terbatas Kabinet di Istana Negara (sumber : cnbcindonesia.com)

Dari data tersebut disebutkan bahwa sektor transportasi memberi kontribusi sebesar 44% dari penggunaan bahan bakar di Jakarta, dan diikuti diposisi kedua sektor industri energi sebesar 31%. Sektor transportasi ini juga didapuk sebagai penghasil emisi karbon terbesar yaitu 28.317 ton per tahun (96,36%), disusul pembangkit listrik 5.252 ton per tahun (1,76%) dan industri sebanyak 3.738 ton per tahun (1,25%). Ya, industri menjadi penyumbang karbon monoksida (CO) yang menjadi penyumbang polusi udara.


Permasalahan polusi yang terjadi belakangan ini adalah salah satu bukti konkret akan urgensi perlunya menerapkan sustainable fashion. Apalagi sektor industri di "mention" juga sebagai penyumbang emisi karbon penyebab polusi udara di Jakarta. 

Bergerak mencari solusi, fashion berkelanjutan adalah solusi yang signifikan dalam mengatasi polusi udara yang semakin mengkhawatirkan saat ini dan masa mendatang. Industri fashion seringkali memicu pola produksi massal yang merugikan lingkungan, pilihan untuk mengadopsi gaya hidup berkelanjutan tidak hanya menjadi tren, tetapi juga sebuah keharusan. Ini berlaku bagi produsen hingga kita sebagai konsumen bisa turut ambil peran. 

Salah satu fakta yang saya dapati beberapa waktu ini, kegemaran saya dalam membeli barang preloved atau thrift sampai sekarang ternyata juga turut andil dalam mendukung gerakan sustainable. Ya, karena dengan membeli fashion preloved atau thrift, saya bisa menemukan item fashion yang unik, berkualitas dan harga sangat ramah di kantong daripada membelinya di toko dalam keadaan baru. Tidak masalah bagi saya ...

Mix and Match adalah skill yang kemudian terasah saat saya membiaskan hidup minimalis dalam berpakaian

Berbelanja di thrift atau toko barang bekas itu ibarat menemukan harta karun. Karena ketika mengunjunginya, besar harapan dapat menemukan barang bagus dengan harga sangat terjangkau. Namun tidak juga selalu beruntung, karena mungkin juga keduluan sama pembeli lain. 

Serupa tapi tak sama. Jika dulu pas kuliah saya sempat mengenal pasar BABEBO yang konon namanya berasal dari singkatan BAju BEkas BOleh-lah di Kota perauntaun Kuliah, Jember, Jawa Timur. Babebo merupakan pasar baju-baju secondhand nan fenomenal di kalangan anak-anak muda hypebeast Jember pada masanya. Sebelum tergusur oleh thrifting jalur online. Di Bandung, ada juga tempat yang tak kalah menarik untyuk mendapatkan barang murah istimewa, Pasar Cimol Gedebage, Bandung.

Bandung, Indonesia - 15 Januari 2023: Suasana toko pakaian bekas (Thrift) di Pasar Cimol Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Shutterstock/Ardiwebs

Melihat label harga dengan tulisan yang besar-besar kenyataannya biasanya masih bisa ditawar, menarik bukan, tergantung kemampuan "merayu" penjual. Hehe

Pengalaman yang menyenangkan untuk saya saat berbelanja thrift atau preloved, barang bekas seringkali memiliki desain dan desain yang berbeda dibandingkan dengan produk baru yang ada di pasaran. Hal ini memungkinkan saya untuk menemukan barang unik dan langka, jarang bahkan tidak ada orang lain yang memiliki item serupa. Darisini saya dapat mengekspresikan kepribadian dengan cara yang berbeda. Lalu membuat saya menjadi orang yang kreatif karena mungkin saya perlu berpikir kreatif bagaimana cara merakit pakaian atau mengubah sesuatu menjadi sesuatu yang baru.

