RGu3u8BLriTwtLKTeinGPrfojNsvmeTyU6ah0e1k

Pinjaman Cepat Langsung Cair Memang Menggiurkan, Namun Ketahui Resiko Berikut Jika Salah Memilihnya

Masalah keuangan di tengah pandemi virus Corona seperti sekarang ini adalah hal yang dirasakan oleh sebagian besar orang. Khususnya adalah mereka yang memiliki kondisi ekonomi menengah ke bawah, tentunya menjadi situasi yang tidak dapat dihindari. Itulah mengapa semakin banyak yang memutuskan untuk mengajukan pinjaman, tak sedikit pula yang mencari produk pinjaman cepat langsung cair, karena memang membutuhkan dana darurat. Kondisi semacam ini tentunya bukan hal yang mudah untuk didapatkan. Karena meskipun ada banyak sekali lembaga keuangan yang menawarkannya. Namun tidak menjamin semua pengaju atau debitur akan diterima. 


Ada begitu banyak diantara syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mendapatkan pinjaman tersebut, mulai diantaranya adalah jaminan sampai dengan minimum penghasilan. Hanya saja juga ada produk pinjaman berbasis KTA yang tidak mewajibkan Anda menyertakan keberadaan barang jaminan atau agunan. Bahkan sekarang ini rata-rata fintech atau perusahaan keuangan online juga menawarkan produk pinjaman semacam ini. 

Dari segi pengajuannya sendiri terbilang mudah, karena tidak mengharuskan Anda untuk datang ke kantor cabangnya secara langsung, melainkan cukup dengan mengandalkan smartphone atau perangkat teknologi yang dimiliki saja. Proses juga mudah dan cepat, namun pastikan tidak asal appy atau mengajukan kredit. Berikut ini diantara resiko yang mungkin saja terjadi jika seandainya Anda salah di dalam memilih atau mengajukannya, yaitu:
  1. Penyalahgunaan data pribadi, setiap mengajukan kredit atau pinjaman kesana maka calon debitur tersebut harus mengisikan sejumlah informasi atau data pribadi, secara otomatis membuat data pengguna masuk kesana. tak jarang diantaranya oknum atau pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyalahgunakan dana tersebut, menyebarkan informasi pribadi kepada pihak lain dan sebagainya yang sudah pasti sangat merugikan bukan.
  2. Bunga yang tinggi, kebanyakan diantara fintech memang menerapkan suku bunga yang tinggi. Bahkan tak jarang diantaranya yang tidak masuk akal. Dengan jumlah bunga yang relatif tinggi ini sudah pasti akan sangat membebani Anda saat ingin mengembalikan hutang atau pinjaman tersebut. Padahal sebenarnya jumlah kredit yang diambil tidak begitu besar, namun jadi semakin berat disebabkan oleh bunga ini.
  3. Denda besar, resiko yang lainnya adalah denda, faktanya sendiri ada begitu banyak diantara fintech yang kurang transparan di dalam menuliskan biaya-biaya lain selain bunga yang harus dibayarkan kepada lembaga pembiayaan tersebut. Termasuk diantaranya jumlah denda yang kurang masuk akal. Inilah yang kemudian membuat debitur terjebak hutang yang tidak ada habisnya tersebut, karena setiap telat membayar maka nantinya denda akan kian melambung tinggi jumlahnya, hal ini yang akan memberatkan debitur. 
  4. Terror dari debt collector, selanjutnya adalah terror yang berasal dari debt collector, ini adalah hal yang paling sering dialami oleh debitur, dimana ketika mereka tidak bisa sesegera mungkin melunasi hutang atau pinjaman tersebut, maka ancaman datang tanpa henti dari penagih hutang. Bahkan tak jarang diantaranya yang mengancam menyebarkan informasi pribadi kepada teman-teman ataupun saudara Anda. Hingga kemungkinan yang lebih fatal adalah tindak kekerasan baik itu secara verbal sampai dengan fisik. 
Jadi pastikan jangan sampai salah tempat atau lembaga pemberi pinjaman cepat langsung cair jika seandainya tidak ingin mengalami beberapa hal di atas. Apalagi sudah banyak yang merasakannya sendiri. Pilih fintech yang legal seperti sudah terdaftar dalam OJK dan juga menawarkan bunga yang bersaing.
Related Posts

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email