Alasan ini menjadikan saya semakin gemar membeli pakaian preloved dan thrift

Kita memiliki peran untuk mengubah arah tren fashion menuju keberlanjutan. Dengan kejadian ini, marilah kita bersama-sama mengambil langkah kecil namun berarti, dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip fashion berkelanjutan ke dalam gaya hidup kita sehari-hari. Dengan menerapkannya, kita tidak hanya menghormati bumi ini, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup kita sendiri dan generasi mendatang.

Mari kita jadikan fashion berkelanjutan sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas fashion kita, demi udara yang lebih segar dan masa depan yang lebih cerah.

Meneropong Dampak Positif Sustainable Fashion 

Teman, penerapan fashion sustainable nyatanya memang sering dikaitkan dengan dampak positif yang ditimbulkan atau tujuan pada jangka panjangnya. Hal ini disebabkan karena memang benar bahwa pada prinsipnya fashion berkelanjutan dalam penerapannya untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dengan keberlanjutan di masa yang akan datang. Dengan demikan tidak salah, penerapan sustainable fashion bisa dikatakan sebagai “investasi” untuk perubahan yang besar di masa yang akan datang.


Tidak sebatas itu saja manfaat atau dampak positifnya. Dari penerapan sustainable fashion  sekarang, kita sebagai konsumen bisa merasakan dampak secara langsung (jangka pendek). Misalnya saja, kita bisa mendapatkan kualitas pakaian yang lebih baik. Bahan-bahan berkualitas yang digunakan dalam fashion berkelanjutan seringkali lebih nyaman untuk dikenakan, dan pakaian juga dirancang dengan perhatian terhadap sisi desain. Pakaian berkelanjutan cenderung dibuat dengan sekitar yang lebih tinggi, menggunakan bahan berkualitas yang tahan lama. Ini dapat berarti pakaian akan bertahan lebih lama daripada pakaian konvensional, memberi investasi yang lebih baik.

Penerapan fashion berkelanjutan telah membawa dampak dan manfaat yang merentang ke berbagai aspek kehidupan, dari lingkungan hingga ekonomi, sosial, dan budaya. Baik itu utamanya jangka panjang maupun dampak jangka pendek yang akan kita sama-sama rasakan.


Sebagai bentuk respon terhadap tantangan lingkungan yang semakin mendesak, fashion berkelanjutan telah menjelma menjadi kekuatan yang mendorong perubahan positif. Dengan mengintegrasikan praktik-praktik berkelanjutan, dapat menjadi agen perubahan positif dalam menghadapi isu-isu lingkungan yang mendesak saat ini. Limbah, perubahan iklim, deforestasi, jejak karbon dan gas rumah kaca dan juga kasus seperti polusi udara.


Mengetahui banyak sekali dampak yang bisa ditimbulkan tersebut, membantu kita menjadi lebih sadar dan berdampak. Kita juga dapat berpartisipasi secara aktif dalam mengubah industri fashion ke arah yang lebih berkelanjutan.

Tren Hijau: Jejak Menuju Fashion Berkelanjutan dan Siapa yang Punya Peran Besar?

Sustainable Fashion harus dan diterapkan oleh semua orang, baik individu maupun pihak industri sebagai produsen karena semua ini adalah bentuk tanggungjawab bersama. Kita semua tinggal di planet yang sama, tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan dan sosial dalam industri fashion.


Individu dapat memilih produk berkelanjutan dan lebih bijak dalam pemilihan pakaian dan gaya hidup sehari-hari. Sementara itu, pihak industri termasuk merek, desainer, produsen, dan pengecer harus berupaya mengadopsi praktik bisnis yang ramah lingkungan dan sosial, serta mengurangi dampak negatif terhadap planet dan masyarakat.

Tiap sektor atau kelompok Masyarakat mempunyai peran masing-masing tentunya. Berikut adalah beberapa klasifikasi/kelompok dengan perannya dalam mendukung prinsip fashion berkelanjutan:

1.Merek dan Produsen: Merek dan produsen pakaian memiliki peran sentral dalam mengubah arah industri menuju keberlanjutan. Mereka perlu memilih bahan baku yang ramah lingkungan, mengadopsi praktik-produksi yang etis dan berkelanjutan, serta merancang produk yang tahan lama. Dengan mengintegrasikan prinsip fashion berkelanjutan dalam operasi mereka, merek dan produsen dapat memimpin perubahan positif dalam industri.

2.Pekerja dalam Rantai Pasokan: Pekerja di pabrik-pabrik produksi juga memiliki peran penting dalam menerapkan prinsip fashion berkelanjutan. Upah yang adil, kondisi kerja yang aman, dan perlindungan hak pekerja harus dijamin. Penerapan prinsip-prinsip etis dalam praktik-produksi dan hak-hak pekerja adalah esensial untuk menciptakan lingkungan kerja yang berkelanjutan.

3.Konsumen: Peran konsumen dalam mendukung fashion berkelanjutan adalah kunci. Mereka memiliki kekuatan untuk mempengaruhi permintaan melalui keputusan belanja mereka. Dengan memilih merek yang berkomitmen pada prinsip berkelanjutan, membeli produk tahan lama, dan menghindari konsumsi berlebihan, konsumen dapat menjadi agen perubahan dalam industri. Maksimalkan pakaian yang ada, rawat sebaik-baiknya agar memiliki masa pakai yang panjang (tidak gampang rusak).

Bagaimana saya belajar menerapkan cara memperpanjang usia pakaian

4.Pemerintah dan Regulator: Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan kerangka kerja yang mendukung prinsip fashion berkelanjutan melalui regulasi dan kebijakan. Hal ini meliputi sekitar lingkungan, perlindungan hak pekerja, dan insentif bagi merek yang menerapkan praktik-produksi yang berkelanjutan.

5.Desainer dan Kreatif: Desainer dan pelaku kreatif memiliki peran penting dalam mengubah pandangan kita tentang keindahan dan gaya dalam mode. Dengan merancang pakaian yang berkelanjutan dan mempromosikan nilai-nilai etika, mereka dapat menginspirasi tren yang lebih berkelanjutan.

6.Pendidikan dan Riset: Pendidikan dan riset memiliki peran dalam mengedukasi masyarakat tentang prinsip-prinsip fashion berkelanjutan dan mendorong inovasi dalam teknologi dan bahan baku yang lebih ramah lingkungan.

7.Organisasi Non-Pemerintah dan Aktivis: Organisasi dan individu dalam lingkup non-pemerintah memiliki peran penting dalam mengadvokasi praktik-produksi berkelanjutan, mengawasi industri untuk memastikan kepatuhan, serta mendorong perubahan melalui kampanye kesadaran.

Sektor pendidikan tidak terkecuali. Pada tingkat pendidikan dapat memainkan peran penting dalam mendidik generasi muda mengenai Sustainable Fashion melalui kurikulum yang mencakup topik ini. Contohnya lagi, pada tingkat Pendidikan perguruan tinggi, bentuk inisiatif dapat dilakukan dengan mengadakan kuliah, seminar, atau lokakarya yang membahas dampak industri fashion terhadap lingkungan dan masyarakat. Jangan sampai sia-siakan ilmu gratis ya teman-teman... hehe

Webinar Psinergi “Sustainable Fashion: Ready, Set, Change!” yang diadakan oleh BEM Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Perguruan tinggi juga dapat mendorong penelitian tentang inovasi berkelanjutan dalam fashion dan mendukung mahasiswa dalam mengembangkan proyek-proyek yang berfokus pada solusi Sustainable Fashion. Selain itu, perguruan tinggi dapat menggandeng industri fashion lokal untuk mengorganisir acara pameran dan kompetisi yang mempromosikan desain berkelanjutan.

Menyelamatkan Bumi: Menghadapi Tantangan Limbah dalam Era Fashion Berkelanjutan

Di tengah kilau gemerlap dunia mode yang seringkali sebagai pusat perhatian, masih banyak individu yang terperangkap dalam aktivitas mode yang berlawanan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Salah satu contohnya adalah fenomena "shopping spree" yakni belanja berlebihan tanpa pertimbangan yang matang dan pada akhirnya bermuara menjadi limbah.


Kita bisa melihatnya beberapa tahun lalu, Statista merilis data survei mengenai persentasi produk yang paling banyak dibeli oleh orang Indonesia pada Juni 2020. Hasilnya orang sebesar 76%orang Indonesia lebih banyak membeli pakaian kemudian diikuti 69% membeli sepatu, sama-sama item fashion. Dimana dari tahun ke tahun semakin besar minat konsumen untuk membeli fashion. Salah satunya dipengaruhi oleh trend dan kemudahan berbelanja secara online melalui berbagai platform.

Mengatasi tantangan limbah dalam era fashion berkelanjutan bukan hanya tentang menjaga keberlanjutan industri fashion itu sendiri, tetapi juga tentang melindungi lingkungan alam dan kesejahteraan manusia. Dengan meningkatnya kesadaran akan dampak ini, langkah-langkah konkret harus diambil untuk mengubah cara industri fashion beroperasi menuju praktik yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.

"The clothing industry is the second largest polluter in the world … second only to oil." - Eileen Fisher

Tambun, Bekasi, Indonesia - 12 Oktober 2020:
Sampah pakaian yang dibuang ke tempat pembuang bercampur dengan berbagai jenis sampah lainnya. (shutterstock/infiksjurnal)

Belum lagi, kita dihadapkan oleh lautan fakta isu lingkungan yang berkaitan bahwa memang benar adanya gerakan bersama-sama mendukung sustainable fashion itu sangat diperlukan. Kekecewaan ini semakin mendalam karena masalah besar yang terus berkembang, di mana masyarakat masih membuang sampah tekstil sembarangan di berbagai tempat. Seperti satu masalah belum selesai, malah semakin diperburuk keadaannya.

Industri fashion menjadi penyumbang polusi nomor 2 di dunia setelah minyak (data yang diperoleh Direktur Asosiasi Daur Ulang Tekstil Inggris, Alan Wheeler). Fakta ini patut menjadi pengetahuan umum dan diakui oleh setiap individu di seluruh dunia. Tantangan yang begitu besar ini, mengharuskan kita untuk bersama-sama menghadapinya dan dengan segera mencari solusi yang tepat. Disitulah fashion berkelanjutan sangatlah penting peranannya.


Masih berhubungan dengan itu, Shopping spree (tindakan belanja berlebihan, impulsif) yang telah menjadi bagian integral budaya konsumsi modern, terutama seiring maraknya tren fast fashion perlu mendapat perhatian yang serius. Perhatian serius untuk mengurangi dan mengatasi dampaknya.

Orang-orang rentan terbuai oleh dorongan untuk membeli pakaian dalam jumlah besar, tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya. Dorongan untuk terus membeli demi mengikuti tren terbaru dan memiliki penampilan yang selalu up-to-date menjadi pendorong utama fast fashion. Pakaian dengan harga terjangkau dan tampilan terkini menjadi daya tarik, produsen menghasilkan produksi masif dan cepat yang berkontribusi pada limbah tekstil dan dampak lingkungan yang signifikan. Daripada terjadi hal seperti demikian, kita bisa memanfaatkan bahan sekitar untuk digunakan kembali.

Reuse. Menggunakan kembali barang lama menjadi barang bentuk baru. Dari bahan jeans lama menjadi mainan turtle, ransel, jaket dan taplak. Denim juga siap untuk digunakan ulang sebagai jahitan motif untuk jeans lainnya.

***
Pakaian-pakaian yang sudah terbeli mungkin hanya dipakai beberapa kali sebelum terlupakan di lemari atau bahkan dibuang begitu saja. Konsumen membeli pakaian dengan impuls dan dalam jumlah yang banyak, sering kali tanpa pertimbangan mendalam mengenai kualitas, kebutuhan, atau dampak lingkungan.

Selain mendorong produsen untuk lebih fokus mengolah limbah tekstil, kita sebagai konsumen pun bisa ikut andil dalam mengurangi limbah tekstil. Dengan menerapkan 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Repurpose, dan Recycle). Saya juga bisa mulai beralih ke sustainable fashion atau fashion berkelanjutan. Tidak hanya pakaian, fashion berkelanjutan ini juga bisa diterapkan pada sepatu, tas, dan aksesoris. Penuh kesadaran dengan lingkungan sekitar. Butuh ide-ide reuse item fashion yang ada di rumah?


Seperti sebentar-sebentar terjadi trend pakaian, kemudian terjadi produksi massal dan rantai pasok memungkinkan stok yang besar dengan harga murah. Konsumen terdorong untuk membeli secara impulsif. Apalagi pengaruh media sosial dan influencer terhadap tren fashion sangat kuat di Indonesia. Merek-merek fast fashion seringkali bekerja sama dengan influencer untuk mempromosikan produk-produk mereka dan menciptakan permintaan di kalangan konsumen. Rawan gelap mata.

Dalam konteks fast fashion yang tumbuh semakin pesat dengan berbagai faktor penyebab, shopping spree dapat menjadi pemicu konsumsi berlebihan dan akumulasi pakaian yang cepat usang, berdampak pada pembuangan limbah tekstil yang terus meningkat.

Meskipun perusahaan tekstil memiliki pengaruh yang signifikan, penting juga untuk diingat bahwa mode berkelanjutan melibatkan berbagai pihak, termasuk merek mode, peritel, konsumen, dan pemerintah. Kolaborasi lintas sektor dan upaya bersama dari berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk mencapai perubahan yang signifikan dalam industri mode menuju keberlanjutan. 

Itulah cerita saya tentang Sustainable Living yang sudah saya jalani sejauh ini, mulai dari kegemaran saya (lebih memilih) membeli baju preloved dan thrift hingga keluh kesah berdasarkan pengalaman yang kemudian saya tuangkan dalam bentuk tips-tips yang (semoga) bermanfaat. Ya, sekali lagi kita semua punya peran yang besar dalam mendukung sustainable fashion yang berdampak di masa yang akan datang.

Merangkul Perubahan Melalui Pakaian: Bersama RGE (Royal Golden Eagle) dalam Gerakan Fashion Berkelanjutan

Sebut saja kiprahnya Royal Golden Eagle (RGE), produsen yang memiliki tekad besar dalam mendukung keberlanjutan sebagai misi perusahaannya. Hal ini tertuang dari Visi RGE yaitu menjadi salah satu perusahaan berbasis sumber daya alam berkelanjutan terbesar dan terbaik, senantiasa menciptakan manfaat untuk masyarakat, negara, iklim, pelanggan, dan perusahaan. Tentu saja, ini menjadi penguat bagi kita semua untuk melangkah pada tujuan yang sama yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengembangkan sumber daya berkelanjutan.

RGE tidak hanya untuk Indonesia, namun untuk perwujudan kualitas hidup yang lebih baik di seluruh dunia, Sejak hadir tahun 1973 oleh Sukanto Tanoto, RGE terus melesat di berbagai negara dengan menyerap tenaga kerja lebih daru 60.000 karyawan. Indonesia, Spanyol, Tiongkok, Brazil, Kanada, dan dalam perjalanan waktunya diyakini akan terus berkembang untuk melibatkan pasar dan komunitas baru yang lebih luas di negara-negara lain.

Sinergi yang luar biasa, hadirnya RGE mampu menjadi jembatan berbagai pihak untuk mencapai tujuan yang optimal dalam menjalankan bisnisnya dalam jangka panjang, baik dengan pemerintah maupun masyarakat. Sesuai dengan pilar-pilar keberlanjutan, RGE (Royal Golden Eagle) memberikan dedikasi dalam bidang sosial, ekonomi dan juga lingkungan untuk menciptakan hubungan kerjasama yang menguntungkan. Baik bagi Masyarakat, Baik bagi Negara, Baik bagi Iklim, Baik bagi Pelanggan, dan Baik bagi Perusahaan. Sebuah komitmen yang dijalankan di semua lokasi perusahaan beroperasi.

Dedikasi kepada masyarakat melalui pengembangan infrastruktur, pendidikan, ekonomi (melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan) dan lingkungan (praktik-praktik berkelanjutan serta penelitian dan pengembangan).

Apakah teman-teman tau? RGE Tidak hanya ahli dan berkutat dalam menanam dan memanen pohon tanaman industri seperti yang mungkin kebanyakan orang ketahui, RGE juga memiliki kelompok perusahaan yang bergerak pada masing-masing bidangnya. Antara lain :

  • APRIL & Asia Symbol - Pulp dan Kertas
  • Asian Agri & Apical - Kelapa Sawit
  • Bracell - Selulosa Khusus
  • Sateri dan Asian Pacific Rayon - Serat Viscose
  • Pacific Oil & Gas - Pengembangan Sumber Daya Energi
Dari semua kelompok perusahaan yang dimiliki tersebut tanpa terkecuali diberlakukan ketentuan yang sebut sebagi Sustainability Framework untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. RGE secara aktif membuat program-program yang mendukung keberlanjutan. Perlindungan iklim, Kepedulian sosial, kepedulian pada negara juga sebagai implementasi dari filosofi 5C. Filosofi 5C yang dimaksud yakni Baik untuk Community (komunitas), Country (negara), Company (perusahaan), Climate (iklim) dan Customer (pelanggan). 


Bahkan tidak tanggung-tanggung, perusahaan-perusahaan dibawah naungan RGE akan terus menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan (yaitu pemerintah, LSM, masyarakat dan para ahli) untuk terus berinovasi dan memperbaiki Kebijakan dan Penerapan Keberlanjutan mereka. Lalu apa saja bentuk kerangka kerja yang berlaku di perusahaan-perusahaan RGE yang secara nyata mendukung sustainable?

Bagaimana RGE (Royal Golden Eagle) Menerapkan Sustainable Sebagai Produsen?

Pada dasarnya semua perusahaan dibawah naungan RGE Group memiliki komitmen dalam mendukung keberlanjutan. Visi RGE: menjadi salah satu perusahaan berbasis sumber daya alam berkelanjutan terbesar dan terbaik, senantiasa menciptakan manfaat untuk masyarakat, negara, iklim, pelanggan, dan perusahaan. Sehingga mempunyai persamaan tujuan bersama untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengembangkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Bentuk-bentuk kerangka kerja yang dijalankan antara lain:


1. Dukungan  Proaktif Kepada Masyarakat Setempat
RGE berupaya serius dalam mengurangi kemiskinan di lingkungan operasional perusahaan, yaitu dengan menciptakan lapangan pekerjaan, akses pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat dalam kaitan peningkatan kualitas hidup. Selain itu juga tercermin dalam bentuk kegiatan CSR yang proaktif dengan melibatkan UMKM dalam rantai pasok perusahaan.

2. Menghormati Hak-hak Masyarakat Hukum Adat dan Masyarakat Tempatan
Hal ini meliputi sikap menghargai hak-hak masyarakat hukum adat dan masyarakat setempat, menghormati hak-hak asasi manusia, dan selalu melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

3. Menghormati Hak-hak Masyarakat Hukum Adat dan Masyarakat Tempatan
Perusahaan-perusahaan dalam RGE Group mempunyai komitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif dan kondusif di seluruh rantai pasok mereka. Menghargai kebhinekaan di tempat kerja, Tidak ada toleransi terhadap segala bentuk diskriminasi, pelecehan atau pemaksaan, hingga menjamin tidak ada toleransi bagi pekerja anak, kerja paksa atau segala bentuk perbudakan.

4. Konservasi sebagai Bagian dari Model Bisnis Kehutanan Berkelanjutan
RGE terus mendukung segala upaya konservasi dan restorasi ekosistem hutan, lahan hutan gambut, serta lahan ekologi dan budaya yang penting lainnya di seluruh wilayah perusahaan beroperasi. Tidak hanya itu, perihal ini RGE juga mendukung keanekaragaman hayati dan upaya inisiatif konservasi karbon dengan fokus pada manajemen bentang alam.

5. Tidak Menebang Hutan Alam
RGE berkomitmen untuk melindungi hutan-hutan yang memiliki cadangan karbon dan nilai konservasi tinggi. Oleh karena itu dalam mengambil kebijakan RGE tetap harus dan selalu mengikuti panduan atau arahan dari hasil pendekatan studi para ahli mengenai HCV (High Conservation Value) dan HCS (High Carbon Stock). Keseimbangan oksigen dan karbondioksida di dalam atmosfer dipertahankan.

6. Terus Melakukan Pengurangan Jejak Emisi Karbon
Bentuk-bentuk aksi dari komitmen melakuakan pengurangan jejak emisi karbon juga dilakukan oleh RGE. Mulai dari perbaikan secara terus menerus dalam menghemat penggunaan energi dan bahan baku serta dalam rangka meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Tidak berhenti sampai disitu saja, dilakukan juga pelacakan emisi karbon kemudian melaporkan secara menyeluruh. Tak kalah penting pada poin ini RGE juga berkomitmen untuk menerapkan praktik mengurangi-memakai kembali-mendaur ulang dengan catatan hal tersebut memungkinkan untuk bisa dilakukan.

7. Pengelolaan Lahan Gambut Bertanggung Jawab
Fokus pada poin ini, apa saja yang dilakukan RGE untuk mendukung keberlanjutan? Berikut komitmen perusahaan-perusahaan RGE dalam mengadopsi kebijakan lahan gambut: Tidak melakukan pembukaan lahan baru di hutan lahan gambut, mengurangi efek rumah kaca pada area bentang alam lahan gambut dengan menerapkan praktik pengelolaan bertaraf internasional, termasuk juga tidak akan melakukan pembangunan canal maupun infrastruktur sebelum ada masukan dari kelompok kerja gambut.

8. Pasokan Kayu Serpih dan Pulp Bertanggung Jawab
perusahaan dalam RGE akan terus berupaya menjadi rantai pasokan pulp dan kayu serpih yang berkelanjutan. Itu artinya pihak-pihak yang terlibat di dalamnya juga harus mendukung aksi ini. Dari sini, RGE akan terus memastikan pasokan pulp dan serpihan kayu bukanlah dari hasil panen ilegal, Tidak berasal dari hutan yang bernilai konservasi tinggi (HCV), tidak berasal dari hutan kayu langka yang menjadi habitat spesies-spesies yang terancam punah.

Berkaitan dengan fashion berkelanjutan, maka kita bisa langsung tertuju pada perusahan-perusahaan dibawah naungan RGE yang berkaitan, yaitu Sateri dan APR (Asia Pacific Rayon) makin seru untuk dikulik nih. Untuk melihat bagaimana perannya dalam fashion berkelanjutan. Keduanya sama-sama menjadi produsen serat viscose. Viscose adalah jenis kain rayon semi-sintetis yang terbuat dari pulp kayu. Nah, mempunyai keistimewaan dari jenis kain rayon lain, viscose terbuat dari sumber daya biodegradable dan terbarukan jadi merupakan pilihan yang terbaik.


Viscose yang bisa kita sebut sebagai serat berkelanjutan ini menjadi pilihan karena jika dibandingkan dengan yang lain yang disukai karena serat ini tidak melepaskan plastik mikro saat dicuci. Tidak seperti akrilik, nilon, poliester, dan serat sintetis yang berbasis minyak bumi. Biodegradable terbuat dari 100% selulosa kayu, sehingga viscose dapat terurai secara alami. Kamu harus tau, Viscose rayon yang dihasilkan oleh APR ini dihasilkan dari pohon yang tumbuh di perkebunan yang dikelola secara berkelanjutan dan disertifikasi secara independen melalui badan internasional PEFC™.


Apa yang saya rasakan ketika menggunakan fashion menggunakan bahan viscose ABR? Menjadi kelebihannya, bahan kain dari serat viscose nyaman karena daya penyerapan baik. Halus dan lembut saat disentuh.

***
Kesuksesan RGE tidak terlepas dari filosofi 5C yang dipegang teguh. Bisa dibilang dengan Filosofi 5C yang dimiliki, membawa RGE melesat meraih kesuksesan. Prinsip 5C yakni Baik untuk Community (komunitas), Country (negara), Company (perusahaan), Climate (iklim) dan Customer (pelanggan). Filosofi ini menjadi landasan Group RGE bahwa meyakini sebuah organisasi atau perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya. Mulai dari tingkat konsumen, karyawan, pemegang saham, lingkungan, dan aspek-aspek lainnya.


Diyakini dengan adanya filosofi ini juga, RGE di bawah filosofi Sukanto Tanoto sejak awal berdirinya berusaha untuk selalu melakukan kebaikan bagi masyarakat dan hasilnyapun kembali positif untuk perusahaan. Perusahan-perusahan dibawah naungan RGE (Royal Golden Eagle) mempunyai pencapain masing-masing yang luar biasa. 

Dari APRIL, salah satu perusahaan pulp dan kertas terkemuka di Asia, mengelola area konservasi pribadi sebesar 260.000 hektar yang terbesar di dunia. Pacific Oil and Gas, mengelola Woodfibre LNG memiliki komitmen untuk memperkerjakan masyarakat lokal dan memperbanyak lapangan pekerjaan. Adapun Sateri sebagai penghasil serat viscose, menggunakan pohon perkebunan industri yang alami dan terbarukan dalam kegiatan produksinya sehingga turut andil dalam membangun Sustainable Fashion.

  Kesimpulan:  

Fashion berkelanjutan bukanlah sesuatu yang rumit atau terlalu mahal untuk diadopsi dalam kehidupan sehari-hari oleh kita sebagai konsumen. Kita semua hanya perlu membiasakan Sustainable Living, menjalankan gaya hidup berkelanjutan dan ramah lingkungan yang bertujuan meminimalisir kerusakan lingkungan yang dalam keseharian. Dengan langkah-langkah sederhana seperti mendaur ulang, memilih bahan ramah lingkungan, dan mendukung merek-merek bertanggung jawab, kita dapat menjadi agen perubahan positif dalam industri fashion.

Saat kita semakin sadar akan dampak konsumsi, mari kita bersama-sama menjadikan fashion berkelanjutan sebagai pilihan gaya hidup yang lebih bertanggung jawab. Tidak hanya berkelanjutan pada fashion saja, namun apa saja yang terjangkau dan dapat dilakukan oleh teman-teman dalam keseharian praktik keberlanjutan paper upcycling misalnya buat teman-teman yang kreatif dan suka berkutat dengan kertas-kertas. Guna menghindari pembuangan limbah kertas ke tempat pembuangan akhir dan sebaliknya menggunakannya untuk membuat produk yang berguna.

Celengan dari kertas bekas. inspiration by Canva

Dalam industri fashion, tantangan keberlanjutan melibatkan lingkungan, sosial, dan ekonomi, sehingga memerlukan kolaborasi yang komprehensif. Merek dan perusahaan harus memimpin perubahan dengan mengadopsi praktik produksi dan desain yang ramah lingkungan, serta memberdayakan tenaga kerja dengan sekitar kerja yang adil dan aman. Dari Pemerintah harus menciptakan kebijakan dan regulasi yang mendukung praktik berkelanjutan dan memberikan insentif bagi inovasi yang ramah lingkungan. 

Konsumen juga berperan penting dengan membuat pilihan yang bijaksana dan mendukung merek dan produk yang berkomitmen pada keberlanjutan. Jika perlu, buat catatan yang harus dibaca sebelum pergi belanja. Dengan begitu saya akan selalu ingat, apa saja perjanjian yang sudah saya tulis seperti di kertas ini. Yah, namanya juga membiasakan diri menjalankan Sustainable Living. Jika perlu catatan seperti ini ditempel atau letakkan di tempat-tempat terjangkau yang memungkinkan setiap hari bisa terbaca. Hehe. 


Menerapkan sustainable living dengan buku perjanjian catatan agar membentuk kebiasaan diri yang baik.

Yuk kurangi pembelian impulsif dan beralihlah ke prinsip "beli lebih sedikit, pilih yang lebih baik"! Biasakan investasi dalam pakaian yang berkualitas dan dirancang untuk tahan lama. Coba praktekkan juga yuk, dari kebiasaan ini lumayan banget hemat pengeluaran, gais!

Fashion berkelanjutan bukan hanya tentang pakaian yang kita kenakan, tetapi juga tentang jejak yang kita tinggalkan di dunia.
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar